Renjun saat ini terlihat tengah menikmati angin malam di balkon kamarnya, dia melihat betapa indahnya bintang yang menghias langit saat ini. Dia juga menutup matanya mencoba menekan rindu akan keluarganya lebih dalam. Biar bagaimanapun dia melakukan ini untuk kebaikan dirinya, agar dia dengar dan ayahnya membuka matanya, karena tidak semua keputusan orangtua adalah yang terbaik bagi anaknya.
Saking terlarutnya dengan perasaan dan pikirannya, renjun tak menyadari jaemin yang memasuki kamarnya. Sedangkan jaemin hanya tersenyum melihat sang kekasih yang berdiri di balkon lalu dia pun mengambil selimut tipis dan mendekat secara perlahan, sunyi tanpa suara apapun. Lalu dia pun menyelimutinya sembari memeluknya dari belakang, memberikan rasa hangat pada sang kekasih. Renjun kaget dan membuka matanya.
"Pangeran?!"
"Apa yang kau lakukan disini sayang? Lihat tubuhmu sudah dingin sekali." ucap jaemin.
"Aku hanya melihat bintang, dan lagi kenapa pangeran bisa ada disini? Bagaimana jika ada yang melihat saat kau masuk ke kamarku?" ucap renjun takut akan pandangan buruk semua orang karena posisinya dan identitasnya saat ini hanyalah seorang perawat. Dia tak mau dituduh sebagai perayu sama sekali.
"Tak ada yang tahu, karena hari sudah malam. Ditambah aku menyuruh semua pelayan tidak ada yang boleh memasuki lantai ini. Jadi kau tak perlu cemas." ucap jaemin dan renjun hanya menganggukan kepalanya lalu memilih memberikan semua beban tubuhnya pada jaemin dan menikmati elusan tangan jaemin pada perutnya.
"Apa aku juga harus ikut denganmu ke acara pernikahan pangeran jeno dan haechan?" ucap renjun ragu, dia takut kalau dia datang maka semuanya akan berakhir. Dia tidak mau bersama sih brengsek itu.
"Kau sudah berjanji pada calon istri pangeran jeno kan?" ucap jaemin. Renjun menganggukkan kepalanya.
"Tapi aku takut, aku takut akan ketahuan dan harus menikahinya. Aku tidak mau. Aku juga punya pangeran jaemin." ucap renjun. Jaemin tersenyum mendengar perkataan kekasihnya itu.
"Semuanya akan aman sayang. Peracayakan semuanya padaku. Kalau kau tidak percaya, besok ikut aku. Bagaimana?" ucap jaemin. Renjun menolehkan kepalanya ke kanan karena jaemin menumpukan kepalanya di bahu kanan renjun.
"Kemana?" ucap renjun bingung.
"Suatu tempat, dimana kau akan yakin denganku. Oke?"
"Hmm." angguk renjun.
At. Istana Ming in dinasti Ming.
Saat ini riku dan Samuel sedang berada di dalam kamar Samuel. Mengingat tak akan ada yang curiga pada Samuel sama sekali apalagi riku adalah pengawalnya yang diberikan titah oleh raja dan putera mahkota Ming itu.
"Bagaimana? Semuanya lancar bukan?" ucap Samuel menggunakan bahasa dari negeri sakura agar tak ada yang mengetahui percakapan mereka.
"Sudah semuanya oniichan. Hanya saja, apa kau yakin kita bisa keluar dengan aman untuk membawa semua jalang itu dan kelakuan buruk lainnya?"
"Tentu saja. Kau tahu, malam ini semua jalang itu akan keluar dengan bantuan orang-orang ku. Jadi, mereka akan lebih dulu sampai dan disembunyikan di dekat istana Joseon. Orang kepercayaan pangeran jeno akan menunggu disana." ucap Samuel.
"Baiklah. Aku harap semuanya lancar. Dan kita pasti akan membayar pesta pernikahan mereka yang kita hancurkan." ucap riku.
"Pasti, karena mereka membantu kita dan menyelamatkan renjun." ucap Samuel yang diangguki oleh riku. Mereka berdua berharap semuanya akan berjalan lancar, dan renjun bisa kembali ke pelukan mereka semua, keluarganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
Hayran KurguNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
