J84

1K 148 3
                                        

"Kenapa kau berkunjung tak mengatakan apapun pada saya pangeran jeno?" ucap jaemin dengan datar bersama renjun yang mengikutinya dari belakang.

"Saya hanya ingin memenuhi keinginan calon istri saya yang ingin bertemu dengan temannya. Perawat Huang dan calon istri saya sudah berteman. Apa tidak boleh? Lagian aku hanya mengunjungi kembaranku." ucap jeno santai dan jaemin hanya diam saja lalu dia pun mengkode jeno karena dia ingin bicara berdua dengan jeno.

Haechan hanya menatap bingung jaemin yang pergi tanpa sepata katapun dan diikuti oleh jeno, tapi dia hanya mengabaikan karena beranggapan itu bukanlah urusannya. Yang penting dia bersama renjun saat ini. Haechan lantas memeluk renjun karena sangat merindukan sahabatnya itu.

"Aku benar-benar sangat merindukanmu renjun." ucap haechan.

"Aku juga. Rasanya membosankan disini karena tak ada teman." keluh renjun dan haechan pun melonggarkan pelukannya lalu mengelus pipi chubby sahabatnya itu.

"Ini harus dilakukan oleh pangeran nakamoto, agar tak menikahi sih bajingan itu." ucap haechan pelan dan renjun hanya menganggukkan kepalanya.

Haechan lantas mendekat dan berbisik pada renjun.

"Kau punya hubungan lebih ya dengan pangeran jaemin? Kenapa tak memberitahu ku?"

Renjun membulatkan matanya seketika karena terkejut akan pernyataan dari sahabatnya itu. Apa sangat terlihat ya? Itulah yang ada dipikirannya. Dan dengan senang hati haechan menganggukkan kepalanya karena sahabatnya ini sangat mudah sekali untuk dibaca saat ini.














Sementara itu, jaemin pun berhenti disalah satu balkon kediaman Duke itu dan menatap keluar dimana dia melihat para pengawalnya sedang berlatih dengan gigih.

"Aku tahu kau sudah datang sejak tadi. Sejak kau melihat aku berpelukan dengan pangeran nakamoto."

"Kukira kau tidak akan sadar. Lalu kenapa?"

"Aku tak akan berbasa-basi denganmu. Aku memiliki hubungan dengan pangeran Nakamoto. Aku akan pastikan dia tak pernah jatuh pada tangan sih bajingan gila itu."

"Aku tahu kau tak akan membiarkannya jaemin. Aku senang kau mendapatkan kembali cahaya hidupmu." ucap jeno.

"Sebelum kepindahan ku kemari, aku mendapatkan surat dari pangeran Samuel. Dia mengatakan akan melakukan apapun untuk menyelamatkan adiknya. Dan aku juga akan melakukan hal yang sama untuk melindungi orang yang aku cintai." ucap jaemin datar.

"Kau akan mendapatkannya. Pangeran Samuel juga mengirimkan aku dan haechan surat. Mereka akan mengungkapkan semuanya saat acara pernikahan kami." ucap jeno dan jaemin pun menatap kaget kembarannya itu. Jika dilakukan saat acara pernikahan itu, maka acara pernikahan kembarannya pasti akan kacau, itu bukanlah hal yang baik.

"Aku tahu apa yang kau cemas kan. Tapi, aku dan haechan sudah sepakat. Semuanya akan terungkap setelah aku dan haechan mengucapkan janji suci pernikahan kami. Anggap saja kami membantu kalian. Kau pantas bahagia jaemin, semua yang telah kau lalui adalah dari sebagian ujian dan kau pantas mendapatkan kemenangan. Aku senang jika kau juga senang." jaemin hanya terdiam mendengarkan hal itu, tapi bukan hanya itu yang mengganggu pikirannya. Ada lagi, karena dia telah tinggal disini dia tak akan bisa mengawasi pangeran sungchan, karena jika semuanya semakin kacau akan berbahaya apalagi akan ada satu menantu lagi yang akan masuk ke istana.

"Aku tahu kau mencemaskan hal yang lain. Tapi, aku akan berbicara pada ayah kalau aku akan memutuskan memimpin daerah yang bersebelahan denganmu. Aku juga memutuskan akan menjadi Duke. Dengan begitu, tak akan terjadi hal yang tak diinginkan sama sekali." ucap jeno.

"Tapi kasihan puteri yushi jika memang apa yang dikatakan pangeran sion benar adanya." datar jaemin.

"Kau serahkan padaku. Aku yang akan membantu sion dan aku akan mendapatkan bukti soal semua itu. Jika benar pangeran sungchan adalah orang yang menghamili puteri mahkota terdahulu dan membuat puteri mahkota terdahulu membunuh dirinya. Maka dia harus dihukum. Terlepas dari siapa dia sebenarnya. Hukum tetaplah hukum. " ucap jeno.

"Katakan jika ada masalah. Aku akan membantu." ucap jaemin datar.

"Pasti. Tapi jauh dari hal itu, berbahagialah dengan orang yang kau cintai. Sepertinya ayah dan ibu pasti akan setuju dengan pangeran Nakamoto." ucap jeno tersenyum dan jaemin hanya menganggukkan kepalanya saja. Karena saat ini kebahagiaannya penting. Dia pasti akan melakukan segala macam cara untuk itu semua. Pasti.

































😘😘😘

"Prince J" (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang