J99

800 109 0
                                        

Jam sudah menunjukkan pukul 01:00 dimana kuda yang di tunggangi oleh riku sampai di kediaman Duke Jung itu. Pengawal yang mengenali riku yang merupakan salah satu pangeran dari negeri sakura itu lantas membungkuk.

"Apa Duke Jung sudah tidur?" ucap riku yang sudah turun dari kudanya.

"Ya pangeran. Apa mau berbicara?"

"Tidak perlu. Ruangan mana yang bisa saya pakai untuk istirahat sebelum berangkat menuju istana besok pagi?"

"Mari saya antarkan." ucap salah satu pengawal lalu riku pun mengikutinya.

Keesokan paginya, terlihat matahari sudah bersinar dengan terangnya dan kicauan burung yang sangat indah menjadi alarm pagi yang sangat menyenangkan bagi telinga.

Jaemin membuka matanya secara perlahan dan diapun melihat renjun yang masih tertidur nyenyak di pelukannya tanpa sehelai benang pun ditubuh putih mulus itu, begitu pula dengan jaemin yang hanya dititipin selimut. Karena tadi malam mereka sempat melakukan olahraga setelah berbaikan dan banyak berbicara.

Jaemin tersenyum lalu mengelus kepala sang istri dengan sangat lembut hingga sang empu membuka matanya secara perlahan.

"Pagi sayang?" ucap jaemin tersenyum.

"Pagi kak." ucap renjun dengan wajah merona bagai tomat. Karena mereka berdua berada didalam selimut yang sama tanpa mengenakan sehelai benang pun.

"Kenapa wajahmu sangat merah sayang? Kau sakit?" ucap jaemin menyentuh wajah istrinya itu. Renjun semakin malu dan akhirnya memeluk jaemin lalu menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher suaminya itu. Membuat jaemin tertawa.

"Jangan tertawa pangeran." ketus renjun yang sangat malu.

"Baiklah, yaampun kau benar-benar sangat menggemaskan." ucap jaemin sembari membalas pelukan istrinya itu dan mengelus punggung telanjang istrinya itu.

Sementara itu dibawah, terlihat riku yang sudah duduk di meja makan dan ditemani oleh bomin yang berdiri di sisi meja makan.

"Apa Duke Jung dan perawat Huang masih lama?" ucap riku.

"Sepertinya sebentar lagi akan turun pangeran Nakamoto. Mengingat kami juga akan berangkat ke istana pagi ini." ucap bomin  dan riku hanya mengangguk sebagai jawabannya.

Tak lama riku melihat jaemin dan renjun yang mendekat, renjun bahkan kaget melihat sang adik sepupu telah berada di meja makan. Tapi dia mengendalikan dirinya dengan baik. Seolah-olah tak kenal dengan riku karena mengingat semua pelayan tahu dia adalah seorang perawat. Bukan seorang pangeran negeri sakura itu.

"Kapan kau sampai pangeran Nakamoto?" ucap jaemin sembari duduk.

"Saya sampai pukul 01:00 tadi malam Duke." ucap riku.

"Aaa, kedatangan pangeran kemari ada apa?"

"Saya sengaja datang kemari untuk berangkat bersama Duke. Kebetulan saya beberapa hari yang lalu dari Dinasti Ming." bohong riku.

"Baiklah, kita bisa berangkat bersama." ucap jaemin datar.

"Saya merasa tidak enak badan. Apa bisa meminta bantuan perawat Huang untuk memeriksa keadaan saya sebelum pergi?"

"Tentu. Kau bisa di periksa didalam kamar mu." ucap jaemin tenang sedangkan renjun hanya diam saja sejak tadi.

"Terimakasih Duke." ucap riku tersenyum sedangkan jaemin hanya menganggukkan kepalanya saja.

Beberapa menit kemudian, jaemin dan renjun telah berada didalam kamar yang digunakan oleh riku.

"Gege bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja bukan?" ucap riku memastikan keadaan sang kakak sepupu.

"Aku baik-baik saja riku. Tapi, bagaimana caranya kau bisa pergi lebih dulu? Apa tak ada kecurigaan dari raja dan putera mahkota dinasti Ming itu?" ucap renjun cemas.

"Semuanya aman ge. Mereka tak pernah  curiga sama sekali."

"Tapi?" renjun menunduk. Riku lantas menggenggam tangan sang kakak.

"Semuanya akan baik-baik saja ge. Tak lama lagi, semua orang akan tahu kalau raja dan putera mahkota dinasti Ming adalah orang yang paling buruk. Lebih buruk dari seekor anjing." ucap riku. Renjun menatap sang adik dengan tatapan nanarnya.

"Semuanya akan baik-baik saja ge. Aku akan pastikan gege tak akan pernah bersama dominan bajingan itu. Gege percaya padaku kan?"

"Hmm." ucap renjun menganggukkan kepalanya. Lalu riku pun melihat jaemin lalu diapun tersenyum pada renjun.

"Semuanya akan baik-baik saja. Aku yakin pangeran jaemin akan melakukan apapun untuk melindungi gege. Benarkan?" ucap riku melihat bergantian kakaknya dan pangeran Joseon yang baru menjadi Duke itu.

"Aku pasti akan melakukannya." ucap jaemin menatap renjun agar renjun bisa lebih tenang. Karena jaemin sangat tahu kalau renjun masih sangat cemas saat ini.






























😘😘😘😘😘

"Prince J" (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang