Double update!!!
Seminggu setelah hari itu, jaemin dan renjun masih sama. Mereka sedikit merenggang dan berjarak sejak pembicaraan terakhir padahal mereka masih terhitung pengantin baru. Tapi, pembicaraan waktu itu sepertinya membuat keduanya berada dalam pikiran masing-masing. Walaupun Jaemin masih memperhatikannya tapi ntah kenapa ada dinding tak kasat mata yang ada diantara mereka berdua. Seolah-olah mereka tak mau berakhir saling berdebat.
Bomin juga menyaksikan hubungan Duke dan ducchess yang tak diketahui siapapun kecuali dia dan para pengawal Jaemin. Karena para pelayan yang memang bekerja dari daerah itu tak tahu apapun mengenai hal ini.
"Maaf Duke. Sepertinya kita akan berangkat ke istana besok pagi, mengingat acara pernikahan pangeran jeno dan calon istrinya tiga hari lagi akan berlangsung." ucap bomin.
"Baiklah. Saya mengerti." ucap Jaemin datar sedangkan renjun hanya diam saja. Jujur dia sangat takut, tapi tak mungkin kalau dia tak datang ke acara pernikahan sahabatnya. Tapi disisi lain dia tak mau bertemu putera mahkota dinasti Ming itu, dan orangtuanya pasti akan memaksanya menikahi putera mahkota itu. sekalipun dia tahu kalau renjun dan Jaemin telah menikah. Orangtuanya pasti akan memaksa mereka berpisah, itulah yang sangat dia takutkan. Jaemin menyadari ketakutan istrinya itu lantas diapun menyudahi acara sarapannya lalu beranjak dari kursinya. Renjun melihat dalam tatapan bingungnya.
"Setelah selesai temui saya di ruangan bekerja perawat Huang."
"Apa Duke sakit?" ucap renjun bingung dan juga mereka harus berhati-hati apalagi ada banyak mata yang memperhatikan.
"Sepertinya sedikit." ucap jaemin lalu diapun pergi lebih dulu. Dan tak lama renjun pun selesai sarapan lalu segera menemui suaminya di ruangan membaca.
Didalam ruangan membaca.
Jaemin melihat kedatangan renjun, lantas diapun beranjak dari bangkunya lalu mendekat pada istrinya dan diapun membawa tubuh mungil itu kedalam pelukannya. Mendapatkan pelukan itu renjun pun akhirnya mengeluarkan semua kegundahan hatinya dengan menangis.
"Gwaenchana. Mianhe, karena aku mendiami mu." ucap jaemin sembari mengelus kepala dan punggung istrinya itu.
"Ini salahku juga kak hiksss... Seharusnya aku tak mengatakan hal itu pada kakak hikssss... Harusnya aku tidak egois, apalagi hubungan kita sakral di hadapan tuhan." ucap renjun..
"Gwaenchana. Kita sama-sama salah. Sudah jangan menangis lagi."
"Aku takut kak. Aku takut, kalau aku pada akhirnya ketahuan dan bertemu orangtuaku. Mereka pasti akan memaksa ku menikahi putera mahkota dinasti Ming. Dan mereka pasti akan memaksa kita berpisah kak. Aku tidak mau hiksss... Tapi kalau tidak datang, itu pernikahan sahabatku." ucap renjun.
"Tenang saja. Semuanya akan baik-baik saja. Tak akan ada yang bisa memisahkan kita. Kau percaya pada kakak kan?" renjun hanya menganggukkan kepalanya yang tersembunyi di ceruk leher suaminya itu.
"Kakak akan pastikan kita akan selalu bersama. Kakak tidak akan mengalah untuk siapapun, karena kebahagiaan kita jauh lebih penting dari segalanya. "
"Aku juga tidak mau kak." ucap renjun mengeratkan pelukannya pada jaemin dan jaemin yang menganggukkan kepalanya sembari mengecup kepala istrinya itu. Untunglah mereka sudah berbaikan. Karena jujur saja jaemin sangat merindukan istrinya itu, apalagi sudah seminggu mereka tak tidur satu kamar setelah malam pertama keduanya.
At. Istana dinasti Ming.
Terlihat Samuel yang menyuruh riku ke kamarnya dan tak lama riku pun datang dengan sandiwara sebagai pengawal yang baik dari dinasti Ming untuk tamu dari Kekaisaran negeri sakura.
"Kapan kau akan pergi dari sini? Kau tahu bukan rencana kita besar tiga hari lagi."
"Aku akan pergi malam ini oniichan. Kau sendiri kapan akan kembali?" ucap riku menatap kakaknya itu.
"Kau pergi lah dengan hati-hati. Aku diajak pergi bersamaan dengan ayah dan anak itu dan sepertinya akan langsung ke Joseon. Kau juga akan langsung kesana bukan?"
"Ya. Malam ini aku akan berangkat. Dan aku akan ke tempat pangeran jaemin lebih dulu. Karena dia sekarang adalah Duke di bagian barat yang merupakan perbatasan langsung dari Dinasti ming. Mungkin kami akan berangkat bersama."
"Baiklah. Aku mengerti. Setidaknya kau bisa menjaga renjun bersama dengan pangeran jaemin. Jangan sampai rencana kita gagal. Mengerti Nakamoto Riku?" ucap Samuel dengan tatapan tajam dan wajah datar.
"Baik oniichan. Kau percayakan saja padaku." ucap riku.
"Baiklah kau bisa pergi." ucap Samuel dan riku pun keluar dari kamar Samuel.
"Tamatlah kalian berdua. Tidak akan aku biarkan adikku menderita." batinnya.
😘😘😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
