J56

1.1K 183 5
                                        


Kereta kuda milik keluarga bangsawan Seo tiba di istana dan haechanpun langsung keluar, tujuannya ke istana saat ini hanyalah untuk bertemu dengan sahabatnya. Perasaannya benar-benar tidak tenang, apalagi selama hampir lebih dari seminggu dia tak bertemu dengan sahabatnya. Sejak pernikahan putera mahkota dan putri mahkota.

Haechan masuk tanpa mengindahkan para pelayan yang membungkuk padanya, dia berjalan terus hingga tak sengaja menabrak seseorang.

"Maafkan saya." Ucap Haechan menunduk.

"Kau? Bukankah kau calon istri hyungku?" Haechan lantas mengangkat kepalanya dan sedikit kaget saat melihat dia menabrak pangeran sungchan.

"Sekali lagi maafkan saya pangeran." Ucap Haechan.

"Tak perlu minta maaf Hyung, lagian kau adalah calon kakak iparku. Kau juga sangat manis." Ucap sungchan tersenyum dan akan mengelus kepala Haechan tapi dia mengurungkan niatnya setelah melihat kedatangan jaemin dan renjun tak jauh. Haechan hanya menatap bingung pada adik dari calon suaminya itu dan diapun merasa penasaran dengan arah pandangan sungchan, hingga dia berbalik dan melihat jaemin juga sang sahabat membuatnya merasa lega.

"Selamat siang pangeran jaemin." Ucap Haechan karena biar bagaimanapun dia harus sopan pada kembaran calon suaminya itu. Jaemin hanya berwajah datar lalu diapun menatap tajam adiknya itu.

"Apa kau ingin bertemu dengan pangeran jeno?"

"Ne." Ucao Haechan sembari melihat renjun.

"Pangeran jeno sedang tidak di tempat, dia ada urusan diluar istana. Kau bisa pergi." Datar jaemin.

"Apa bisa saya bicara dengan perawat Huang lebih dulu pangeran jaemin?" Ucap Haechan sedikit takut, dan jaeminpun hanya berdehem lalu menatap adiknya.

"Ada yang akan aku bicarakan denganmu, ikut aku."datar jaemin lalu diapun pergi lebih dulu diikuti oleh sungchan. Haechan langsung memegang tangan dahaganya dan melihat dari atas sampai bawah, untuk memastikan kalau sahabatnya baik-baik saja.

"Kita bicara di kamarku saja." Ucap renjun menarik Haechan dan berjalan cepat membuat sang empu harus mengikuti dengan terburu-buru.

Dikamar renjun.

"Kau membuatku benar-benar sangat cemas renjun, bagaimana bisa kau pergi dengan pangeran jaemin? Kau kan tahu kau bisa saja berada dalam bahaya, pangeran jaemin tak sebaik itu." Ucap Haechan kesal.

"Kau kan tahu kalau aku melakukan hal gila ini karena aku tak mau ketahuan lebih cepat " Ucap renjun.

"Tetap saja. Apa kau lupa statusmu? Ayolah Nakamoto Renjun, biar bagaimanapun kau adalah pangeran dari negeri seberang." Ucap Haechan kesal.

"Aku baik-baik saja haechan, lagian pangeran jaemin tidak seburuk itu." Ucap renjun. Mendengar hal itu, Haechan menatap curiga pada sahabatnya itu.

"Ada apa ini? Apa jangan-jangan kau jatuh cinta pada pangeran jaemin?"

"Kau ini bicara apa?"

"Habisnya perkataanmu sedikit ambigu "

"Aku hanya memujinya, karena kenyataannya begitu." Ucap renjun.

"Kau terlalu tenang Renjun, lagian aku akan memberitahu satu hal, jika pangeran jaemin tahu penyamaranmu, maka habislah sudah." Ucap Haechan.

"Dia sudah tahu kok." Santai renjun.

"Apa?!" Kaget Haechan.













Sementara itu, jaemin berada di suatu ruangan bersama dengan sungchan, dia tak menatap adiknya itu melainkan membelakanginya dan melihat keluar jendela.

"Ada apa hyung?"

"Aku tidak masalah jika kau benar-benar tak menyukai ku, tapi jangan bertingkah terlalu berlebihan pada calon suami kakakmu."

"Apa maksudmu?*

"Aku tahu apa yang akan kau lakukan pada tuan muda seo tadi, bersyukurlah karena aku masih memperingatkanmu. Menurutmu apa yang terjadi jika pangeran jenolah yang memergoki kegiatanmu tadi?" Ucap jaemin datar.

Sungchan hanya diam saja lalu diapun langsung keluar sembari membanting pintu sedikit. Membuat jaemin hanya melihat sekilas kearah pintu tanpa memikirkan apapun, dia hanya perlu mencari bukti apakah perkataan sion benar, biarpun sungchan adalah adiknya dia tetap tak akan tinggal diam sama sekali, tidak perduli siapapun yang membuat masalah, semuanya akan tetap dihukum sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat.





























😘😘😘

"Prince J" (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang