Setelah kepergian putera mahkota dan puteri mahkota, renjun memutuskan kembali ke dalam kamarnya. Pikirannya saat ini benar-benar sangat ribut dan penuh, dia tak tahu harus bagaimana saat ini. Keputusan yang akan di buatpun terasa sangat berat dan sulit. Kalau dia memilih mengalah untuk adiknya terasa sangat tidak mungkin mengingat sekarang dia sudah menikah dengan pangeran negeri Joseon itu. Dan sepertinya jaemin juga tak akan mau mengalah karena hal itu. Tapi, kalau dia tetap bersikeras mengalah dia dan jaemin akan terluka dan adiknya juga akan terluka karena renjun sangat tahu betapa brengseknya pangeran sungchan itu. Tapi renjun benar-benar menyalahkan adiknya itu, karena dari sekian banyak tuan muda dan pangeran kenapa harus pangeran sungchan? Kenapa adiknya memilih kisah menyedihkan untuk kisah cinta nya?
Jaemin terlihat berada di dalam ruangan kerjanya bersama dengan bomin, bomin juga sejak tadi melihat Duke nya itu hanya terdiam bahkan berkas yang ada di hadapannya hanya di bolak-balik saja saat ini.
"Maaf Duke?" jaemin lantas melihat orang kepercayaannya itu.
"Ya?" datar jaemin.
"Apa Duke perlu istirahat? Sepertinya hari ini tak perlu mengerjakan tugas dulu Duke. Mengingat kau juga baru saja menikah kemarin." ucap bomin dan jaemin hanya diam lalu dia pun berdehem.
"Dimana renjun?"
"Tadi terakhir kali saya melihat ducchess ke kamarnya duke." ucap bomin. Jaemin lantas beranjak dari duduknya dan dia pun langsung pergi dari ruangan kerja itu untuk menuju kamar renjun.
At. Istana Joseon.
Kereta kuda milik keluarga Seo sampai di halaman istana Joseon itu. Dan haechan yang merupakan penumpang kereta kuda itu lantas turun dan semua pekerja di istana itu membungkuk karena jelas tahu kalau haechan adalah calon menantu keluarga kerajaan itu.
Haechan lantas masuk kedalam istana dan diapun bertemu dengan kepala pelayan.
"Tuan muda Seo? Apa ingin bertemu dengan pangeran jeno?"
"Ya, apa pangeran jeno ada ditempat?"
"Maaf tuan muda, pangeran jeno baru saja keluar karena ada pekerjaan diluar istana."
"Aaa, yang mulia ratu ada dimana?" ucap haechan tersenyum.
"Yang mulia ratu ada di ruangan minum tea bersama dengan pangeran nakamoto tuan muda." ucapnya.
"Bisakah mengantarkan saya kesana?' ucap haechan karena dia tak mau jika berjalan seorang diri kesana walaupun sudah tahu dimana ruangannya.
"Baik tuan muda, silahkan." ucap kepala pelayan itu menyuruh haechan berjalan lebih dulu karena sang kepala pelayan tahu haechan sangat tahu tempatnya itu. Mungkin tuan muda itu hanya tak mau berjalan seorang diri.
Di depan ruangan minum tea.
"Katakan pada yang mulia ratu kalau tuan muda Seo akan masuk." ucap kepala pelayan itu.
"Maaf yang mulia ratu, pangeran nakamoto. Tuan muda Seo akan masuk."
Ceklek.
Pintu dibuka dan haechan pun membungkuk lalu masuk kedalam ruangan itu dan pintu kembali ditutup.
"Tumben berkunjung kemari haechan? Ingin bertemu dengan pangeran jeno?" ucap taeyong tersenyum melihat calon menantunya itu.
"Tadinya memang begitu ibu. Hanya saja pangeran jeno tidak ada ditempat." ucap haechan.
"Pangeran jeno berusaha menyelesaikan semua tugas nya sebagai pangeran sebelum hari pernikahan kalian, dan juga karena pangeran jeno ingin menjadi Duke di salah satu daerah bagian barat. Walaupun tetap Duke utama adalah pangeran jaemin. Kau sangat tahu bagaimana pangeran jeno bukan?"
"Ibu benar, padahal aku tidak mempermasalahkan jika pangeran jeno tetap berada di istana dan membantu yang mulia raja."
"Anak itu sangat keras kepala. Sama seperti pangeran jaemin. Dan, apa kalian berdua saling mengenal?" ucap taeyong tersenyum sembari melihat haechan dan shotaro.
"Kami saling mengenal yang mulia. Apalagi kak haechan adalah teman dari renjun ge." ucap shotaro tersenyum.
"Aaa, baguslah. Setidaknya kalian tidak akan canggung. Mungkin haechan kaget karena ada pangeran shotaro disini."
"Sepertinya memang begitu yang mulia." ucap shotaro mengiyakan.
Disaat bersamaan pelayan sang ratu masuk dan membungkuk pada semuanya.
"Maaf yang mulia, yang mulia raja memanggil anda." ucapnya.
"Baiklah. Ibu tinggal dulu. Kalian berbincang lah disini." ucap taeyong tersenyum.
"Baik ibu/ baik yang mulia." ucap keduanya membungkuk dan taeyong juga pelayannya keluar meninggalkan haechan yang menatap penuh curiga pada shotaro.
"Kenapa menatapku begitu kak? Kau seperti ingin memakan ku hidup-hidup."
"Aku jelas tahu maksudmu kemari bukan hanya sekedar liburan pangeran shotaro? Apa aku benar?" ucap haechan mendekat pada adik renjun itu.
"Apa saya harus memberitahu semuanya pada kakak?"
"Tidak. Hanya saja semua ini tidak pantas kau lakukan saat kakakmu saja tidak tahu berada dimana."
"Apa maksud kakak? Kakakku jelas sedang berlibur di luar negeri sebelum pernikahannya." ucap shotaro sedikit gugup.
"Aku tidak bodoh pangeran shotaro. Berlibur dan kabur itu bedah jauh. Aku bukan setahun dua tahun mengenal kakakmu. Dan apa pantas seorang adik melakukan hal lain saat kakaknya tidak tahu berada dimana?" shotaro hanya terdiam tanpa bisa menjawab haechan sama sekali saat ini.
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
