Semua tamu undangan mulai berdatangan ke istana Joseon itu, bahkan para rakyat dari yang miskin sampai kaya juga sudah berada di sepanjang jalan dari rumah kediaman bangsawan seo sampai istana Joseon. Semuanya menyambut dengan suka cita pernikahan kedua belah pihak keluarga ini.
Sedangkan di sebuah tempat yang tak jauh dari istana, atau lebih tepatnya salah satu kediaman yang kecil terlihat dimasuki oleh tangan kanan Jeno.
"Kalian sudah siap bukan?"
"iya kami siap tuan, tapi apa mungkin kami tidak akan kenapa-napa? Yang akan kami lawan ini orang yang punya kuasa tuan." Ucap salah satunya.
"Kalian akan aman disini. Dan lagi, kalian berhak menuntut keadilan pada ayah dan anak itu, ini demi semua yang telah mereka berdua lakukan pada kalian. Apalagi pada anak yang akan segera lahir dan tidak bersalah itu. Tenang saja. Semuanya ada dibelakang kalian."
Ceklek.
Tangan kanan Jeno itupun langsung mengarahkan pedangnya saat pintu dibuka tanpa diketuk dan kembali memasukkan pedang itu kedalam sarungnya karena yang masuk adalah pangeran Samuel juga pangeran riku.
"Maaf karena telah mengagetkan mu.' Ucap samuel.
"Saya juga minta maaf pangeran." Ucap tangan kanan Jeno sembari menunduk.
"Tidak masalah. Kalian semua tenang saja, setelah ini saya akan pastikan kalian hidup nyaman. Jika negeri Joseon tidak menerima kalian maka negeri sakura akan menerima kalian dan negeri sakura akan memastikan kehidupan kalian. Itu janji saya. Karena dengan bantuan kalian, adik saya tidak akan menikahi pria bajingan itu." Datar samuel.
"Terimakasih pangeran samuel. Kami pasti akan melakukan semuanya. Asalkan nyawa kami tetap selamat." Ucap mereka semua.
"Ya. Saya akan pastikan itu. Riku, kamu disini bersama dengannya. Kita harus memastikan semuanya aman." Ucap samuel.
"Lalu bagaimana kalau otusan dan mama mencariku oniichan?" Ucap Riku.
"Itu akan jadi urusan ku. Kau tenang saja." Ucap samuel.
"Tapi bagaimana jika mama Winwin meminta bertemu denganku?'
"Aku akan atur semuanya. Kau cukup percaya saja pada kakakmu ini. Mengerti?"
"Baik oniichan." Ucapnya mengangguk lalu samuelpun pergi dari tempat itu.
Sementara itu di istana Jeno yang masih berada didalam kamarnya terus mondar-mandir seperti setrikaan, dia mendadak gugup, tapi dia bukan gugup karena akan menikah tapi dia gugup karena takut semuanya tak sesuai rencana yang sudah dia, Sion dan mark rencanakan. Ntah kenapa dia semakin gelisah saat ini. Takut semuanya akan sia-sia.
"Pangeran Jeno. Putera mahkota akan masuk."
Ceklek.
"Hyungnim?" Ucap Jeno membungkuk pada mark lalu mark pun mendekat dan berdiri dihadapam adiknya yang terlihat sangat gelisah itu.
"Kau gelisah?"
"Bohong jika Aku tak gelisah kak."
"Menikah bukan hal yang menakutkan jeno."
"Aku bukan menakutkan hal itu kak. Tapi, Aku takut kalau rencana kita tidak akan berhasil."
"kau tahu bukan kalau pangeran jaemin tidak pernah gagal?" Jeno menganggukkan kepalanya.
"Maka cukup percaya itu saja. Semuanya akan aman ditangannya. Kau harus yakin soal ini. Dan lagi sih bajingan itu tak akan lepas dariku setelah ini. Bahkan dari semua orang yang bekerja sama dengan istana mereka." Ucap mark mengepalkan kedua tangannya.
"Aku hanya takut, saat semuanya sudah selesai kaisar Nakamoto tidak akan merestui hubungan pangeran jaemin dan pangeran renjun kak. Apalagi kita dapat melihat kalau kedatangan pangeran Shotaro bukan hanya karena ingin liburan tapi lebih. Kau tahu sendiri kak, tidak ada hukum yang membenarkan adanya dua menantu dari keluarga yang sama kak. Aku takut pangeran jaemin dipaksa mengalah. Padahal dia baru akan bahagia kak."
"Aku juga mengkhawatirkan hal yang sama."
😘😘😘
Masih adakah yang nungguin book ini?
Kalau masih ada jangan lupa votementnya hehehehe
Tungguin ya chap dar der dor nya😄
Bye bye bye🤗
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
