J90

950 135 11
                                        

Disini sekarang Sion dan yushi berada di dalam kamar mereka sembari melihat keluar jendela.

"Hyung? Bukankah kedatangan pangeran Nakamoto shotaro sangat tiba-tiba hari ini hyung? Bahkan dengan alasan liburan? Ditengah-tengah kakaknya yang kabur." ucap yushi.

"Ini jelas lebih dari sekedar liburan yushi." sang empu lantas melihat kearah suaminya bingung.

"Dari ekspresi ayah, ibu dan sungchan hyung, jelas mereka bertiga sudah tahu akan datangnya pangeran shotaro. Dan melihat ayah juga ibu berusaha mendekatkan nya dengan sungchan hyung. Aku tahu, liburan ini hanya omong kosong karena yang sebenarnya mereka lakukan adalah berusaha menjodohkan." ucap Sion.

"Tapi kita harus berusaha menghentikan itu hyung. Kau tahu pangeran sungchan itu tidak baik. Kalau mereka bersama dan hal buruk terjadi bisa saja peperangan akan terjadi." ucap yushi cemas.

"Aku tahu itu. Tapi aku juga bingung, kenapa ayah dan ibu ingin menjodohkan sungchan hyung dan pangeran shotaro, padahal ibu berusaha mendekatkan jaemin hyung dan pangeran renjun. Bahkan kita semua pasti sadar kalau hubungan mereka berdua sudah berubah sebelum jaemin hyung menjadi Duke di daerah barat." ucap Sion.

"Mungkin ibu ingin dua anak dari Kaisar Nakamoto menjadi menantunya hyung."

"Itu mustahil yushi. Karena tak ada peraturan yang memperbolehkan dua menantu dari keluarga yang sama. Salah satunya harus mengalah." ucap Sion.

"Berarti jaemin hyung harus mengalah?"

"Jaemin hyung mungkin tak akan mau mengalah. Tapi, tidak tahu dengan pangeran renjun. Mengingat seorang kakak pasti akan mengorbankan kebahagiaannya untuk sang adik." ucap Sion dan yushi tak bisa menjawab sama sekali.




Sementara itu, shotaro sedang berjalan berdampingan dengan sungchan di taman belakang istana yang indah itu.

"Saya tidak tahu kalau pangeran Nakamoto sepertimu bisa jatuh cinta pada saya." ucap sungchan ramah.

"Apa salah? Lagian menyukai seseorang itu hak semua makhluk hidup pangeran."

"Kau benar. Tapi, kenapa kau bisa menyukaiku?" ucap sungchan berhenti membuat shotaro juga ikut menghentikan langkahnya.

"Karena kau cukup menarik dimataku pangeran." ucap shotaro tersenyum dan sungchan semakin tersenyum lalu menarik pinggang shotaro hingga tubuh mereka semakin rapat dengan tangan shotaro yang menahan dada bidang pangeran jung itu.

"Tapi kau tahu aku sebelumnya tinggal dimana bukan?" shotaro hanya menganggukkan kepalanya, karena jelas dia dan semua orang tahu kalau pangeran sungchan berada di wilayah tetangga untuk menyelasaikan studynya.

"Dan kau tahu, saya sudah terbawa budaya yang ada disana."

"Bagi saya itu semua tidak menjadi masalah apapun pangeran."

"Kau ingin tahu salah satu budaya disana?"

"Apa?"

"Bercinta. Budaya mereka tidak sama seperti disini, di dinasti Ming juga di negeri sakura yang memperbolehkan hal itu setelah menikah. Mereka melakukannya bahkan sebelum menikah dan memiliki ikatan apapun. Itu untuk mencari tahu apakah mereka akan cocok atau tidak satu sama lainnya. Jadi, apa kau mungkin bersedia melakukan itu denganku? Kau bisa mulai berpikir." ucap sungchan tersenyum lebar. Shotaro yang benar-benar jatuh cinta pada pangeran itu lantas menunduk dengan wajah memerah.

"Kalau memang seperti itu bisa membuat aku menikah denganmu. Maka aku akan melakukannya denganmu pangeran. Tapi, mungkin aku akan membuatmu kecewa karena ini pertama kalinya bagiku." ucap shotaro.

"Tidak masalah. Itu hal yang wajar." ucap sungchan lalu mendekatkan wajahnya pada telinga shotaro.

"Malam ini jangan kunci pintu kamarmu. Karena aku akan datang." bisik sungchan. Dan shotaro yang hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah semakin memerah.









At. Wilayah daerah barat.

Kuda yang jaemin tunggangi bersama dengan renjun sampai di sebuah kuil, renjun bingung karena jaemin membawanya ke kuil. Dan tidak sadar kapan pangeran itu turun dari kudanya.

"Tidak ingin turun pangeran?" renjun tersadar dari lamunannya dan menerima uluran tangan jaemin lalu turun dan menatap bingung pangeran Joseon itu.

"Kita kenapa—"

"Maaf Duke, semuanya sudah siap." ucap bomin yang memang sudah sampai lebih dulu sembari membungkuk. Renjun semakin dibuat bingung oleh keduanya.

"Sebenarnya ini ada apa?" jaemin hanya tersenyum pada renjun lalu menggenggam tangannya dan membawanya masuk kedalam kuil itu.

Renjun membulatkan matanya karena semua pengawal jaemin ada disana dan kuil yang dihias dengan sangat indah juga seseorang yang terlihat seperti seseorang yang akan menikahkan seseorang.

"Selamat datang pangeran jaemin, pangeran renjun." renjun kaget mendengar kalau pria yang lebih tua itu tahu siapa dia sebenarnya. Dia semakin menatap jaemin bingung.

"Kita akan menikah."

"Apa?!" kaget renjun menatap tak percaya pangeran Joseon itu.

"Kau sangat khawatir untuk datang ke acara pernikahan pangeran jeno dan sahabatmu karena takut sih bajingan itu akan mengambil mu dan memaksamu bersama dengannya. Dan ini jalan satu-satunya agar aku bisa membuatmu yakin kalau aku tak akan membiarkanmu bersama dengan sih bajingan itu."

"Tapi ini terlalu tiba-tiba pangeran. Dan juga, pernikahan ini tidak akan sah."

"Pernikahan ini akan sah di dalam hukum Joseon juga negeri sakura pangeran. Karena ada saksi yang menyaksikan semuanya. Juga Tuhan dan dewa."

"Pangeran, kalau kau melakukan ini semuanya akan membuatmu mendapatkan cap buruk, kalau kau mencuri calon istri orang."

"Aku tidak perduli, karena sebelumnya sudah jauh dari ini. Jadi pangeran Nakamoto renjun, bersediakah menikah denganku? Mungkin ini hanya mengucapkan janji juga tukaran cincin tanpa pesta. Tapi setelah semuanya selesai, aku akan memberikan pesta yang mewah untukmu." renjun berlinangan air mata karena haru juga rasa bahagianya saat ini. Dan dia pun menganggukkan kepalanya. Jaemin tersenyum.

"Kita bisa mulai pernikahannya sekarang."

"Baik pangeran."


































😘😘😘

"Prince J" (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang