J100

852 108 7
                                        

Jaemin, renjun, dan riku sudah keluar dari kamar tamu yang digunakan oleh riku, bomin yang melihat hal itu lantas mendekat dan membungkuk pada mereka.

"Kita berangkat sekarang." ucap jaemin dan bomin pun mengangguk tanda mengerti lalu diapun mempersilahkan ketiganya berjalan lebih dulu.

Semua pelayan yang ada membungkuk dan melihat kepergian jaemin dengan rombongannya seketika.




At. Istana Joseon.

Shotaro terlihat tengah menikmati suasana indah yang ada di halaman istana itu, dan diapun melihat beberapa pengawal dan pelayan yang menyiapkan acara pernikahan pangeran jeno dan calon istrinya itu.

"Aku berharap suatu saat aku dan pangeran sungchan yang akan berdiri di depan altar itu. Seperti apa yang akan terjadi antara pangeran jeno dan kak haechan." gumam shotaro pelan. Dan disaat bersamaan yushi yang melihat shotaro sendirian lantas mendekat dan berdiri disebelah shotaro. Shotaro yang sadar akan kehadirannya lantas melihat nya dan membungkuk  pada puteri Joseon itu. Yang merupakan menantu kedua negeri Joseon.

"Kenapa sendirian disini pangeran?"

"Saya hanya melihat para pengawal dan pelayan yang menghiasi tempat yang akan dijadikan tempat pemberkatan pangeran jeno dan istrinya." ucap shotaro. Yushi melihat hal yang sama dan teringat tentang pernikahannya dengan suaminya saat itu.

"Hiasannya sangat indah. Benar-benar lebih indah dari milikku." ucap yushi.

"Benarkah? Kalau itu saja sangat indah, aku yakin punya mu dulu juga tak kalah indah." ucap shotaro.

"Ya. Apalagi jika menikah dengan orang yang kita cintai."

"Aku selalu memimpikan hal itu." yushi lantas menatap shotaro dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan.

"Ada apa puteri?"

"Aaa tidak. Bukannya pangeran datang ke Joseon untuk liburan? Tapi saya tak melihat pangeran sama sekali mengelilingi negeri Joseon? Dan selalu berada di istana." ucap yushi bingung.

"Sebenarnya saya ingin pergi hari ini. Tapi, tidak jadi puteri karena keluarga saya sedang ada dijalan dan mungkin akan sampai hari ini untuk menghadiri acara pernikahan pangeran jeno."

"Aaaa, lalu bagaimana kabar dari pangeran renjun? Saya mendengar kalau pangeran renjun sedang liburan ke luar negeri sebelum akhirnya menikah " pancing yushi.

"Kakakku pasti baik-baik saja. Lagian sebentar lagi dia pasti kembali. Otusan dan mama juga selalu mengirimkan surat padanya. Jadi semuanya baik-baik saja. Dan lagi keluarga istana Joseon pasti nantinya akan berkunjung ke negeri sakura untuk pernikahan kakakku dan putera mahkota dinasti Ming." ucap shotaro tersenyum dan berbohong. Yushi hanya menganggukkan kepalanya atas kebohongan yang memang sudah dirancang keluarga kaisar itu. Demi menjaga nama baik dan mencari anak mereka secara diam-diam.




At. Kediaman bangsawan Seo.

Haechan sudah bersiap-siap dan akan pergi ke istana saat ini tapi belum sampai dia menginjakkan kakinya di luar rumah itu, ibunya sudah menghentikannya.

"Kau akan kemana haechan?" haechan lantas berbalik dan terkekeh.

"Ke istana ibu."

"Ibu sudah bilang kan padamu haechan. Kalau besok kau akan menikah dengan pangeran jeno, jadi tahan lah dirimu. Sebentar lagi juga kalian akan bertemu setiap hari. Apa tak bisa? Sebegitu inginnya kah kau bertemu pangeran jeno?" ucap ten kesal.

"Sebentar saja ibu. Lagian tujuanku bukan bertemu pangeran jeno tapi bertemu dengan shotaro dan mengatakan kalau apa yang dia lakukan saat ini tidak benar." lanjutnya dalam hati.

"Tidak. Itu tidak akan baik untuk acara pernikahanmu besok. Sekarang ayo masuk kedalam kamar" ucap ten sembari menarik anak keduanya itu dan membawa kedalam kamar sang anak dan mengunci pintu kamar anaknya.

"Ibu! Ayolah! Apa harus seperti ini?" ucap haechan setengah teriak sembari menggedor-gedor pintu kamarnya. Tapi tak ada jawaban apapun dari ibunya.































😘😘😘

"Prince J" (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang