Sudah hampir seminggu jaemin dan rombongan berada dijalan hingga akhirnya kereta kuda berlambang keluarga Na itu memasuki kawasan dinasti Ming, semua warga yang tinggal di tempat itu hanya menatap kereta kuda yang jelas datang dari jauh itu, hingga kereta kuda yang dijaga ketat itu berada di depan gerbang istana Lai.
Bomin selaku kaki tangan jaemin lantas mendekat setelah turun dari kudanya.
"Maaf? Apa gerangan rombongan kalian datang?"
"Saya adalah orang kepercayaan keluarga Na, saya membawa tuan na juga istri dan anaknya untuk betlibur selama 3 hari, ini adalah suratnya." Ucap bomin dan pengawal itupun mengambilnya lalu salah satunya masuk kedalam untuk memberikan pada pengurus istana.
Beberapa menit kemudian, rombongan jaemin dipersilahkan masuk dan kereta kuda itu terparkir dengan sangat rapi juga pengawal yang tetap berjaga agar tak ada yang menyabotase kereta kuda juga kuda-kuda mereka.
Jaemin keluar setelah bomin mengetuk pintunya dan diapun juga membantu renjun yang keluar sembari menggendong Eunseok. Jaemin melihat pengurus istana Lai yang sangat dia kenal itu datang dengan beberapa pengawal. Salah satunya adalah orang yang sangat dikenal renjun, adik sepupunya. Dia tak menyangka adik sepupunya akan sejauh ini. Benar kata Haechan.
"Selamat datang tuan muda Na dan istri." Ucapnya.
"Terimakasih." Ucap jaemin datar.
"Pengawal Riku akan mengantarkan kalian." Ucapnya kembali. Riku hanya membungkuk dan melihat tamu yang datang saat raja dan putera mahkota itu sedang tak ada ditempat. Dia juga merasa mengenal istri dari orang yang berkunjung itu, ntah kenapa auranya sangat mirip dengan kakak sepupunya yang jelas-jelas kabur.
"Pengawal Riku akan mengantarkan tuan muda dan istri juga pelayan dan tangan kanan tuan muda ke dalam kamar untuk istirahat." Ucap pengurus istana itu.
"Terimakasih."
"Semoga tuan muda dan nyonya muda betah berlibur disini." Dan jaemin hanya menganggukkan kepalanya lalu pengurus istana itupun izin undur diri seketika.
"Mari tuan muda, nyonya muda." Ucap Riku berjalan lebih dulu dan diikuti oleh jaemin, renjun, hwall dan bomin.
Setelah berjalan beberapa saat, Riku pun membuka salah satu pintu kamar yang akan ditempati oleh jaemin dan renjun setelah menunjukkan kamar yang akan digunakan pelayan dan orang kepercayaan jaemin itu.
"Bisa membantu saya membawakan keperluan anak saya?"
"Baik nyonya muda." Ucap Riku lalu diapun ikut masuk dan saat akan keluar kakinya terhenti seketika.
*Nakamoto Riku?" Riku melotot pasalnya tak ada yang tahu mengenai dia sama sekali di istana ini. Jaemin yang menatap datar renjun langsung menutup pintu kamar mereka bahkan menguncinya.
"Kau tahu dari mana mengenai identitas asli saya?"
"Ini aku Nakamoto Renjun."
"Oniichan! Ini benar-benar kau? Tapi, lalu anak itu?"
"Panjang ceritanya. Bagaimana? Apa semua yang aku katakan disurat itu benar?"
"Hmm, aku sedang mencari cara untuk membawa semuanya keluar tanpa ketahuan oleh putera mahkota Lai dan raja Lai."
"Dia benar-benar brengsek." Ucap renjun kesal, mengenai Eunseok renjun sudah meletakkan bayi itu diatas tempat tidur.
"Kau tenang saja oniichan, Samuel oniichan akan datang, mungkin dia masih ada dijalan. Kau hanya harus bersabar sebentar lagi dan setelahnya kau akan lepas dari kebejatan sih bajingan itu."
"Hmm, aku percaya padamu. Aku sangat merindukanmu." Ucap renjun memeluk adik sepupunya begitu pula Riku.
