Doyoung sampai di istana dan diapun langsung menghadap pada yang mulia raja dan ratu. Dimana disana ada putera mahkota, Puteri mahkota, pangeran dan Puteri yang sedang menunggu kabar darinya.
"Bagaimana keadaan anak saya tabib?" Cemas taeyong.
"Keadaan pangeran jaemin saat ini belum sadar sama sekali. Untuk kepastian kapan pangeran jaemin sadar saya belum tahu, mengingat banyak luka di tubuhnya juga ada luka yang sangat dalam dibagian perutnya."
"Anakku akan baik-baik saja kan? Dia tidak akan meninggalkan kami kan?" Ucap taeyong yang mulai menangis dan Jaehyun langsung merangkul ratunya itu.
"Kita hanya bisa mendoakan kesembuhan pangeran yang mulia" Ucap Doyoung, mendengar hal itu semuanya benar-benar kaget bahkan mark terdiam begitu saja, Jung woo melihat kearah suaminya dan menggenggam tangan suaminya agar tenang, jeno juga sama kagetnya begitu pula dengan sion dan sang istri. Hanya sungchan yang tidak berekspresi apapun saat ini.
"Suamiku, anak kita hiksss... Aku tidak mau anak kita tiada hiksss..." Tangis taeyong dan Jaehyun pun menenangkannya, dia juga sama takutnya tapi dia harus tegar untuk istrinya saat ini.
"Tenanglah istriku, pangeran jaemin adalah anak yang kuat, pangeran jaemin pasti akan kembali sehat." Ucap jaehyun, tapi taeyong tetap menangis takut anaknya kenapa-napa.
"Apa tidak bisa kita membawa adikku kembali ke istana?" Ucap Mark dengan tatapan nanar nya.
"Maaf putera mahkota, itu akan sangat beresiko bagi pangeran Jaemin. Kalau pun bisa dipindahkan, harus dipastikan luka pangeran Jaemin yang ada di perutnya mengering agar tak terjadi pendarahan kembali." Ucap Doyoung.
"Tapi bagaimana mungkin kami bisa tenang kalau dia berada di daerah peperangan begini?" Ucap Mark.
"Maafkan saya, tapi jika harus di pindahkan sesegera mungkin, saya takut saat tiba di istana pangeran Jaemin tak akan bisa selamat, saya takut pangeran Jaemin kembali tanpa nyawa nya. Dan akan membuat semua orang sedih akan kepergiannya."
"Setidaknya walaupun begitu, pangeran Jaemin akan mati dengan tenang." Ucap sungchan tenang.
"Jaga ucapanmu Jung Sungchan! Jaemin Hyung tidak akan pergi kemanapun!" Ucap sion dengan suara meninggi bahkan dia berdiri dan menunjuk sungchan secara langsung sedangkan sang empu hanya terkekeh pelan.
"Aku hanya memikirkan kemungkinan terburuk, lagian takdir kehidupan dan kematian tetap bukan milik kita dan tiada di Medan perang juga bukan hal baru, ayah dan ibu sangat tahu itu begitu pula putera mahkota, dan pangeran jeno."
"PENGAWAL!" Setelah teriakan itu beberapa pengawal yang ada didepan ruangan kepemimpinan itupun masuk dan membungkuk.
"Saya perintahkan segera bawa pangeran Jaemin kembali ke istana baik dalam keadaan hidup ataupun mati." perintah Mark dan pengawal itupun langsung membungkuk lalu pergi.
"Putera mahkota." Ucap taeyong.
"Kita tak bisa membuat adikku berada diluar ibu, walaupun harus kehilangan dia selamanya, setidaknya kita melihatnya." Ucap Mark dan taeyong hanya bisa menangis dipelukan suaminya. Sedangkan Mark harus tetap tegar begitu pula dengan jeno.
Doyoung tak bisa melakukan apapun saat ini, dia tak mungkin membantah keputusan putera mahkota walaupun sang putera mahkota adalah menantunya saat ini. Doyoung hanya meminta maaf dalam hatinya pada renjun yang mungkin akan kehilangan pangeran Jaemin sebelum dia bisa mengutarakan perasaannya. Sungguh pangeran Nakamoto yang sangat malang, dan kisah cinta yang menyedihkan baginya.
😘😘😘
Double up reader-nim😁
Mian karena gak sempat update beberapa hari ini, jadi ini sebagai permintaan maaf Ara ya😁
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
