Mark terlihat tengah membawa Jung woo berkeliling dengan kudanya setelah anak dari tabib Kim itu resmi menjadi istrinya beberapa hari yang lalu.
"Yang mulia?"
"Ada apa?" Ucap Mark masih terus membuat kuda yang mereka berdua naiki terus berjalan santai.
"Ini sudah hampir seminggu pangeran jaemin pergi? Apa menurutmu terjadi sesuatu hingga membuat pangeran jaemin lama?"
"Sepertinya ini terjadi karena cuaca, cuaca salju di perbatasan pasti sangat ekstrim sekali istriku, mungkin itu alasan kenapa adikku belum kembali." Ucap mark.
"Bagaimana kalau ternyata mereka semua kenapa-napa yang mulia?"
"Tidak akan istriku, aku sangat mengenal pangeran jaemin, dia pasti akan kembali dengan selamat. Kau tidak perlu cemas." Ucap Mark dan jung woo hanya menganggukkan kepalanya saja sembari menikmati pemandangan desa yang tak jauh dari istana ini.
At. Istana.
Terlihat sion dan Yushi tengah berada dihalaman belakang istana itu sembari meminum tea dan menikmati udara yang mulai hangat kembali.
"Hyung?"
"Kenapa sayang?"
"Kenapa pangeran jaemin dan perawat Huang belum juga kembali? Apa ada sesuatu yang terjadi ya hyung?" Cemas Yushi.
"Mereka pasti baik-baik saja istriku, perbatasan antara dinasti Ming dan Joseon benar-benar memiliki cuaca yang ekstrim, mungkin karena itu mereka gak bisa cepat kembali." Ucap sion.
"Aku tak mau sampai mereka semua kenapa-napa." Ucap Yushi dan sion pun menggenggam kedua tangan istrinya itu lalu menatapnya dengan tatapan lembut
"Percaya pada Hyung, mereka pasti akan kembali dengan selamat. Sekarang kau hanya boleh fokus dengan kesehatanmu saja."
"Hmm, tapi Hyung tak akan jauh-jauh dariku bukan?" Ucap Yushi takut takut.
"Tidak akan sayang, aku akan selalu berada di dekatmu. Besok kau akan mulai kembali bersekolah bukan?"
"Hmm." Angguk Yushi.
"Hyung akan mengantar dan menunggumu. Jadi kau tenang saja hmm?"
"Hmm." Angguk Yushi dan sion hanya memberikan senyuman penenang bagi istrinya itu.
At. Perbatasan dinasti Ming dan Joseon.
Renjun sedang menggendong Eunseok sembari melihat dari jendela yang memang sengaja di buat di tenda itu, salah dibeberapa sisi menggunakan tenda transparan yang memungkinkan orang yang berada didalamnya bisa melihat keadaan diluar.
"Eunseok lihat nak, salju masih turun cukup deras. Sepertinya kita akan lama disini. Ini bahkan sudah 3 hari berlalu." Ucap renjun sedangkan sih kecil hanya duduk dengan tenang dipangkuan renjun. Tak lama hwall mendekat dan ikut duduk disebelah renjun.
"Aku tak menyangka kita akan terjebak cukup lama disini ge." Ucap hwall.
"Kau benar, apalagi kau harus sekolah bukan?"
"Aku malah senang karena libur hehehe." Ucap hwall diselingi tawa.
"Nak, kamu jangan meniru hwall ya?" Ucap renjun pada Eunseok tapi Eunseok hanya menepuk tangannya.
"Aku yakin dia akan tumbuh menjadi anak yang pintar ge. Apalagi diurus oleh Gege." Ucap hwall.
"Aku berharap benar-benar bisa mengurusnya nanti." Ucap renjun.
"Pasti bisa ge, nanti aku bantu. Tapi semuanya harus atas izin yang mulia ratu, yang mulia raja dan pangeran jaemin sih." Ucap hwall.
"Hmm." Angguk renjun, sementara itu jaemin sedang berbicara dengan bomin di dalam kereta kuda milik jaemin itu.
"Apa tidak memungkinkan untuk kita berjalan pulang saat ini?" Ucap jaemin karena dia takut kalau nantinya raja Lai dan pangeran Lai itu mengetahui apa yang terjadi
"Sepertinya akan sangat berbahaya yang mulia, bagaimana jika kita menunggu sampai besok. Masalahnya saat ini kita membawa banyak sekali barang, kalau hanya dengan kuda kita masing-masing, pasti bisa yang mulia."
"Kau tahu apa yang membuatku cemas bukan?" Ucap jaemin datar.
"Ne yang mulia, tapi sepertinya mereka tak akan sadar sama sekali yang mulia, kalaupun mereka sadar dengan apa yang terjadi, pasti mereka juga tak akan menyangka kalau itu ulah kita, mengingat sekarang kita bahkan telah menyamarkan semuanya dengan baik, dan para pengawal itu tak mungkin mengganggu tempat kita ini yang mulia. Apalagi kita semua memakai penutup wajah kecuali Anda, perawat Huang dan pelayan Hwang, sepertinya semuanya akan baik kalau yang mulia berhati-hati."
"Baiklah, aku mengerti." Ucap jaemin lalu keduanya pun keluar dan jaeminpun mendekat pada renjun, hwall yang sadar lantas menjauh dari sana.
"Maaf karena kita belum bisa juga kembali saat ini." Ucap jaemin, renjun lantas melihat kesebelahnya dan tersenyum.
"Ini bukan kesalahan pangeran, lagian ini sudah merupakan hal yang tak bisa kita prediksi sebagai manusia pangeran." Ucap renjun dan jaemin hanya terdiam dengan tatapan terpanah pada senyuman itu.
"Dia benar-benar sangat indah sekali." Batinnya.
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
