Chapter spesial markwoo
Rombongan Mark telah berjalan cukup jauh dari istana, selama dalam perjalanan tak ada hal yang membuat perjalanan mereka terhambat sama sekali. Jung woo juga melihat keluar jendela kereta kuda selama perjalanan, dia mengagumi beberapa tempat yang indah secara alami. Mark tersenyum melihat kebahagiaan istrinya sangat sederhana.
"Pangeran?" Ucap Jung woo melihat Mark yang ternyata melihatnya sejak tadi membuat Jung woo merona dan menundukkan kepalanya. Mark semakin tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
"Ada apa istriku?"
"Saya—saya mau bertanya, tapi ini mungkin akan membuat pangeran tidak nyaman."
"Katakan saja, kau berhak tahu semua hal tentang ku, karena kita suami-istri saat ini.
"Apa yang membuat istri pangeran sebelumnya bunuh diri pangeran? Saya mendengar rumor yang beredar kalau istri pangeran berselingkuh dan hamil anak dari orang lain. Apa benar?" Ucap Jung woo penasaran tapi Mark langsung merubah ekspresi wajahnya karena dia harus menceritakan hal yang paling membuatnya hancur saat itu. Jung woo melihat perubahan ekspresi suaminya itu dan diapun menyentuh lengan Mark hingga membuat sang empu menatapnya.
"Tidak masalah yang mulia, tak perlu kau jawab, saya tahu itu pasti sangat berat." Ucap Jung woo.
"Tidak, kau berhak tahu semuanya." Ucap Mark memegang tangan Jung woo yang memegang lengannya dan menggenggam tangan istrinya itu sembari menatapnya lembut.
"Aku akan menceritakan semuanya."
Flashback<<<<
"Aku hamil? Bagaimana bisa? Kenapa harus seperti ini? Ini jelas bukan anak yang mulia, aku benar-benar malu pada diriku sendiri." Monolog sang Puteri mahkota.
"Tidak, tidak Kim Yeri. Ini bukan kesalahanmu, ini kesalahan sih brengsek itu. Aku akan membuatnya bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan padaku." Monolognya kembali dan diapun segera pergi dari kamarnya itu.
"Kau harus bertanggung jawab pangeran." Pria yang dipanggil pangeran itu lantas tertawa meremehkan Yeri.
"Bertanggung jawab? Memangnya apa yang salah lakukan pada Puteri mahkota?"
"Kau melecehkanku, dan sekarang aku sedang mengandung anakmu!" Marahnya. Mendengar hal itu sang pangeran tertawa seketika.
"Apa kau sudah gila?" Marahnya.
"Bukan aku yang gila, tapi kau." Ucap sang pangeran dan diapun berjalan mendekat pada Yeri sedangkan sang empu terus mundur hingga dia terperangkap antara dinding dan pangeran itu. Pangeran itu lantas mengelus perut ratanya dan menekannya.
"Akh! Lepaskan sakit! Kau gila?" Ucap yeri kesakitan.
"Coba kau pikirkan siapa yang akan percaya dengan perkataanmu itu, paling kau akan dinilai menggodaku, kau harus ingat identitasmu, kau adalah anak jalang, sudah jelas kelakuanmu seperti itu juga. Menurutmu siapa yang akan lebih semuanya percayai?"
"Kau iblis " Ucap Yeri dengan airmata yang terus mengalir dari pipinya.
"Kau tahu benar itu, jadi jangan lakukan hal yang gegabah yang mulia, karena yang akan kehilangan martabatnya adalah kau." Ucap pangeran itu lalu diapun pergi meninggalkan Yeri yang terduduk sembari menangis dan menyentuh perutnya.
"Tidak, aku tidak mau mendapatkan kebencian semuanya " gumamnya lalu diapun berlari kekamarnya.
Didalam kamarnya, diapun menulis sepucuk surat untuk suaminya dan diapun berjalan kearah balkon, tepat dibawah terlihat Mark yang baru saja sampai dengan kudanya dari Medan perang.
Mark tersenyum melihat istrinya yang berdiri di balkon tapi seketika ekspresi itu berubah saat dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau sang istri menjatuhkan dirinya sendiri. Mark dan yang lainnya kaget bukan main, bahkan Mark berlari secepat mungkin tapi semuanya sudah terlambat, Yeri sudah jatuh menghantam batu besar dengan darah yang memenuhi tubuhnya. Mark lantas naik ke batu besar itu dan memangku kepala Yeri yang masih sadar itu.
"Apa yang kau lakukan hiksss..."
"Maafkan aku yang mulia, tapi.... Tolong jangan menangis untuk....ora...orang kotor ini." Ucapnya dan setelahnya diapun menutup matanya untuk selamanya. Mark meraung karena kehilangan sang istri bahkan semua keluarganya tak menyangka soal kematian Yeri yang mendadak ini.
"Maaf yang mulia." Salah satu pelayan mendekat dan membawa sepucuk surat itu.
"Ini tulisan tangan terakhir yang mulia Puteri mahkota." Ucap pelayan dan Mark lantas beranjak lalu menerima surat itu dan membukanya.
Maafkan aku yang mulia putera mahkota, suamiku. Aku tak bisa hidup dalam keadaan kotor, tolong maafkan aku. Aku mengakhiri hidupku karena aku berselingkuh di belakangmu dan hamil. Ini adalah hukuman yang pantas untukku.
Mark yang membaca itu terduduk seketika, dia tak tahu harus bagaimana, dunianya serasa runtuh saat ini. Benar-benar sangat runtuh.
Flashback end>>>>
Jung woo mengelus tangan suaminya mendengar semua cerita sang suami.
"Maafkan aku yang mulia, aku bukannya ingin membuka luka lama mu." Ucao Jung woo merasa bersalah.
"Tidak masalah, sekarang kau sudah tahu semuanya, inilah alasan sangat sulit bagiku menikah kembali. Tapi, aku akan berusaha membahagiakanmu dalam pernikahan ini. Jadi, tak perlu terburu-buru dalam menerimaku." Ucap Mark menatap Jung woo. Jung woo hanya terdiam dan keduanya saling memandang hingga ntah siapa yang memulai duluan, bibir beda pemilik itupun menyatu dengan sempurna, disaat bersamaan salju kembali turun untuk mengabadikan momen mereka berdua.
😘😘😘
Reader-nim😁
Gimana chapter spesial markwoo sih pengantin baru kita?🤔
Setelah chapter ini, akan ada momen tipis-tipis dari sang pemeran utama kita ya😁
Untuk chapter khusus keduanya, mungkin ada, tapi sepertinya masih lama, jadi harap menunggu dengan sabar ya reader😁
Ditunggu 250 vote nya ya😁 kalau sampai Ara langsung double update untuk chapter selanjutnya ya😁
Bye bye bye🤗🤗🤗
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
