Renjun berjalan tidak tentu arah di istana itu, dia bahkan melupakan perkataannya untuk melihat keadaan jaemin setelah kembali dari berbicara dengan raja Joseon itu. Saat ini Renjun benar-benar tak bisa mempercayai apa yang adiknya sampaikan di surat yang ditujukan untuk raja Joseon itu, tapi dari pada itu, renjun sangat penasaran apa ayahnya ataupun kakaknya tahu soal ini. Renjun hanya bisa menyandarkan tubuhnya pada sandaran bangku taman dan memejamkan matanya.
"Ternyata benar, kau ada disini." Renjun membuka matanya dan kaget melihat jaemin berdiri dihadapannya.
"Pangeran? Kenapa tidak istirahat dikamarmu?" Kagetnya.
"Saya tidak bisa tenang karena kau tidak melihat keadaan saya setelah berjanji akan melakukannya."
"Maafkan saya." Ucap renjun menunduk dan jaeminpun berjongkok. Membuat renjun panik karena takut kalau pekerja istana melihat hal ini, ini sangat tidak pantas apalagi semuanya tahu kalau dia adalah seorang perawat rendahan.
"Pangeran tolong berdiri, saya tak mau para pekerja membuat rumor yang tidak-tidak soal ini." Panik renjun. Jaemin hanya tersenyum dan menggenggam kedua tangan renjun dengan dalam kondisi jongkoknya.
"Tidak masalah, lagian kedudukan kita sama."
"Tapi—" jaemin meletakkan jari telunjuknya di hadapan bibir renjun yang tersentuh sedikit olehnya, dimana bibir itu benar-benar sangat lembut.
"Saya tahu kau sedang memikirkan sesuatu, ada apa? Apa ayahku mengatakan hal yang membuat kau tidak tenang?" Ucap jaemin.
"Tidak, hanya saja ada yang tak bisa saya katakan pada pangeran."
"Kenapa? Apa karena kau terganggu dengan perasaanku padamu?" Renjun hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan jaemin.
"Lalu kenapa?"
"Pangeran, kau sangat tahu alasanku melarikan diri, bagaimana mungkin kau bisa menyukaiku yang bahkan lari dari calon suamiku?"
"Semuanya tidak bisa dijawab dengan logika renjun."
"Tapi ini akan jadi pandangan negatif bagimu pangeran."
"Aku tidak perduli, lagian sebelum kau datang juga, semuanya sudah memandang negatif dan membuat rumor soal saya. Jadi saya sudah terbiasa. Hanya saja maaf jika membuatmu merasa tertekan karena harus disukai pangeran yang kejam."
"Kau tidak kejam pangeran."
"Aku tahu itu,."
"Maafkan saya pangeran, saya habya tak mau mendengar rumor lainnya."
"Dengar renjun, apapun rumor yang akan tersebar, kita hanya perlu saling mempercayai, dan kau harus percaya kalau kau akan bebas dari sih brengsek itu, setelahnya saya sendiri yang akab menghadap pada kaisar Nakamoto untuk meminang anaknya sebagai istri saya. Segitu keseriusan saya padamu." Renjun menatap jaemin dengan linangan air mata, dia tak menyangka kalau semua yang terjadi akan membuatnya merasakan perasaan tulus yang selalu dia inginkan dalam hubungannya kelak. Renjun lantas memeluk jaemin yang berjongkok di bawahnya. Membuat Jaemin harus berusaha menahan berat badan mereka berdua agar tak jatuh. Bahkan dia membalas pelukan dari renjun padanya.
"Aku mencintaimu pangeran." Jaemin tersenyum lalu mengelus punggung sempit renjun.
"Saya juga mencintaimu pangeran Nakamoto Renjun."
Tanpa disadari keduanya, Mark tidak sengaja melihat semua nya dan mendengar percakapan mereka sedikit membuatnya tersenyum.
"Ternyata itu yang membuat kau bertahan dengan sangat kuat jaemin. Hyung pastikan kau akan bahagia dengan pangeran Nakamoto." Monolognya lalu diapun tersenyum lebar dan kembali ke ruangan kerjanya karena pekerjaannya yang belum selesai.
Jeno juga ternyata tak sengaja melihat keduanya dari balkon kamarnya yang memang mengarah ke taman istana itu dan menyaksikan semuanya walaupun tak mendengar percakapan keduanya.
"Ternyata benar dugaan ku, kau bertahan demi dia, maka aku akan memastikan kalian hidup bersama. Sudah cukup aku melihat penderitaan mu jaemin, jika dia adalah orang yang berhasil mengembalikan jaemin kami, maka aku pastikan kalian bersatu dan bersama selamanya."
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
