Jaemin dan renjun tengah berjalan disekitar desa yang tak jauh dari istana, keduanya menikmati waktu yang tanpa sadar berakhir cukup singkat, dimana saat ini keduanya tengah berjalan di pinggiran sungai menikmati mata hari yang mulai tenggelam.
"Kenapa pangeran tiba-tiba mengajak aku jalan-jalan."
"Karena mungkin saya akan pergi cukup lama dari istana." Renjun menghentikan langkah kakinya begitu mendengar penuturan jaemin.
"Maksud pangeran?"
"Aku akan pergi ke perbatasan desa bagian barat untuk berperang dengan orang-orang ku."
"Berperang? Kenapa? Bukankah ada panglima lain?"
"Karena saya mampu, jadi berjanji lah pada saya untuk tetap baik-baik saja sampai saya kembali. Berjanji lah untuk tidak ketahuan."
"Apa tidak bisa saya ikut? Bukankah akan jauh lebih aman?"
"Itu akan sangat berbahaya dan jika sampai kaisar Nakamoto mendengar anaknya ikut berperang dengan saya? Apa yang kira-kira bisa dilakukan oleh ayahmu?" Renjun menunduk dan menjawab dalam pikiran menganai apa yang akan dilakukan ayahnya itu.
"Saya akan kembali sesegera mungkin." Renjun lantas mengangkat kepalanya dan keduanyapun bersitatap.
"Berjanjilah untuk kembali dalam keadaan sehat pangeran." Ucap renjun. Jaemin tersenyum kecil lalu diapun membawa renjun kepelukannya tanpa memikirkan apapun, sang empu kaget dengan tingkah jaemin tapi pada akhirnya tetap membalas pelukan pangeran Joseon yang sangat hangat baginya itu.
At. Istana Joseon.
Jeno kembali dan langsung masuk kedalam istana, tujuannya saat ini adalah mencari kembarannya tapi saat berada didepan kamar sang kembaran tak ada siapapun di dalam kamar itu, jeno menghela nafas beratnya lalu diapun memilih pergi menuju kamarnya dan bersisian dengan adik bungsunya yang sepertinya akan menemui jaemin.
"Sion?" Sang empu lantas berhenti lalu berbalik.
"Iya Hyung, ada apa?"
"Kau mencari jaemin?"
"Ne, aku ada perlu dengan jaemin Hyung."
"Dia tak ada di kamarnya."
"Aaa, kalau begitu nanti saja." Ucap sion akan pergi tapi jeno menghentikan adiknya itu.
"Ada apa hyung?"
"Apa kau tahu apa maksud jaemin dengan menyuruh aku was-was pada pangeran sungchan? Dan menyuruh aku menjaga Haechan dari sungchan dengan baik. Kau tahu maksudnya?" Sion terdiam seketika, dia bingung harus menjawab apa saat ini.
Jeno menanti jawaban dari sion tapi sang adik seperti tak ada keinginan untuk menjawab sama sekali.
"Katakan Jung Sion." Ucap jeno datar. Sion terlihat gugup lalu menatap kakaknya itu.
"Kita bicarakan di kamar Hyung saja. Tak ada yang boleh mendengar hal ini." Ucap sion dan jeno pun mengangguk setuju lalu jalan lebih dulu diikuti oleh sion.
Di kamar jeno.
"Katakan."
"Apa Hyung akan percaya semua yang aku katakan ini nantinya "
"Katakan saja, urusan aku percaya atau tidak, itu adalah urusanku."
"Ini ada kaitannya dengan kematian Puteri mahkota Yeri."
"Apa hubungannya ini dengan sungchan?"
"Hyung tahu bukan kalau Putri mahkota tiada dalam keadaan mengandung anak dari ntah siapa orangnya."
"Ya, lalu?"
"Orang yang menjadi dalang dari tiadanya Puteri mahkota Yeri adalah sungchan Hyung, dan anak yang dikandung nya adalah anak sungchan Hyung."
"Bagaimana mungkin? Kau jangan bercanda."
"Aku tidak bercanda sama sekali denganmu Hyung, aku mengetahui semuanya dari Yushi. Istriku. Kau ingat kejadian dimana istriku diculik?" Jeno mengangguk.
"Orang yang ada dibelakang penculikan itu adalah sungchan Hyung, dia bahkan mengatakan pada istriku kalau dia akan lebih dulu meniduri istriku jika sudah memasuki usia dewasa. Karena itu istriku mengalami gangguan panik, tapi semuanya berjalan baik setelah sungchan Hyung pergi untuk menyelesaikan sekolahnya, namun gangguan panik istriku datang lagi setelah sungchan Hyung kembali. Inilah alasan kenapa aku terus berada disekitar istriku dan lagi Hyung, aku yang meminta tolong pada jaemin Hyung untuk mencari buktinya, biarpun sungchan Hyung adalah saudara kita, tapi dia harus dihukum atas tindakannya yang sangat tercela itu hyung." Jeno yang mendengarnya hampir terjatuh tapi untungnya dia masih bisa berdiri dengan seimbang, dia hanya tak menyangka kalau adik yang selalu dia jaga malah merupakan dominan brengsek.
"Karena aku sudah memberitahu Hyung semuanya, mau kah Hyung juga membantuku mencari bukti bersama dengan jaemin Hyung?"
"Kalau ini demi kebaikan, aku akan melakukannya." Ucap jeno dengan tatapan kosong karena kebenaran yang baru dia ketahui.
"Bukti yang ada padaku dan istriku hanya diary milik mendiang Puteri mahkota Yeri, tapi ini tak akan memperkuat bukti kalau sungchan Hyung bersalah, apalagi kejadiannya sudah lama, dan itu memungkinkan sungchan Hyung tak akan terkena hukuman berat sama sekali."
"Aku akan mencari bukti itu, demi keselamatan keluarga istana. Dan calon istriku." Lanjutnya dalam hati.
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