Beberapa menit kemudian, Riku pun melepaskan pelukannya pada renjun karena sadar ada orang lain disana.
"Tapi kenapa oniichan ada bersama dengan tuan muda Na?"
"Dia sebenarnya Jung jaemin, pangeran Joseon, dan alasan kami kesini."
"Karena raja Lai dan anaknya melakukan korupsi besar-besaran, dan saya butuh bukti. Satu-satunya cara adalah menyamar menjadi bagian keluarga bangsawan Na, yang mana keluarga bangsawan Na adalah keluarga dari mendiang istri raja Lai. Makanya saya menyamar begitu pula dengan pangeran renjun."
"Aaa, apa yang mulia butuhkan? Saya tahu semua tempat dia meletakkannya."
"Benarkah?"
*Ne."
"Kapan kita bisa pergi? Saya butuh semua dokumen tertulis yang menyatakan korupsi."
"Dokumen itu ada di kamar putera mahkota, semuanya ada didalam sana untuk kesana, saya akan menjemput yang mulia saat jam 02;00 karena di jam segitu akan aman."
"Apa saya bisa percaya padamu?"
"Hmm, karena keluarga kaisar Nakamoto tidak pernah berkhianat pada apapun." Datar Riku.
"Kau bisa percaya padanya pangeran, karena dia adalah adik sepupuku."
"Baiklah, saya tunggu. Jika berhasil dan semua buktinya lengkap, maka kita bisa pergi setelahnya. Apa kau ingin ikut juga?" Datar jaemin sembari memandang Riku.
"Saya tidak bisa yang mulia, saya harus disini dan menunggu oniichan."
"Baiklah, saya tunggu kau jam 02:00 dini hari."
"Baik tuan, saya mengerti." Ucap Riku lalu diapun membungkuk dan keluar dari kamar itu.
"Apa mereka semua tak akan curiga jika kita tiba-tiba pergi pangeran?"
"Tidak, kau tenang saja. Saya punya rencana yang bagus." Ucap jaemin datar dan renjun hanya bisa memutuskan percaya dengan pangeran Jung itu.
At. Istana Joseon.
Terlihat keluarga Nakamoto yang telah bersiap-siap untuk kembali karena sudah seminggu berada di istana Joseon, begitu pula dengan raja dan putera mahkota Lai.
"Kalian terlalu cepat kembali."
*Maaf yang mulia, banyak pekerjaan yang tak bisa saya tinggalkan jika terlalu lama."
"Saya mengerti kaisar Nakamoto."
"Yang mulia raja dan ratu Jung harus datang keacara pernikahan saya dan anak kedua kaisar Nakamoto, acaranya akan diadakan di Jepang."
"Kami pasti akan datang jika di undang."Ucap jaehyun sedangkan taeyong hanya diam saja.
Disaat bersamaan salah satu pengawal mendekat dan membungkuk pada semuanya.
"Kereta kuda milik keluarga kaisar Nakamoto telah siap yang mulia."
"Baiklah kami pamit dulu yang mulia,. Yang mulia putera mahkota dan Puteri mahkota bisa datang ke Jepang untuk berbulan madu."
*Makasih atas undangannya kaisar." Ucap Mark membungkuk dan jung woo hanya mengikuti suaminya sembari tersenyum.
*Kami kembali lebih dulu yang mulia raja Lai."
*Ne, hati-hati dijalan kaisar Nakamoto." Ucap raja Lai dan yuta hanya mengangguk lalu membawa rombongannya pergi. Disaat bersamaan salah satu pengawal yang memang dibawa oleh raja Lai mendekat.
"Kuda kita sudah siap yang mulia."
*Baiklah, kau bisa duluan" lalu pengawal itu membungkuk dan pergi.
*Kami pamit undur diri yang mulia raja Jung dan ratu Jung, juga selamat atas pernikahan putera mahkota juga Putri mahkota."
"Makasih atas kehadirannya yang mulia raja Lai, putera mahkota." lalu ayah dan anak itu hanya mengangguk dan keduanya pun langsung pergi. Mark semakin cemas dan berharap jaemin sudah menyelesaikan semuanya atau dia bisa ketahuan dan akan bahaya bagi kedua kerajaan itu.
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
