Di istana Joseon terlihat jung woo yang berada di dalam kamarnya, sedangkan sang suami sudah berpamitan akan pergi ke desa sebentar, untuk melihat apa yang terjadi dan memantau keadaan yang ada di desa itu.
Jung woo menatap pantulan dirinya pada meja rias, dia masih berpikir mengenai pernikahannya, mark memang tak menuntut apapun darinya bahkan setelah sudah lebih dari beberapa minggu mereka menikah. Mark juga tidak pernah membuat jung woo merasa tidak nyaman. Bahkan mark tidak melakukan apapun selain hanya menggenggam tangan nya, memeluk atau mencium sesekali. Jung woo merasa sangat buruk jika harus terus begini, apalagi mark adalah pria yang baik, apa ini sudah saatnya dia melangkah lebih dekat pada sang suami?
Saat tengah asyik melamun, jung woo mendengar suara ketukan pintu pada kamarnya dan dia pun beranjak dari duduknya untuk membuka pintu kamar itu.
"Pangeran sungchan? Ada apa kemari? Apa mencari putera mahkota?" ucap jung woo bingung.
"Aaa, tidak begitu puteri, tadi hyung memintaku mengambil salah satu barangnya yang tertinggal. Dia juga sudah mengatakan meletakkan dimananya. Apa boleh saya masuk?" ucap sungchan.
"Maaf pangeran sungchan. Rasanya tidak baik jika pangeran masuk, apalagi tidak ada putera mahkota. Kau bisa katakan tempatnya padaku, biar aku ambilkan." ucap jung woo, karena biar bagaimanapun dia tak ingin ada rumor yang tidak benar menyebar hanya karena hal sepele seperti ini. Apalagi dia harus menjaga nama baik suaminya.
"Tidak masalah puteri. Lagian aku ini adik kandung putera mahkota juga adik iparmu. Tak akan ada rumor aneh yang menyebar." ucap sungchan meyakinkan.
"Ta—tapi"
"Ada apa ini?" sungchan dan jung woo lantas menatap kaget pada mark yang baru saja kembali. Sungchan bahkan sudah memaki karena dia gagal, lagian kenapa sih sang kakak sudah kembali saja. Biasanya dia selalu lama jika kelaur.
"Tidak hyung. Karena kau sudah pulang, kalau begitu, aku permisi dulu. Ibu tadi memanggilku." ucap sungchan lalu dia pun membungkuk dan pergi. Mark hanya menatap aneh tingkah adiknya itu lalu menatap jung woo.
"Tadi pangeran sungchan mengatakan kalau ada yang kau suruh ambilkan padanya, katanya kau sudah mengatakan tempatnya dimana dan dia minta izin masuk. Bukannya aku tak mengizinkan tapi akan aneh jika dia masuk saat tak ada suamiku sama sekali. Aku tidak mau ada rumor buruk. Maaf." ucap jung woo menunduk. Mark terdiam. Ntah kenapa semua ini sama persis dengan saat dia bertengkar besar dengan mendiang istrinya karena sang istri merayu pangeran sungchan. Kenapa bisa sama?
Jung woo yang menyadari keterdiaman mark lantas mengangkat kepalanya dan menatap takut suaminya.
"Putera mahkota?" mark lantas menatap sang istri lalu dia pun masuk kedalam kamar tanpa mengatakan sepatah kata pun. Jung woo langsung mengikuti setelah menutup pintu kamar mereka.
Di dalam kamar.
Jung woo melihat mark yang duduk dengan wajah yang memikirkan sesuatu, jung woo lantas dengan kesadaran penuh menanggalkan mahkota putera mahkota pada mark membuat sang empu menatap istrinya itu.
"Kau sepertinya banyak pikiran suamiku. Aku hanya membantu melepaskan mahkota ini, agar kepalamu tidak sakit." ucap jung woo. Mark hanya diam tanpa merespon. Jujur saja semua ini terlalu aneh baginya. Kenapa semuanya sama? Apa jangan-jangan dia salah menuduh? Tapi kalau memang mendiang istrinya mengatakan kejujuran, lantas kenapa sang adik ingin rumah tangganya rusak?
Jung woo meletakkan mahkota itu diatas meja rias lalu dia pun berniat untuk keluar dan meminta salah satu pelayan membawakan tea hangat untuk mark. Tapi belum sempat membuka pintu kamar, mark bersuara membuat jung woo menghentikan langkahnya.
"Bisa kembali kemari jung woo?" jung woo lantas mengangguk lalu dia pun mendekat dan berdiri di hadapan suaminya. Mark menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan lalu dia pun menarik lembut tangan jung woo membuat sang empu jatuh ke pangkuannya. Jung woo membulatkan matanya kaget dengan tangan yang berada di dada bidang suaminya. Mark tersenyum kecil melihat ekspresi istrinya itu lalu dia pun memeluk tubuh istrinya dan menyembunyikan kepala pada ceruk leher jung woo untuk menghirup aroma menenangkan dari istrinya. Sembari memikirkan untuk menyelidiki hal yang mengganjal mengenai tingkah adiknya itu. Dia harus mengetahui apa yang sebenar-benarnya tengah terjadi. Harus.
Jung woo yang menerima pelukan itu, akhirnya menghembuskan nafas beratnya dan membalas pelukan suaminya, mungkin kali ini hanya hal ini yang bisa jung woo berikan pada suaminya itu. Jika memang ini akan membantu.
At. Taman istana Joseon.
Terlihat yushi dan Sion yang tengah berjalan santai menikmati bunga-bunga yang indah dan selalu dirawat dengan baik itu. Keduanya selalu menyempatkan diri untuk melakukan hal kecil seperti ini, apalagi ini juga bisa membantu yushi untuk tetap baik dan tidak ketakutan sama sekali.
"Bagaimana kelas tatakrama dengan puteri mahkota istriku?"
"Menyenangkan hyung, pasti akan sangat menyenangkan jika ada renjun ge." ucap yushi.
"Renjun ge? Dia tidak perlu mengikuti kelas itu lagi sayang, apalagi dia adalah pangeran negeri sakura. Pasti dia sudah melalui itu semua." ucap Sion tersenyum.
"Iya sih. Hanya saja pasti akan terlihat sangat menyenangkan. Aku berharap pangeran jaemin meminang renjun ge. Pasti menyenangkan jika memiliki ipar sepertinya. Apalagi sebentar lagi pangeran jeno juga akan menikahi haechan hyung. Kami akan melakukan kelas tatakrama dan menjadi istri yang baik bersama. Aku hanya ingin ada tambahan."
"Semuanya tergantung takdir sayang. Jika jaemin hyung terikat dengan renjun ge. Maka tak akan ada yang bisa memisahkan mereka berdua." ucap Sion.
"Hmm. Hyung benar." ucap yushi tersenyum dan Sion pun ikut tersenyum lalu menghentikan langkahnya membuat yushi bingung dan ikut berhenti.
"Ada apa hyung?" bingungnya. Sion hanya tersenyum lalu mengecup sayang pipi istrinya membuat yushi merona dan menundukkan kepalanya karena malu. Tanpa disadari sungchan melihat semuanya dan mengepalkan kedua tangannya.
"Bersenang-senang lah dahulu. Dan kau akan melihat akulah orang pertama yang akan merasakan tubuh istri tercintamu adikku sayang. Lalu kau akan melihat dia mengakhiri hidupnya seperti Kim Yeri." monolognya.
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
