Jaemin berdiri menatap jendela ruangan kerjanya yang menampilkan halaman depan kediaman itu. Tak lama jaemin mendengar suara pintu yang diketuk dan dia pun langsung menyuruh masuk.
Tak lama orang yang masuk lantas menyampaikan semua hal pada jaemin.
"Duke, pagi ini beberapa kereta kuda dari Dinasti Ming memasuki daerah Joseon dan saya melihat orang kepercayaan pangeran jeno membawa mereka ke tempat yang dekat dari istana dan menyiapkan tempat seperti persembunyian." ucap bomin yang menyampaikan hal itu. Jaemin hanya menatap datar pada semua yang dia pandangi diluar jendela itu.
Jaemin jelas tahu siapa orang yang memasuki daerah Joseon, karena memang itu adalah salah satu bukti nyata dan hidup yang merupakan bukti seberapa bajingannya raja dan putera mahkota dinasti Ming itu. Dan itu jelas jaemin ketahui dari kembarannya karna memang kembarannya mendapatkan dua kali surat kiriman dari pangeran Samuel selaku salah satu sepupu dari para pangeran kaisar Nakamoto.
"Ada lagi?"
"Saya melihat beberapa menit sebelum kemari, kalau ada kereta kuda yang memasuki Joseon dan lambang kereta kuda itu adalah dari keluarga kaisar Nakamoto. Tapi saya tidak tahu siapa yang ada didalam kereta kuda itu Duke." ucap bomin. Jaemin terdiam karena jujur, dia juga tak tahu soal ini. Kalaupun pangeran Samuel yang datang, sepertinya pangeran itu tak akan mau menggunakan kereta kuda. Jadi? Siapa yang berkunjung?
"Maaf Duke. Perawat huang akan masuk."
Cek lek.
Pintu terbuka, jaemin berbalik begitu pula dengan bomin yang langsung membungkuk pada renjun. Biar bagaimanapun mereka semua tahu siapa status renjun sebenarnya. Kecuali para pelayan yang memang orang dari bagian daerah itu.
"Kau sudah bisa pergi. Dan segera susul saya ke tempat yang saya katakan tadi malam." ucap jaemin datar dan bomin mengerti lalu membungkuk pada jaemin dan pergi keluar dari ruangan kerja Duke itu.
Renjun mendekat dan menatap bingung pada jaemin, apa Duke sekaligus pangeran itu ada pekerjaan? Lalu kenapa dia malah menyuruh renjun bersiap-siap hari ini dan mengajaknya ke suatu tempat?
"Kita akan kemana Duke?" bingung renjun.
"Nanti kau akan tahu. Lagian ini untuk membuat agar kau tidak cemas dan percaya kalau kau akan selalu bersama dengan ku." ucap jaemin dan renjun hanya terdiam sembari menatapnya.
At. Istana Joseon.
Mark, jungwoo, Sion, yushi, jeno bingung kenapa jaehyun menyuruh mereka menunggu seseorang tamu yang ntah siapa, karena yang tahu hanya jaehyun, taeyong juga sungchan.
Hingga tak lama, kereta kuda dengan lambang dari keluarga kaisar Nakamoto memasuki halaman kerajaan. Membuat semuanya kaget kecuali jaeyong dan sungchan.
"Ada apa ini? Apa pangeran Samuel datang secepat ini?" batin jeno.
Saat kereta kuda berhenti, kereta kuda itupun membuka pintunya dan seseorang yang sangat mereka ketahui keluar, dan jelas dia adalah salah satu anak dari Kaisar Nakamoto.
Sang pangeran negeri sakura itupun membungkuk untuk memberikan salam pada raja, ratu, putera mahkota, puteri mahkota, pangeran juga puteri.
"Selamat datang pangeran shotaro. Semoga liburan mu di Joseon menyenangkan." ucap jaehyun.
"Terimakasih yang mulia raja."
"Jangan sungkan jika ingin meminta bantuan. Kami semua akan membantu terutama pangeran sungchan." ucap taeyong dan shotaro hanya tersenyum. Mark, Sion dan jeno jelas mengerti kalau ini bukanlah hanya liburan tapi ajang pendekatan antara pangeran shotaro dan pangeran sungchan? Tapi yang membuat ketiga kakak beradik itu bingung adalah keputusan orangtua mereka, karena sejak awal ibu mereka bahkan berharap pangeran jaemin dan renjun lah yang akan bersama. Kalau seperti ini, apa maksudnya? Apa mungkin hubungan dengan dua menantu dari keluarga yang sama sudah di perbolehkan?
"Maaf ayah, ibu. Aku akan berangkat sekarang." ucap mark melihat keduanya.
"Apa puteri mahkota akan ikut?" ucap taeyong melihat jungwoo yang sudah rapi.
"Ya ibu, jungwoo ingin melihat kesehatan anak kecil di daerah itu."
"Kami berangkat ibu, ayah." ucap jungwoo tersenyum lalu membungkuk begitu pula dengan mark lalu keduanya mulai menaiki kuda milik mark karena memang keduanya sepakat menggunakan kuda dengan diikuti oleh orang kepercayaan mark dan para pengawal lainnya. Disaat bersamaan jeno juga membungkuk pada orangtuanya.
"Maaf ayah, ibu, pangeran shotaro. Tapi saya ada urusan dan harus segera pergi. Tidak masalah bukan?' ucap jeno.
"Tidak masalah pangeran jeno." ucap shotaro tersenyum.
"Jangan terlalu larut dalam pekerjaan pangeran jeno. Karena kau akan segera menikah." ucap jaehyun.
"Baik ayah "
"Titip salam pada calon menantuku jika kau punya waktu untuk mengunjungi kediaman keluarga bangsawan Seo."
"Baik ibu. Aku pamit." ucap jeno lalu membungkuk dan menaiki kudanya untuk pergi.
"Mari pangeran shotaro. Kita masuk." ucap taeyong menggandeng shotaro lalu berjalan lebih dulu diikuti oleh jaehyun, sungchan dan juga siyu. Dengan para pelayan juga pengawal yang membungkuk pada anggota kerajaan itu.
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
