J83

1.1K 147 12
                                        

Sudah seminggu berlalu dan sudah seminggu juga renjun tinggal di tempat yang saat ini menjadi tempat yang dipimpin langsung oleh jaemin sebagai seorang Duke muda.

Renjun saat ini sedang membaca sebuah buku di taman. Jujur dia tak memiliki teman saat ini, hwall juga sepertinya masih lama untuk datang, rasanya benar-benar membosankan apa lagi jaemin juga sibuk dengan urusannya sebagai seorang Duke. Dan lagi para pelayan akan mengganggap aneh jika jaemin dan renjun yang hanya seorang perawat itu terlalu dekat. Hubungan mereka untuk saat ini tidak bisa ketahuan dulu, akan buruk. Apalagi jika identitasnya ketahuan akan membuat jaemin lebih buruk karena mencintai calon istri dari pangeran dinasti Ming saat ini. Hal paling utama dia harus lepas dulu dari status sebagai calon istri pangeran dinasti Ming itu. Sih bajingan yang tak pantas dianggap seorang putera mahkota.

Tapi disisi lain, renjun sangat merindukan ayah, ibu, kakak, dan adiknya. Dia merindukan keluarganya. Tapi, dia terpaksa melakukan ini. Agar semua hal buruk tak terjadi padanya sama sekali.

Saat renjun sedang melamun seperti itu dia pun dikejutkan dengan seseorang yang memeluknya dari belakang dan saat menoleh ke kanan, dia melihat jaemin membuatnya panik takut ketahuan dengan para pelayan.

"Pangeran, jangan begini. Pelayan dan pengawal bisa salah paham, aku tidak mau."

"Tidak akan. Jangan panik. Bomin sudah menjaga disana jadi tak akan ada yang melihat kita. Apa yang sedang pangeran Nakamoto ini pikirkan sampai melamun hmm?"

Renjun terdiam lalu menatap kosong ke depan dan air matanya mulai jatuh dari mata serupa rubah itu hingga mengenai tangan jaemin. Membuat jaemin lantas melepaskan pelukannya dari belakang dan langsung duduk di sebelah kekasihnya itu sampai menghadapkan renjun padanya.

"Ada apa? Kenapa kau menangis?"

"Aku sangat merindukan keluargaku hikss... Tapi aku harus melakukan hal ini agar tak menikah dengan sih bajingan itu hiksss..." jaemin lantas membawa renjun kedalam pelukannya dan mengelus pelan punggung kekasihnya itu.

"Semuanya pasti akan cepat berlalu sayang, setelah semua ini. Aku akan pastikan meminta izin untuk menikahi mu pada keluargamu. Terutama pada kaisar Nakamoto dan ratu Nakamoto. Kau percaya padaku kan?" renjun hanya menganggukkan kepalanya sembari memeluk erat pangeran Joseon yang berstatus sebagai kekasihnya itu.

Tapi tanpa keduanya ketahui, pangeran Jeno dan calon istrinya Seo Haechan yang datang tanpa mengabari menyaksikan semua itu, keduanya benar-benar sangat kaget melihat itu.

"Hyung? Apa mereka berdua memiliki hubungan?"

"Sepertinya begitu Haechan. Kita biarkan saja mereka. Jangan mengganggu, kau sangat tahu kan bagaimana pangeran jaemin?"

"Kita tunggu di ruang tengah saja hyung." ucap Haechan lalu keduanya pun pergi tanpa meninggalkan suara sama sekali karena terbukti dari keduanya yang tak sadar sama sekali.

Diruang tengah.

"Aku masih tak percaya dengan apa yang aku lihat hyung."

"Aku sudah merasakan hal ini, pangeran jaemin mungkin bisa menyembunyikan segalanya tapi terkadang dia tak sadar memperlihatkan semuanya." ucap Jeno.

"Apa aku bisa percayakan sahabatku pada pangeran jaemin, hyung? Apalagi aku tahu kejadian yang dulu. Bisakah sahabatku tak terluka lagi hyung?"

"Aku sangat percaya pada pangeran jaemin. Aku sangat mengenal kembaranku, dia tak akan menyakiti orang yang sangat dia cintai. Dia rela memberikan nyawanya untuk itu semua." ucap Jeno.

"Aku harap itu benar hyung. Aku juga tak sabar melihat kebahagiaan sahabatku. Jika memang benang takdir keduanya terhubung, itu berarti aku akan menjadi ipar dengan renjun. Pasti akan menyenangkan jika selalu bersama."

"Hmm, pasti akan menyenangkan. Aku akan usahakan kita tinggal di desa sebelah."

"Bagaimana mungkin hyung?"

"Mungkin aku akan menyerahkan diri sebagai Duke di desa sebelah setelah pernikahan kita. Apa kau keberatan?"

"Aku tidak keberatan hyung. Makasih hyung aku sangat mencintaimu." ucap Haechan tersenyum.

"Aku juga sangat mencintaimu calon istriku." ucap Jeno tersenyum manis membuat Haechan merona karena malu. Juga rasa bahagia yang membuatnya tak bisa berhenti tersenyum sama sekali saat ini.

























😘😘😘

Maaf ya readernim karena lama banget gak update😭
Soalnya ara kemarin banyak kerjaan ditambah lagi jatuh sakit hampir 10 hari jadi baru bisa up book ini sekarang deh🙂
Maaf ya karena udah buat kalian nunggu, semoga kalian menikmati book ini😊
Dan jangan lupa jaga kesehatan ya😁

"Prince J" (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang