Rombongan jaemin sampai di kediaman Duke bagian barat itu, jaemin turun lalu membantu renjun turun dan itu semua tak lepas dari tatapan semua rakyat daerah barat juga para pelayan yang menyambut mereka di kediaman itu, tapi tak ada satupun yang berani bertanya siapa renjun sebenarnya pada jaemin. Dan hanya memendamnya sendiri, mereka semua hanya berspekulasi kalau salah satu pangeran Joseon itu tengah berkencan secara diam-diam dengan perawat yang telah menyelamatkan nyawanya itu, tanpa tahu siapa renjun sebenarnya.
Kepala desa bagian barat itu lantas membungkuk pada sang pangeran.
"Selamat datang pangeran, semoga kau betah berada di daerah kami ini."
"Terimakasih, tapi mulai sekarang panggil saya Duke karena itulah posisi yang membuat saya berada di tempat ini dan atas bantuan kalian."
"Kami semua mengerti pangeran." Ucap semuanya lalu merekapun mempersilahkan jaemin dan rombongan masuk kecuali para pengawal yang langsung berjaga.
Pelayan yang sudah bekerja mulai hari itu menunjukkan kamar dari sang Duke, ruang kerjanya, kamar perawat Huang, dan juga kamar tangan kanan sang Duke, mengenai kepala pelayan, dia memang belum dibawa untuk menyelesaikan sekolahnya lebih dahulu.
Setelah mengantarkan sang Duke dan perawat huang yang berada di lantai yang sama, pelayan itu pergi dan bomin juga undur diri seketika. Renjun hanya menatap pintu kamarnya dimana kamarnya dan sang Duke saling berhadapan.
"Ada apa perawat Huang?"
"Kenapa hanya ada kamar kita berdua pangeran, ini akan membuat semuanya curiga."
"Kenapa kita harus perduli, lagian semuanya terserah pada saya." Ucap jaemin lalu mendekat hingga renjun refleks mundur sampai mentok di pintu kamarnya dan terkurung di kungkungan jaemin.
"Lagian kita adalah sepasang kekasih, dan saya meminta secara langsung mengenai tata letak kediaman ini pada raja dan ratu."
"Jadi? Maksud pangeran, yang mulia raja dan ratu tahu mengenai hubungan kita?!" Kaget renjun.
"Pangeran Nakamoto Renjun, apa salah jika orangtuaku tahu?" Ucap jaemin dan renjun benar-benar tak habis pikir bahkan matanya seakan bisa keluar kapanpun dari mata serupa rubah itu.
Trak!
Renjun dan jaemin mengalihkan pandangan mereka dan berdiri secara benar, lalu melihat ke sumber suara dimana tak ada siapapun, jaemin bahkan sampai mengecek lebih dekat sedangkan renjun menatap cemas padanya.
"Bagaimana pangeran?"
"Tidak ada siapapun." Ucap jaemin lalu mendekat hingga sampai pada hadapan renjun dan mengelus kepala sang kekasih.
"Istirahatlah, perjalanan tadi cukup panjang dan melelahkan. Sebelum makan malam, akan aku bangunkan."
"Pangeran juga istirahatlah." Ucap renjun tersenyum dan jaemin hanya menganggukkan kepalanya. Renjun lantas membungkuk lalu masuk kedalam kamarnya, sedangkan jaemin kembali berjalan ketempat dimana ia mendengar suara lalu melihat sesuatu benda yang jatuh dan mengambilnya. Jaemin sangat tahu kalau ini adalah milik salah satu pelayan karena setiap pelayan yang bekerja ditempatnya akan mendapatkan ini. Jaemin mengambilnya dan menggenggam erat benda itu.
"Jika dia sampai menyebarkan semuanya, aku pastikan membunuhnya lebih dulu." Monolog jaemin. Lalu dia memasukkan barang tanda pengenal salah satu pelayan kedalam saku bajunya dan diapun masuk kedalam kamarnya untuk istirahat sejenak.
Sementara itu di istana Joseon terlihat Haechan yang masih cemberut berjalan bersama dengan jeno, calon suaminya. Jeno yang menyadari calon istrinya masih bersedih lantas berhenti berjalan hingga membuat sang calon istri berhenti.
"Kenapa pangeran?" Jeno lantas berhadapan dengan Haechan dan diapun mengelus kepala Haechan dengan lembut.
"Aku tahu apa yang ada didalam pikiran kecilmu itu, tapi kau tidak perlu khawatir, pangeran jaemin pasti akan menjaga pangeran Nakamoto dengan baik."
"Bagaimana pangeran bisa sangat yakin?"
"Aku sangat yakin karena pangeran jaemin mencintai pangeran Nakamoto."
"Ne?!"
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
Fiksi PenggemarNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
