Hari pernikahan yang dinanti-nantikan oleh haechan dan Jeno akhirnya tiba. Semua rakyat menyambut dengan gembira pernikahan pangeran Jung dengan anak bangsawan Seo itu, bahkan perjalanan dari kediaman keluarga bangsawan Seo itu sudah dihias dengan sangat indah sampai ke istana. Semua rakyat juga akan menyaksikan pernikahan itu.
Sedangkan haechan yang telah selesai di dandan itu benar-benar merasa sangat gugup dan tegang. Dia gugup bukan karena pernikahannya tapi karena apa yang akan terjadi diacara pernikahannya dan pangeran Jeno nantinya. Itulah masalahnya.
Ceklek.
Haechan melihat adik bungsunya yang masuk kedalam kamarnya dari pantulan cermin dan mendekat padanya.
"Kau kenapa sangat tegang sekali hyung? Apa kau takut tak bisa membaca janji suci pernikahan kalian nantinya?" Ledek jeongmin.
"Diamlah. Aku tidak ingin berdebat denganmu. Dan kau bisa tidak untuk tak mencari gara-gara di hari pentingku." Kesal haechan.
"Baiklah. Aku tak akan menggodamu. Karena ini hari penting bagimu. Tapi, aku benar-benar tak siap kehilangan kakak. Setelah ini kakak akan tinggal di istana dan menjadi Puteri. Aku akan jauh dari kakak." Ucap jeongmin sedih. Haechan yang mendengarnya mendadak jadi ikut sedih. Karena walaupun adiknya itu selalu suka menggodanya tapi haechan tetap menyayanginya. Haechan lantas berdiri dan berbalik hingga berharap dengan adiknya yang sudah menunduk itu. Lalu diapun memeluknya.
"Walaupun kakak tidak tinggal disini lagi, kakak ini tetap akan menjadi kakakmu. Kau bisa bertemu dengan kakak kapanpun kau mau. Lagian istana dan rumah ini tidak terlalu jauh jeongmin." Ucap haechan.
"Tetap saja aku tidak akan bertemu kakak sesering sekarang hiksss...." Ucap jeongmin mulai menangis dan haechan hanya bisa menepuk pelan punggung adiknya agar tenang karena dia jujur juga berat meninggalkan rumah ini dan keluarganya tapi apalah daya, dia cepat atau lambat pasti akan tetap menikah dan meninggalkan keluarganya untuk bersama dengan suaminya.
At. Istana Joseon, in kamar jaemin.
Renjun terlihat sangat tidak tenang dan gugup saat ini, dia takut kalau pernikahan haechan dan pangeran Jeno akan kacau karena dia yang ikut hadir, walaupun jaemin sudah mengatakan semuanya akan baik-baik saja, renjun tetap tidak tenang dan mulai sedikit takut.
Ceklek.
Renjun sontak berbalik dan melihat jaemin yang memasuki kamar karena tadi sempat di panggil oleh yang mulia raja. Jaemin yang melihat istrinya masih tidak bisa tenang akhirnya mendekat dan diapun membawa tubuh mungil istrinya kedalam pelukannya. Renjun yang mendapatkan pelukan itu, lantas membalasnya tak kalah erat dan mulai menangis. Menumpahkan semua rasa gelisanya.
"Aku takut kak hiksss..."
"Semuanya akan baik-baik saja sayang. Kau percaya pada kakak kan? Semuanya akan baik-baik saja, baik pernikahannya dan semuanya. Kau tidak perlu gelisa." Ucap jaemin sembari menepuk pelan punggung sempit itu juga mengecupi kepala renjun.
"Tetap saja kak ini bukanlah hal yang bisa kita anggap sepele. Bagaimana jika hiksss.... Bagaimana jika nanti orangtuaku akan tetap menyuruh kita berpisah walaupun sudah tahu hubungan kita kak hiksss... Bagaimana jika mereka tetap akan menikahkanku dengan bajinga itu?"
"Sssttt, jangan katakan hal itu sayang. Kakak tidak akan membiarkan hal itu terjadi, kalaupun harus kehilangan nyawa kakak, kakak tidak akan membiarkan dia mendekat padamu apalagi sampai menjadikanmu miliknya. Karena kau hanya milik kakak." Ucap jaemin.
"Kakak tidak boleh meninggalkanku. Kalau kakak melakukan itu, aku benar-benar akan sangat membenci kakak. Apa kakak mengerti?" Ucap renjun sembari memukul punggung kokoh itu.
"Kakak mengerti. Kakak janji padamu sayang." Ucap jaemin sembari terus mengeratkan pelukannya pada sang istri.
Di kamar siyu.
Yushi melihat tamu undangan yang mulai berdatangan dari jendela kamarnya dan suaminya. Dan disaat bersamaan Sion pun mendekat pada sang istri lalu memeluknya dari belakang.
"Kak?"
"Apa aku mengagetkanmu?" Yushi hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya.
"Apa yang sedang kau pikirkan?'
"Apa semuanya akan berjalan lancar nantinya kak? Aku takut semuanya tidak akan berjalan sesuai rencana." Sion yang mendengarnya lantas melepaskan pelukannya dan membuat istrinya berbalik agar mereka saling berhadapan.
"Kau percaya pada pangeran jaemin kan?" Yushi mengangguk.
"Maka percayalah padanya. Aku yakin semuanya akan berjalan sesuai rencana nya." Ucap Sion dan yushi mengangguk lalu memeluk suaminya itu yang dengan senang hati dibalas oleh sang empu.
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
