Setelah melakukan pengikatan janji seumur hidup itu, jaemin dan renjun berjalan-jalan di pasar bahkan tangan keduanya saling bertautan walaupun renjun merasa takut kalau orang-orang memandang sebelah mata dan juga takut menghadapi semua rakyat. Tapi jaemin tak memperdulikan itu sama sekali dan dia pun hanya terus berjalan walaupun dengan wajah datarnya. Sampai renjun berhenti karena melihat topi yang bagus.
"Kau ingin membeli satu?" bisik jaemin. Renjun lantas menatap jaemin dan mengangguk sembari tersenyum.
"Baiklah aku akan belikan. Tapi, nanti malam kita harus menghabiskan waktu bersama. Kau pasti mengerti kan?" bisik jaemin. Wajah renjun merona seketika dan dia pun langsung berlari begitu saja karena malu membuat jaemin tersenyum kecil lalu memilih mengejar istrinya lebih dulu.
Di tempat berbeda terlihat mark dan jungwoo yang berada di salah satu desa, tujuan utama untuk mengadakan pertemuan pada kepala desa setempat dan jungwoo yang ikut untuk melihat kondisi penduduk disana.
"Suamiku?" mark lantas melihat ke arah jungwoo.
"Aku merasa kedatangan pangeran shotaro terlalu mendadak hanya untuk sekedar liburan. Apalagi kita juga tahu kalau pangeran renjun itu bukan liburan melainkan kabur. Dan kita juga tahu dia ada dimana." ucap jungwoo.
"Aku juga tidak mengerti. Tapi, satu hal yang pasti. Ini bukanlah soal liburan tapi soal menjodohkan pangeran sungchan dan pangeran shotaro."
"Tapi itu sangat tidak mungkin suamiku. Apalagi semuanya pasti sadar kalau ada sesuatu antara pangeran jaemin dan pangeran renjun."
"Aku tahu, aku hanya takut ibu dan ayah melakukan kesalahan yang jauh lebih fatal. Hanya itu." ucap mark.
"Jika memang benar begitu, bukankah salah satunya harus mengalah. Ntah itu pangeran jaemin dan pangeran renjun atau pangeran sungchan dan pangeran shotaro."
"Hmm" jungwoo hanya bisa berdoa semoga tidak ada hal buruk yang akan terjadi.
At. Kediaman keluarga bangsawan Seo.
Haechan sedang menikmati udara yang sedikit mendung itu dan dia pun melihat kedatangan jeno dengan kudanya, membuatnya seketika berlari kecil dan tersandung kakinya sendiri untung saja jeno sudah turun dari kuda dan langsung menangkap tubuh calon istrinya itu.
"Haechan? Kalau tadi jatuh bagaimana?" cemas jeno.
"Maaf hyung. Hehehe." ucap haechan sembari tertawa kecil.
"Jangan ulangi lagi." ucap jeno dan haechan hanya mengangguk sambil tersenyum. Jeno lantas membuat haechan berdiri tegak dan melepaskan pelukan mereka berdua.
"Hyung tidak sibuk? Bukannya hyung akan sangat sibuk sampai hari pernikahan kita?" ucap haechan.
"Hmm, aku hanya ingin berkunjung sebentar untuk melihat wajahmu." ucap jeno dan haechan menunduk karena malu.
"Hyung belajar menggoda dari mana?" cicitnya, jeno hanya tersenyum kecil lalu dia pun mengangkat dagu haechan agar calon istrinya itu menatapnya.
"Ada yang ingin aku katakan juga"
"Apa hyung?"
"Pangeran Nakamoto Shotaro, tiba-tiba datang untuk liburan tapi aku merasa ada usaha dalam mendekatkan pangeran shotaro dan pangeran sungchan."
"Ne?! " kaget haechan.
"Hmm aku juga kaget tadi. Tapi, pangeran shotaro mengatakan hanya ingin liburan saja disini." ucap jeno.
"Tidak mungkin. Aku sangat tahu pangeran shotaro tak mungkin hanya sekedar liburan. Aku sangat mengenalnya." batin haechan. Jeno menatap bingung haechan yang tiba-tiba melamun.
"Ada apa haechan?" sang empu lantas tersadar lalu dia pun hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum dan sepertinya dia harus ke istana nanti atau besok. Dia harus memastikannya sendiri. Terutama tujuan kedatangan adik renjun itu.
Bulan bersinar dengan terang malam ini, terlihat renjun yang menatap jaemin yang saat ini berada di dalam kamarnya bahkan sampai tak berkedip sama sekali.
"Jangan melihatku terus pangeran, aku—aku"
"Hyung."
"Ne?" bingung renjun.
"Aku lebih tua darimu istriku. Jadi panggil aku hyung mulai hari ini jika hanya ada kita berdua. Ingat? Status kita bukanlah seorang Duke dan perawatnya tapi Duke dan ducchess nya. Istrinya, rumahnya." ucap jaemin dan renjun semakin merona. Jujur hatinya benar-benar sangat senang bukan main saat ini.
"Coba panggil aku."
"Hyung." cicitnya.
"Aku tidak dengar." ucap jaemin sembari mendekatkan telinganya pada bibir renjun.
"Hyung." dan jaemin pun tersenyum lalu menatap mata indah serupa rubah itu dan dia pun menidurkan tubuh mungil istrinya secara perlahan ke atas tempat tidur dengan jaemin yang mendukung tubuhnya dan tak lepas dari menatapnya.
"Malam ini dan selamanya, tak akan ada yang bisa memisahkan kita renjun. Kau milikku dan aku milikmu. I love you." ucap jaemin dan renjun pun tersenyum lalu mengalungkan tangannya pada leher jaemin.
"I love you too." balas renjun dan jaemin pun mencium lembut bibir manis istrinya itu sebelum berubah menjadi ciuman panas untuk saling menyatu dan menikmati malam pertama mereka.
At. Istana Joseon.
Shotaro mondar-mandir didalam kamarnya karena jam sudah menujukkan pukul 10 malam dan tak lama pintu kamarnya pun diketuk.
Cek lek.
Shotaro menatap sungchan kaget karena pangeran itu benar-benar datang jam 10, tapi baginya semua ini akan setimpal dengan dia yang pasti akan bersama dengan pangeran sungchan. Dan cintanya akan terbalaskan. Dia hanya perlu berkorban.
"Sudah siap?"
"Hmm. Tapi, ini yang pertama bagiku pangeran." ucap shotaro menunduk. Sungchan hanya tersenyum lalu dia pun mendorong shotaro masuk kedalam kamar lalu dia yang ikut masuk dan menutup pintu. Tanpa menyadari ada sepasang mata yang melihat hal itu dengan tatapan kaget.
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
