"Pangeran? Kenapa diam saja? Apa kau merasa tidak enak badan?"
"Anio, saya baik-baik saja." Ucap jaemin tersenyum untuk pertama kalinya dan renjun cukup terpesona karena hal itu tapi hanya sebentar. Garis bawahi ya, hanya sebentar.
"Pangeran?" Jaemin hanya menatapnya tanpa menjawab.
"Apa yang mulia raja dan yang mulia ratu akan membiarkan Eunseok masuk ke istana? Setiap kerajaan pasti memiliki peraturan masing-masing, saya takut Eunseok tidak bisa ikut." Ucap renjun lalu menunduk untuk melihat Eunseok yang terdiam dengan tenang dan menatap polos dengan bedung yang sangat hangat di tubuh mungilnya.
"Saya yang akan mengatasinya. Kau tidak perlu cemas." Ucap jaemin dan renjun hanya menganggukkan kepalanya, dia juga merasa bersalah karena terlalu merepotkan jaemin, bahkan jaemin masih dengan baik hati menutupi identitas dirinya.
"Kita akan lihat sampai besok, jika sudah memungkinkan kita bisa mulai perjalanan kembali." Ucap jaemin.
"Syukurlah." Ucap renjun lalu melihat keluar.
"Ada apa?"
"Aku hanya merindukan keluargaku. Tapi, aku melakukan ini agar tak bersama bajingan itu." Ucap renjun. Dan jaemin hanya diam untuk mendengarkan saja.
At. Istana kaisar Nakamoto.
Keluarga kaisar sampai setelah perjalanan panjang dan semuanya duduk di ruangan tempat mereka bersantai.
"Istriku minumlah." Ucap yuta memberikan air pada winwin yang hanya diam sepanjang jalan bahkan yuta sadar istrinya itu tak banyak berinteraksi pada ratu dari negeri manapun yang menghadiri acara pernikahan putera mahkota keluarga Jung.
Winwin hanya mengambil air itu dari tangan suaminya tapi tidak meminumnya.
"Mama tenanglah. Aku yakin renjun pasti baik-baik saja dimanapun dia berada." Ucap dejun.
"Dejun ge benar ma, lagian Riku juga sedang mencari bukti atas perkataan renjun ge, jika Riku sudah selesai pasti renjun ge bisa segera pulang." Ucap shotaro.
"Gege tenanglah, aku sangat mengenal semua keponakanku, aku yakin renjun akan baik-baik saja." Ucap Yuto.
"Otusan, kaisar Nakamoto. Aku besok harus pergi ke dinasti Ming karena ada kerja sama dengan putera mahkota lai, saat disana saya juga akan mencari tahu." Ucap Samuel.
"Berapa lama kau akan pergi?" Ucap yuta
"Mungkin sampai bulan depan, saya akan usahakan yang terbaik." Ucap Samuel.
*Baiklah, kau hanya akan pergi sendiri?"
"Saya akan bersama dengan pengawal dan orang kepercayaan saya." Ucap Samuel.
"Hmm, hati-hati di jalan."
"Samuel?"
"Iya ratu?"
"Tolong aku untuk memastikan perkataan anakku. Hmm? Karena aku sangat tahu kalau anak ku tak pernah berbohong."
"Pasti ratu, kalau begitu saya akan istirahat dikamar." Ucap Samuel lalu diapun membungkuk dan segera pergi ke dalam kamarnya.
Di kamar Samuel.
Samuel menutup pintu lalu diapun langsung membuka gulungan surat yang memang sudah dia terima saat mereka masih berada di dalam perjalanan. Diapun segera membuka gulungan kertas itu, yang dia yakini adalah surat dari sang adik.
Oniichan, aku tidak tahu kapan surat ini akan kau terima, tapi setelah menerimanya, tolong segera atur rencana yang bagus, aku sudah melihat semuanya disini, dan banyak para selir yang di Tawan disini, aku butuh bantuan ubtuk mengeluarkan mereka dan membuat semua orang tahu betapa buruknya dia, kalau bisa dihadapan semua orang yang sangat besar sepertinya juga. Kapan kau akan kemari? Aku harap secepat mungkin.
From: Nakamoto Riku
To: Nakamoto Samuel
Samuel membaca surat itu dan diapun mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.
"Kau salah bermain-main dengan keluarga kaisar seperti kami putera mahkota Lai. Aku akan pastikan adikku tidak akan menikah dan berakhir bersama dengan orang sepertimu. Dasar bajingan rendahan." Monolognya.
At. Kediaman bangsawan Seo.
Haechan sedang duduk di pinggir kolam ikan dengan wajah cemberut karena dia biar bagaimanapun dia yakin kalau sang sahabat belum kembali bersama pangeran jaemin, dia benar-benar cemas dan takut penyamaran renjun diketahui oleh pangeran jaemin, karena dia sangat tahu kalau pangeran jaemin adalah orang yang tak suka dikhianati.
"Hyung!" Haechan terkejut dan menatap kesal pada sang adik lalu diapun kembali mengabaikan adiknya itu.
"Tumben sekali kau tidak memarahiku?" Bingung sang adik lalu ikut duduk disebelah sang kakak.
"Aku hanya sedang malas. Lagian aku sangat merindukan renjun."
"Kalau begitu, berkunjunglah ke Jepang. Temui dia sebelum kau menikah dan tak bisa melakukannya."
"Dasar bodoh, kau kan tahu kalau dia sedang pergi berlibur saat ini. Kau tidak dengar kata kaisar Nakamoto. sebelum renjun benar-benar menikah dia ingin berlibur dan menikmati masa-masa ini." Ucap Haechan kesal.
"Aaa Iya juga, aku lupa." Ucap Jungmin tertawa kecil.
"Dasar."
"Kalau begitu susul aja dia ketempat dia sedang berlibur." Ucap Jungmin.
"Mana bisa bodoh, dia mungkin sekarang sedang bertahan dalam penyamarannya." Batin Haechan.
"Hyung." Ucap Jungmin menyadarkan Haechan dari lamunannya.
"Hmm?"
"Kau aneh sekali, aku jadi takut." Ucap Jungmin lalu diapun pergi meninggalkan Haechan sedangkan sang empu hanya menghela nafas beratnya saja, ntah kapan sandiwara sahabatnya yang rela merendahkan diri menjadi seorang perawat itu berakhir.
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanficNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
