J80

1.4K 193 7
                                        


Dua Minggu telah berlalu begitu saja, jaemin juga sudah mulai melakukan pekerjaan nya juga menjalin hubungan secara diam-diam dengan renjun, karena memang itu keinginan renjun.

Hari ini adalah hari dimana jaemin akhirnya di Lantik sebagai Duke dari daerah barat, yang mana daerah itu adalah daerah yang berhasil di selamatkan oleh jaemin dengan hampir kehilangannya nyawanya.

Jaehyun selaku raja mengangkat jaemin secara langsung dihadapan semua rakyatnya, dan secara sah jaemin juga rombongannya akan berangkat dan menghuni kediaman khusus duke di daerah barat, dimana kediaman itu sudah berdiri kokoh. Dengan itu juga berarti sang raja menyatakan jaemin akan pindah dengan semua orang-orang nya termasuk salah satunya adalah renjun, dan jaemin juga disuruh memilih salah satu pelayan yang akan menjadi kepala pelayan di Duke itu.

"Baiklah, pangeran, kau bisa memilih salah satu pelayan istana ini untuk menjadi kepala pelayan di kediaman mu." Ucap jaehyun.

"Saya mengerti ayah, saya akan memilih pelayan Hwang Hwall sebagai kepala pelayan." Ucap jaemin membuat hwall tak menyangka mengingat dia belum tamat sekolah saat ini.

"Tapi anak saya belum selesai sekolah pangeran." Ucap ibu dari hwall.

"Saya mengerti, saya akan memberikan peraturan khusus sampai pelayan hwall tamat sekolah."

"Baiklah, saya mengerti." Ucap ibu dari hwall dan rombongan jaemin langsung memasuki kereta kuda yang membawa serta peralatan yang dibutuhkan, renjun juga akhirnya membungkuk pada jaehyun dan taeyong karena setelah ini dia harus bersama dengan jaemin dan tinggal bersamanya.

"Hati-hati dijalan" Ucap taeyong dan renjun hanya menganggukkan kepalanya lalu rombongan itupun pergi, Haechan juga melihat sang sahabat yang pergi dan tak akan berada di istana membuatnya sedih karena akan sangat jauh jika dia pergi ke daerah barat itu. Jeno yang melihat calon istrinya mengerti karena dia sangat paham kalau calon istrinya merasa sedih harus berpisah dengan renjun, apalagi posisi renjun saat ini sangat berbahaya.

Di jalan.

Renjun berada di kereta kuda yang sama dengan jaemin, dan diapun membiarkan tangan sang pangeran Joseon menggenggam tangan mungilnya, sedangkan dia melihat pemandangan di luar jendela kereta kuda itu.

"Apa pemandangan diluar lebih bagus sayang?" Renjun kaget mendengar panggilan jaemin padanya dan diapun langsung menatap bingung jaemin dengan wajah memerahnya.

"Apa kau sakit sayang?" Ucap jaemin menyentuh dahi renjun.

"Pangeran! Berhenti memanggilku begitu." Kesal renjun lalu melepaskan tangan jaemin dan melipat tangannya didepan dada dengan wajah cemberut dimana itu sangat menggemaskan baginya.

"Kau benar-benar sangat menggemaskan sayang." Ucap jaemin tertawa dan renjun semakin memerah juga semakin cemberut seketika.

"Jangan merajuk sayang, maafkan aku hmm?" Ucap jaemin menghadapkan renjun padanya dan mengusap pipi chubby kekasihnya itu.

"Kau menyebalkan pangeran."

"Maafkan aku ne?" Renjunpun menganggukkan kepalanya dan jaeminpun tersenyum melihatnya.

Disaat bersamaan, kereta kuda itupun terhenti begitu saja. Membuat jaemin dan renjun saling menatap.

"Maaf pangeran, putera mahkota Lai menghalangi jalan kita." Renjun yang mendengarnya seketika berkeringat dingin dan memegang erat lengan jubah jaemin.

"Kau tenang saja renjun, aku pastikan dia tak akan bisa membawa dan menyentuhmu sama sekali." Ucap jaemin menatap renjun dan menggenggam tangan yang memegang lengan jubahnya itu.

"Aku takut pangeran."

"Tenanglah, tunggu aku disini." Ucap jaemin lalu diapun melepaskan tangan renjun dan keluar dari kereta kuda itu. 

Di luar.

Guan Lin tersenyum saat jaemin keluar dan diapun turun dari kudanya lalu mendekat dan berhadapan dengannya.

"Ternyata benar kau masih hidup, perawat mu benar-benar sangat berbakat sepertinya."

"Saya tak suka berbasa-basi, saya rasa kita tak cukup dekat sampai kau menghentikan saya."

"Kau memang, tapi saya hanya ingin mengucapkan selamat pada Duke baru bagian barat, bukankah daerah bagian barat sangat dekat dengan perbatasan dinasti Ming, Kita akab bertetangga pangeran jaemin."

"Saya tidak perduli. Karena dua tempat itu berbeda, jadi jagalah batasan Anda dengan baik." Datar jaemin.

"Baiklah, saya ingin mengundang Anda untuk datang keacara minum tea dan juga merayakan status lajang saya yang akan segera berakhir, jadi datanglah duke." Ucap Guan Lin memberikan undangan itu lalu naik ke atas kudanya dan pergi bersama dengan rombongannya.

"Bomin!" Sang pengawal setia lantas mendekat dan berdiri disebelah jaemin.

"Buang dan pastikan kalau dia tak akan mendekat pada wilayah ku juga menyentuh perawat Huang."

"Baik pangeran" dan jaeminpun langsung kembali masuk kedalam kereta kuda lalu melihat renjun yang masih ketakutan, diapun mendekat dan duduk disebelah sang kekasih lalu membawanya kedalam pelukannya.

"Semuanya sudah aman renjun, semuanya akan baik-baik saja, kau tidak akan pergi kemanapun selama aku ada disini " Ucap jaemin dan renjun hanya membalas pelukan pangeran itu, karena biar bagaimanapun yang bisa dia lakukan adalah percaya dan bergantung pada pangeran itu.


























😘😘😘

"Prince J" (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang