J66

996 156 1
                                        

Beberapa jam telah berlalu dan kereta kuda memasuki wilayah istana dan salah satu pengawal langsung memanggil raja, ratu, putera mahkota, Puteri mahkota, pangeran dan putri. Juga tak lupa tabib Kim.

Semuanya telah menunggu kedatangan yang lainnya, bahkan dengan harapan terendah, mereka juga sudah membuat pemakaman yang layak untuk jaemin jika memang pangeran Jung itu tak bertahan sampai di istana.

Kereta kuda berhenti dan pintu pun dibuka, renjun dibantu keluar dan menatap semua keluarga istana Jung itu dengan tatapan sendu nya lalu diapun membungkuk dan tak lama para pengawal dari jaemin menurunkan tandu jaemin, dimana jaemin belum sadar sama sekali.

"Bagaimana kondisi pangeran jaemin?"

"Pangeran jaemin baik-baik saja yang mulia, pangeran jaemin mampu bertahan. Sekarang kita harus segera membawa pangeran Jaemin ke kamarnya dan tabib Kim bisa kembali mengecek keadaannya." Ucap renjun dan semuanya lega mendengar hal itu, tapi tidak dengan sungchan. Ntah kenapa dia malah tidak suka kabar gembira soal kakaknya itu. Dia seolah-olah merasa terancam karena hal itu.

Para pengawal jaemin lantas membawa jaemin masuk kedalam istana dan langsung mengarah ke kamar sang pangeran, mereka meletakkan jaemin dengan perlahan dan Doyoung mulai mengecek keadaan jaemin, begitu pula dengan lukanya setelah para pengawal keluar meninggalkan keluarga inti istana.

"Luka di perut pangeran jaemin sudah mulai menutup yang mulia, padahal belum ada sehari saya melakukan pengobatan." Kaget Doyoung. Taeyong bersyukur saat mendengar nya dan diapun mendekat pada renjun sembari menggenggam tangan renjun.

"Pangeran Nakamoto, apa yang kau berikan pada anakku?"

"Itu adalah obat herbal resep rahasia milik keluarga Huang." Ucap renjun.

"Obat langkah yang mujarab itu?!" Kaget Jung woo karena dia bahkan tak bisa membuatnya sama sekali.

"Benar Puteri mahkota." Ucap renjun tersenyum.

Taeyong memeluk renjun, dan sang empu membalas pelukan itu.

"Terimakasih pangeran." Ucap taeyong dan renjun hanya mengangguk lalu pelukan pun terlepas setelahnya.

"Kita akan terus memantau keadaan pangeran. Sekarang biarkan pangeran istirahat, dan untuk sekarang saya terpaksa meminta bantuan pangeran Nakamoto untuk menjaga pangeran jaemin sementara waktu.*

"Tidak masalah. Kondisi pangeran jaemin memang harus selalu di pantai saya mengerti." Ucap renjun tersenyum dan senuanya pun keluar dari kamar jaemin, menyisakan renjun disana. Renjun duduk disebelah jaemin yang masih menutup matanya itu dan merapikan anakan rambut pangeran itu.

"Makasih karena sudah bertahan pangeran jaemin. Kau hebat." Ucap renjun pelan sembari menatap sang pangeran.

















At. Istana dinasti Ming.

Samuel sedang berada di halaman belakang istana itu dan tak lama diapun melihat sang adik yang mendekat dan berdiri di sebelahnya.

"Bagaimana oniichan? Kau sudah menjalankan rencanamu?"

"Hmm, aku juga sudah mengirimkan surat untuk pangeran jeno dan pangeran jaemin, begitu pula dengan Haechan."

"Oniichan, apa kau yakin akan membongkar semuanya saat acara pernikahan pangeran jeno?"

"Hmm, karena itu saat yang tepat. Lagian mereka berdua harus segera menerima ganjarannya."

"Aku hanya takut renjun ge merasa bersalah karena pernikahan sahabatnya hancur."

"Kau tenang saja, renjun pasti mengerti. Dan sahabatnya pasti akan membantu dengan lapang dada." Dan riku hanya mengangguk berharap rencana mereka lancar tanpa ada hambatan apapun.

Lama terdiam, Riku kembali berdehem membuat sang kakak melihat kearahnya.

"Aku mendengar kalau kau membatu seseorang yang terluka. Bagaimana kondisinya sekarang oniichan?"

"Kondisi nya sekarang aku tidak tahu, hanya saja aku harap dia tertolong."

"Apa dia seorang budak?"

"Sepertinya begitu, aku cukup kasihan melihatnya. Semoga setelah sembuh dia menjalani hidup dengan baik."

"Semoga saja oniichan. Dan semoga kebaikanmu dibalaskan oleh Tuhan. Siapa tahu setelah semuanya berakhir kau akan mendapatkan pendamping."

"Aku belum terpikirkan soal itu, kau sangat tahu aku."

"Ya ya ya."

































😘😘😘

"Prince J" (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang