Jeno masih berada di kediaman bangsawan Seo, keduanya saat ini tengah menikmati udara sembari melihat ikan yang berenang.
"Hyung? Bagaimana keadaan pangeran jaemin?" Ucap haechan melihat sang calon suami.
"Pangeran jaemin sudah sadar kemarin, semuanya benar-benar bernafas lega karena akhirnya dia membuka matanya."
"Syukurlah. Setidaknya pangeran jaemin melakukan yang terbaik untuk bertahan demi keluarganya."
"Aku ragu soal itu."
"Maksud Hyung?" Bingung haechan menatap jeno.
"Aku rasa ada alasan lain kenapa kembaranku bertahan sejauh ini."
"Apa alasannya pangeran?"
"Pangeran Nakamoto."
"Maksud Hyung? Pangeran jaemin jatuh cinta pada sahabatku?" Kaget Haechan lalu menutup mulutnya takut ada yang mendengar pembicaraan keduanya. Karena ini akan gawat jika ada rumor tentang pangeran negeri Joseon dan negeri sakura.
"Mungkin, aku tidak tahu pasti. Karena kembaranku sangat sulit untuk dibaca." Ucap jeno dan haechan hanya bisa menatap tanpa mengatakan apapun, karena bingung akan bereaksi seperti apa jika begitu kebenarannya.
Sementara itu di istana, terlihat jaemin masih berada didalam kamar renjun, bahkan dia masih betah menatap wajah rupawan renjun yang tertidur sembari memegang tangannya. Sebenarnya renjun tak memegang kuat tangan jaemin, hanya saja jaemin yang tak ingin melepaskan tangan itu darinya.
Jaemin melihat pergelangan tangan sih mungil itu dimana gelang yang dia katakan sebagai jimat tak pernah tanggal dari tangan itu, sama seperti dirinya.
"Aku akan membantu semua rencana saudaramu. Kau tidak akan menikah dengan sih brengsek itu, tapi aku juga tidak mau melepaskan mu. Jika tidak menikah dengannya, maka kau harus menikahiku. Aku tidak akan pernah membiarkan orang lain merebut mu dariku." Monolog jaemin. Disaat bersamaan renjun membuka matanya secara perlahan dan diapun kaget melihat jaemin yang ada di kamarnya juga dia yang memegang tangan pangeran itu, renjun langsung melepaskan pegangan tangannya pada jaemin lalu duduk, jaemin langsung membantunya dan menegakkan bantal di belakang renjun dan membuat tubuhnya menyandar.
"Apa kau masih marah pada saya?"
"Saya tidak pernah marah pada pangeran." Datarnya.
Jaemin mendekat sedikit agar lebih dekat dengan renjun, lalu menggenggam kedua tangannya, renjun ingin melepaskan tapi genggaman tangan jaemin sangat erat padanya.
"Saya tahu kalau saya bersalah karena membuatmu kecewa dan kembali dengan keadaan tidak baik-baik saja. Bahkan hampir merenggang nyawa." Renjun hanya diam saja menunduk. Dia tak mau menatap pangeran Joseon itu.
"Saya minta maaf karena membuatmu kecewa, pangeran Nakamoto."
"Kau masih memiliki janji pada adikku, bisa-bisa nya kau datang dalam keadaan hampir merenggang nyawa? Apa kau tidak memikirkan apapun sampai datang begitu?" Ucap renjun dengan airmata yang lolos begitu saja dari mata serupa rubah itu.
"Maafkan saya, saya janji tidak akan mengulanginya lagi." Ucap jaemin menatap renjun penuh rasa bersalah dan tangannya terangkat untuk menghapus airmata di pipi chubby yang mulai sedikit hilang karena tidak makan teratur.
"Kau membuatku sangat takut pangeran hikss.... Kau bahkan hampir mengingkari janjimu padaku." Ucap renjun tak menahan tangisannya lagi. Dia menumpahkan semuanya seketika. Jaemin lantas menarik pelan renjun agar masuk kedalam pelukannya dan memeluknya sembari menepuk pelan punggung sempitnya dan mengucapkan kata-kata penenang. Tanpa keduanya sadari ternyata taeyong yang berniat kekamar sang anak mengurungkan niatnya karena bomin mengatakan sang anak berada didalam kamar renjun, taeyong hanya mengintip sedikit setelah membuka cela pintu kamar itu dan diapun tersenyum melihat apa yang saat ini tengah terjadi didalam kamar itu, walaupun dia tak mendengar pembicaraan itu dari awal.
"Kaisar Nakamoto, anak kita terikat. Apapun yang terjadi aku akan pastikan puteraku lah yang menikahi putera kalian." Monolognya.
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
