Jaemin dan renjun serentak melihat kearah pangeran sungchan. Jaemin lantas menatap datar pada adiknya itu dan renjun yang hanya membungkuk sekilas pada pangeran Joseon itu.
"Bagaimana kondisi Hyung?" Ucap sungchan sembari melirik renjun dan itu dapat ditangkap oleh Indra penglihatan jaemin hingga membuatnya otomatis langsung menarik renjun dan membawanya ke belakang tubuhnya untuk menyembunyikan renjun.
"Ada apa hyung? Kau terlihat seperti memiliki perasaan yang lebih pada pangeran Nakamoto."
"Bukan urusanmu." Datar jaemin dengan aura gelapnya yang mana membuat sungchan tertawa.
"Kau harus ingat Hyung, kenapa pangeran Nakamoto lari dari negerinya? Bagaimanq jika semuanya terjadi karena dia melarikan diri dari takdirnya." Ucap sungchan dengan senyum sinis nya.
"Kalau tidak ada yang akan kau bicarakan, kami akan pergi." Ucap jaemin menarik pelan renjun dan melalui sungchan tapi sungchan menghentikan dengan memegang tangan renjun yang sebelahnya hingga membuat keduanya berbalik.
"Lepaskan tangan perawat ku, pangeran Jung Sungchan." Datar jaemin.
"Hyung, kau harus ingat. Kalaupun kau memiliki perasaan lebih padanya, dia mungkin tidak mau dengan seorang pangeran yang dengan tega membunuh calon istri dan keluarga calon istrinya dihari pernikahannya." Ucap sungchan dan jaemin mengeraskan rahangnya seketika.
"Lepaskan saya pangeran sungchan." Ucap renjun yang tak ingin terjadi pertengkaran sama sekali antara kedua kakak beradik itu.
"Lebih baik kau menggunakan akal mu dan menjauh dari kakakku, atau kau mungkin bisa kehilangan nyawa ditangannya. Dia sangat kejam." Ucap sungchan. Renjun menyentak tangannya lebih keras dan itu membuatnya berhasil melepaskan pegangan sungchan bahkan jaemin.
"Ingat ini pangeran sungchan. Apapun yang ada di masa lalu pangeran jaemin, itu bukanlah karena keinginannya ataupun karena takdirnya. Tapi, karena kepentingan semuanya dan kemakmuran kerajaan ini. Apapun yang kau coba katakan padaku, tak akan membuatku menjauh dari pangeran jaemin. Jadi, berhenti membicarakan omong kosong, sebelum aku mengatakan semuanya pada yang mulia raja dan ratu." Sungchan tertawa mendengarnya.
"Apa kau pikir ayah dan ibuku akan percaya pada semua perkataanmu? Jangan besar kepala hanya karena kau berhasil menyelamatkan nyawa kakak ku itu."
"Aku akan menjadi saksinya jika memang itu di perlukan." Sungchan lantas melihat kearah suara itu dan membuatnya membulatkan mata seketika karena melihat kembaran dari sang kakak yang berjalan santai dengan wajah datarnya.
"Hyung?"
"Jaga tingkah dan ucapanmu jung sungchan."
"Aku—"
"Pangeran jaemin pergilah istirahat, dan perawat Huang, tolong bawa kembaranku ke kamarnya."
"Baik pangeran." Ucap renjun membungkuk lalu diapun menggenggam tangan jaemin dan membawanya pergi dari keduanya, semua yqng dilakukan jaemin dan renjun tertangkap oleh mata keduanya.
"Hyung!" Kesal sungchan.
"Berhenti membuat ulah Jung Sungchan. Jangan lupa aku tidak berbicara apapun selama ini bukan karena melihat kau adalah adikku sama sekali. Tapi, jika tingkahmu semakin keterlaluan seperti ini maka jangan salahkan aku, jika aku membongkar semuanya, termasuk penyebab kematian mendiang Puteri mahkota Kim." Ucap jeno lalu diapun meninggalkan sungchan yang hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, karena dia sangat tahu kalau sampai kakaknya itu sampai membuka mulut maka habislah dia. Karena jeno adalah orang yang tahu apa penyebab kematian mendiang istri Mark dan semua kelakuan sungchan pada putera mahkota sebelumnya. Alasan jeno menyembunyikan semuanya karena dia tak mau keluarganya hancur dan janji sungchan yang akan berubah, tapi jika sungchan tak menepati janjinya sekarang, maka dia akan mengatakan semuanya. Semuanya.
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
