Saat ini keluarga kaisar sedang makan malam bersama, suasana kali ini sangat dingin dan suram.
"Ekhem!" semuanya lantas melihat kearah yuto.
"Ayolah, kenapa suasana sangat suram sekali, ini tidak seperti biasanya." ucap yuto tapi semuanya tetap diam.
"Oniichan?" yuta hanya menatap datar sang adik dan tetap melanjutkan acara makannya. Yuto hanya menghela nafas beratnya karena tahu seperti apa kakaknya itu.
Setelah makan malam, keluarga kaisar Nakamoto itu berpencar, ada yang ke kamar, melanjutkan kegiatan dan hanya sekedar bersantai, seperti shotaro yang saat ini sedang menikmati segelas tea di salah satu balkon sembari melihat pemandangan malam.
"Gege, kau pasti sangat bahagia. Karena setidaknya kau tidak ada disini. Dan kalau takdir memungkinkan kau bisa menikahi salah satu pangeran Joseon bukan pangeran dinasi ming yang kau katakan brengsek di dalam suratmu. Tapi, apa aku tak pantas bahagia juga ge?" monolognya.
"Keponakan ku?" shotaro lantas berbalik dan melihat yuto lalu sang paman lantas berdiri di sebelahnya.
"Jangan pikirkan soal ayahmu yang menolak tadi, kau tahu bukan kalau ayahmu hanya kaget. Kau harus memberikan dia waktu. Dia pasti akan mementingkan kebahagiaan anak-anak nya." ucap yuto.
"Ntahlah ojisan. Aku tak bisa tetap berpikiran positif setelah penolakan otusan tadi." ucap shotaro.
"Ojisan yakin otusanmu hanya kaget dan butuh waktu saat ini. Apalagi kau tahu betapa khawatir nya otusan mu pada keadaan renjun. Jadi sekarang kau harus bersabar dulu hmm?" ucap yuto sembari mengelus kepala sang keponakan.
"Hmm, aku mengerti ojisan." ucap shotaro dan yuto hanya tersenyum.
At. Istana Joseon.
Terlihat jaeyong, markwoo, siyu, jeno dan sungchan tengah makan malam bersama. Sebenarnya keadaan lumayan canggung dan aneh saat ini, apalagi mark yang ntah kenapa menatap tajam pada sang adik. Jeno dan Sion menyadari hal itu, bahkan jaehyun dan taeyong juga sama.
"Ekhem!" jaehyun berdehem membuat semuanya menatap pada sang raja.
"Pangeran Jeno, pangeran Sungchan nanti temui ayah diruangan ayah." perintah jaehyun membuat keduanya hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban mereka berdua.
Beberapa menit setelah makan malam, mark lantas segera pergi menuju ruangan kerja, sedangkan jung woo menatap bingung pada suaminya yang lumayan aneh, apa suaminya marah perihal sungchan atau perihal sikapnya pada sang adik putera mahkota itu.
"Maaf puteri mahkota." ucap Sion yang mendekat bersama dengan yushi.
"Iya ada apa pangeran Sion? Puteri yushi?" bingung jung woo menatap keduanya.
"Apa saya bisa bicara dengan putera mahkota?"
"Silahkan pangeran Sion, lagian kau tidak perlu izin padaku. Biar bagaimanapun suamiku adalah kakakmu. Dia ada di ruang kerja, tadi aku melihatnya kearah ruangan kerja." ucap jung woo tersenyum.
"Baiklah. Istriku, aku ke putera mahkota dulu." ucap Sion menatap yushi dan yushi hanya menganggukkan kepalanya. Lalu Sion pun langsung pergi.
"Puteri mahkota ingin berbincang?" ucap yushi dan jung woo hanya mengangguk lalu keduanya pergi menuju taman belakang istana yang sangat indah saat malam hari.
Di ruangan khusus raja.
Jeno dan sungchan masuk dan membungkuk pada ayah mereka. Jaehyun menatap kedua anaknya secara bergantian.
"Apa masih ada kekurangan untuk acara pernikahan mu pangeran jeno?"
"Semuanya sudah aman ayah."
"Bagaimana dengan pangeran jaemin?"
"Pangeran jaemin akan datang sehari sebelum acara pernikahan ayah."
"Baiklah. Mengenai seserahan untuk keluarga bangsawan Seo? Apa sudah beres?"
"Sudah ayah." ucap jeno sangat yakin.
"Baiklah, kau bisa keluar." ucap jaehyun dan jenopun langsung mengangguk lalu membungkuk sebelum keluar dari dalam ruangan khusus raja itu.
Setelah jeno keluar, jaehyun pun menatap sungchan membuat sungchan bingung dan sedikit takut, pasalnya dia merasa tak membuat masalah yang serius sama sekali sampai harus di panggil dan berbicara berdua dengan ayahnya. Walaupun raja ini adalah ayahnya tapi ayahnya tak akan pandang bulu sama sekali.
"Ada apa ayah? Saya rasa, saya tak membuat masalah sama sekali." ucap sungchan menunduk.
"Persiapkan dirimu besok." sungchan lantas mengangkat kepalanya kaget.
"Maksud ayah?"
"Pangeran ketiga dari Kaisar Nakamoto, Nakamoto Shotaro akan datang dan menetap untuk melakukan pendekatan denganmu. Jadi dia akan tinggal selama beberapa waktu disini. Jangan sampai kau mengabaikannya." ucap jaehyun.
"Apa ini masuk akal ayah? Kenapa tiba-tiba?"
"Ini bukan tiba-tiba, hanya saja baru diberikan izin oleh Kaisar Nakamoto belum lama ini."
"Baiklah saya mengerti, saya pasti akan melakukan yang terbaik. Lagian lumayan, aku bisa mencicipinya. Syukurlah jika dia menyukaiku." lanjutnya dalam batin.
"Baiklah. Kau bisa keluar." ucap jaehyun dan sungchan membungkuk lalu dia pun keluar dari ruangan khusus raja itu.
Keesokan harinya, terlihat keluarga Kaisar yang tengah sarapan bersama dan masih sama dengan suasana tadi malam. Yuta menatap satu persatu anggota keluarganya hingga berhenti pada anak ketiganya.
"Pangeran shotaro?" sang empu lantas melihat kearah sang ayah.
"Kau bisa pergi hari ini ke istana Joseon. Lakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia." datar yuta. Membuat semuanya kaget bukan main apa lagi shotaro yang sampai memelototkan matanya karena perkataan sang ayah.
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
