J73

972 136 0
                                        

Flashback<<<

Terlihat salah satu murid dari dinasti Ming yang sangat berbakat dalam ramuan herbal dan obat-obatan selalu mendapat prestasi walaupun harus bersekolah di negeri Joseon yang merupakan daerah tetangga itu. Pria itu terlihat sangat menawan, cantik, tampan, menggemaskan Dengan kulit putih yang membuat siapapun iri padanya. Dia bernama Huang Winwin, seorang anak dari bangsawan dinasti Ming, anak dari bangsawan Huang Chanyeol dan Wendy Son.

Winwin dikenal sebagai anak yang manis dan sangat baik bahkan ramah pada siapapun, hingga dia memiliki banyak teman, mau dari kalangan menengah kebawah ataupun menengah keatas karena winwin tak pernah membandingkan satu dengan yang lainnya.

Winwin yang merupakan perantau itu, mendapatkan teman yang baik salah satunya adalah Lee Taeyong, anak dari bangsawan negeri Joseon, juga Ten Lee anak bangsawan dari negeri yang sama. Ketiganya sangat dekat bahkan selalu berbagi keluh kesah bersama. Ketiganya dikenal sebagai submissive tercantik yang pernah ada sepanjang sejarah.

"Winwin." Seru ten senang saat melihat sang sahabat termuda setelah mereka kembali dari liburan panjang, ten benar-benar sangat merindukan sih yang termuda itu, mengingat kampung halamannya cukup jauh untuk dikunjungi.

"Hyung, aku sangat merindukanmu."

"Aku juga sama. Kau lama sekali di rumahmu."

"Aku kan merindukan orangtuaku Hyung, lagian aku bukan kau ataupun taeyong Hyung yang bisa langsung pulang dan bertemu mereka kapanpun."

"Kau memang benar sih, oh iya apa kau tahu kalau pangeran dari negeri sakura akan bersekolah disini, kedua pangeran yang terkenal tampan itu akan bisa kita lihat disini" semangat ten.

"Aku tidak tertarik sama sekali Hyung."

"Kau tidak asyik sekali. Ayolah." Ucap ten merengek tapi winwin tetap menolak. Hingga keduanya melihat kedatangan taeyong dengan wajah cemberut.

"Ada apa hyung?" Bingung keduanya.

"Aaaarrrgggg!! Aku sepertinya akan sial seumur hidupku."

"Ada apa denganmu Hyung? Apa ada yang terjadi?" Ucap winwin semakin bingung pasalnya dia tidak pernah melihat Taeyong sefrustasi ini.

"Kau seperti orang yang akan menikah besok pagi Hyung." Ledek ten.

"Hueeeeeee..." Tangis taeyong membuat keduanya kaget bukan main, keduanya langsung menenangkan taeyong dan ten juga mengkode beberapa murid lain dengan mengatakan bukan dialah penyebab taeyong menangis.








Sementara itu, di tempat berbeda terlihat kedua pangeran yang berbeda tinggi itu memasuki salah satu ruangan di sekolah itu, satu pangeran terlihat tersenyum bahkan menggoda beberapa siswa yang mereka temui. Sedangkan yang lainnya hanya menatap datar tanpa memperdulikan siapapun.

"Oniichan? Tersenyumlah sedikit, banyak pria dan wanita cantik disini " Ucap yang lebih muda pada yang lebih tua.

"Kita kemari bukan untuk menggoda mereka tapi belajar Nakamoto Yuto."

"Kau sangat menyebalkan sekali oniichan." Ucap pria yang dipanggil Nakamoto Yuto itu.

Saat sampai di depan ruangan itu, keduanya disambut oleh putera mahkota negeri Joseon itu.

"Selamat datang di wilayah saya pangeran." Ucap sang putera mahkota.

"Makasih putera mahkota Na." Ucap Yuto tersenyim sedangkan sang kakak hanya berwajah datar.

"Baiklah, silahkan masuk." Ucap putera mahkota itu lalu membukakan pintu dan membiarkan kedua kakak beradik itu masuk terlebih dahulu.

"Aku harap jika aku punya anak, anakku tak akan mendapatkan mertua seperti putera mahkota negeri sakura itu, kasihan anakku." Batin putera mahkota Na. Lalu masuk dan menutup pintu ruangan itu.









"Apa?!" Kaget winwin dan ten mendengar penuturan taeyong yang mengaku akan segera menikah dengan putera mahkota negeri itu.

"Apa Hyung sedang bercanda. Kita masih cukup muda untuk pernikahan seperti ini." Ucap ten yang tak pernah setuju pernikahan karena aliansi seperti ini.

"Aku tak mungkin bisa menolak perkataan orangtua ku ten, mereka bahkan sudah menetapkan tanggal pernikahannya."

"Hyung apa yakin dengan semua ini?"

"Walaupun aku tak yakin dengan semua ini, kalian berdua pasti mendukungku kan?" Ucap taeyong menggenggam tangan keduanya.

"Hmm." Angguk winwin sedangkan ten hanya diam saja.

"Berjanjilah padaku, di masa depan anak kalian akan menjadi menantuku. Hmm?"

"Aku berjanji Hyung." Ucap winwin tersenyum manis.

"Aku tak bisa berjanji, aku tak mau mendahului takdir yang sudah tertulis." Ucap ten ketus.

"Setidaknya berjanjilah Hyung, agar taeyong Hyung lebih tenang." Ucap winwin menatap ten.

"Baiklah " Ucap ten setelah menghela nafas beratnya dan taeyong langsung memeluk keduanya tanpa mereka sadari janji yang mereka buat itu, terikat kuat pada takdir anak mereka masing-masing.














Flashback end>>>











😘😘😘

Double up reader-nim😁

&quot;Prince J&quot; (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang