J57

1.1K 162 0
                                        

Rombongan Mark telah sampai disalah satu desa yang memang mengalami masalah yang memang tak terlalu besar, tapi Mark memang selalu ingin memberikan yang terbaik makanya dia selalu mendatangi setiap wilayah yang mengalami masalah bahkan sebelum dia menikah dengan puteri mahkota sebelumnya.

Semua rakyat di desa itu menyambut Mark dan Puteri mahkota yang baru dengan sambutan yang sangat hangat.

"Bisa kita segera berbicara para menteri?"

"Baik yang mulia, silahkan." Ucap salah satu menteri yang berjalan lebih dulu sebagai penunjuk jalan diikuti oleh rombongan Mark dan menteri yang lainnya.

Di dalam ruangan.

Mark dan rombongan duduk pada tempat duduk yang disediakan begitu pula Jung woo yang duduk tepat disebelah sang suami. Dia hanya diam memperhatikan karena dia benar-benar baru dalam hal ini, dia juga tak mengerti apapun saat ini.

"Katakan."

"Saya menteri pertahanan yang mulia, saya ingin menyampaikan kalau musuh mulai masuk dari bagian barat wilayah kita. Dan kemungkinan akan terjadi peperangan dalam waktu dekat, saya khawatir kalau sampai terjadi sesuatu pada rakyat kita."

"Apa yang kau inginkan dari saya? Apa tidak ada jalan tengah agar tak terjadi pertikaian sama sekali?" Ucap Mark.

"Saya sudah mengatakan bahkan berunding dengan mereka, tapi mereka tetap tak mau dan menginginkan wilayah kita yang menghasilkan anggur dengan baik itu." Ucap menteri pertahanan.

"Benar yang mulia, bahkan beberapa kali para petani menangkap orang suruhan mereka untuk menggagalkan panen kita " Ucap menteri perkebunan.

"Apa yang bagus untuk dilakukan dalam hal ini menteri? Kalian tak mungkin tidak memiliki rencana apapun, apa harus saya yang menentukan?" Ucap Mark datar dengan aura kepemimpinan nya yang kuat. Sedangkan Jung woo hanya menatap kagum suaminya itu.

"Kami sudah berunding yang mulia, sepertinya peperangan akan tetap terjadi, apa bisa para panglima turun dan pangeran jaemin ikut serta yang mulia?"

"Kenapa harus adikku?"

"Kami semua tahu kalau pangeran jaemin dan pasukannya adalah yang terbaik dalam peperangan, kami hanya tak mau kalau kita semua kehilangan salah satu daerah milik kita."

"Kami harap yang mulia bisa mempertimbangkan hal ini, dengan bergabungnya pangeran jaemin juga pasukannya maka akan berdampak baik bagi kita semua "

"Kemungkinan menang kita akan sangat tinggi yang mulia. Kami memohon pada mu." Ucap para menteri lalu merekapun serentak berdiri dari duduknya dan membungkuk.














Sementara itu di sekolah, terlihat para murid yang merasa canggung dengan keberadaan sion didalam kelas dan duduk disebelah istrinya itu, tapi mereka tak bisa melakukan apapun atau bahkan melarang pangeran bungsu itu, apalagi dia benar-benar tak mengganggu sama sekali, dia hanya fokus menatap istrinya bahkan sampai menidurkan kepalanya dengan bantalan tangannya hanya untuk melihat istrinya. Yushi yang menjadi objek hanya pura-pura tak perduli dengan pipi bersemu tanda dia malu, sion yang melihat terpaksa menahan rasa gemasnya pada sang istri.

"Wah lihat pangeran sion. Dia benar-benar sangat sweet sekali."

"Pangeran sion benar-benar definisi pangeran tampan yang menunggangi kuda."

"Keturunan yang mulia raja dan ratu memang tak ada yang gagal sama sekali."

"Puteri Yushi sangat beruntung menikah dengan pangeran sion."

"Aku jadi ingin menikah dengan salah satu pangeran istana yang belum memiliki pendamping."

"Kau ingin bersama pangeran jaemin?"

"Tidak dia juga, dia sangat mengerikan walaupun tampan, aku masih sayang nyawa."

Sion yang mendengar hal buruk tentang kakaknya lantas berdehem membuat guru yang lagi mencatat lantas berbalik dan melihat sang pangeran yang duduk sembari melipat tangannya di dada dengan tatapan datar.

"Ada apa pangeran? Apa ada yang mengganggu mu?" Ucap guru yang ada di depan.

"Keluarkan mereka berlima. Mereka cukup mengganggu dengan menjelekkan keluarga istana." Ucap sion datar sembari melirik malas kelima wanita yang sejak tadi berbisik.

"Maafkan kami pangeran. Puteri." Ucap kelimanya sembari berlutut tapi sion tak perduli dan menatap tajam guru di depan sana. Yushi yang merasa semuanya terlalu berlebihan lantas memegang tangan suaminya hingga sang empu menatapnya.

"Jangan berlebihan Hyung, maafkan saja mereka." Ucap Yushi.

"Mereka jika dimaafkan akan ngelunjak istriku. Lakukan sekarang." Ucap sion tersenyum pada istrinya lalu kembali datar saat melihat guru itu.

"Kalian segera keluar dan langsung meminta hukuman pada guru Baek." Ucap guru itu dan mau tak mau kelima wanita itu lantas keluar begitu saja. Membuat suasana menjadi semakin canggung dan mengerikan bagi yang lainnya.


















Kembali lagi ke istana terlihat jeno yang baru saja masuk kedalam istana dan mengenai Haechan dia sudah kembali sejak setengah jam yang lalu. Jeno yang baru kembali itu berniat untuk memasuki kamarnya tapi terhenti karena sang kembaran berduri tepat di hadapannya.

"Aku sedang tak ingin membahas soal pangeran Nakamoto yang bersandiwara, apapun alasannya " datar jeno yang belum yakin kalau renjun tidak akan mencelakai siapapun termasuk ibunya.

"Saya juga tak ingin membahasnya Jung Jeno. Tapi ini soal calon istrimu." Jeno yang mendengarnya lantas membulatkan matanya dan bertanya-tanya apa yang terjadi pada calon istrinya.




























😘😘😘

"Prince J" (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang