J95

707 96 4
                                        

"Jika memang kau mengatakan hal semacam itu kak. Apakah aku tidak boleh mengupayakan kebahagiaanku hanya karena gege ku yang kabur?" balas shotaro. Haechan terdiam seketika karena perkataan shotaro benar adanya. Tapi, haechan gak mau kalau sampai kakak beradik itu akhirnya akan saling bertengkar mengenai siapa yang harus mengalah. Apalagi haechan sedikitnya tahu bagaimana sifat pangeran sungchan yang sedikit brengsek bahkan sebelum pergi untuk belajar keluar negeri.

"Apa kau yakin perasaan yang kau punya saat ini tidak akan menjadi hal yang akan menyakitkan bagimu pangeran Nakamoto Shotaro?"

"Apa maksud mu kak?" ucap shotaro.

"Kau cukup pintar untuk mengerti pangeran, tapi aku hanya tak mau kalau kau membuat orang lain mengalah dan menyerah pada cintanya tapi kau menderita pada akhirnya." ucap haechan datar tapi shotaro hanya diam saja karena bingung dengan maksud dari perkataan haechan.

"Tidak perlu berpikir terlalu keras pangeran. Anggap saja ini adalah saran dari seorang calon menantu keluarga istana. Kalau begitu aku akan pulang." ucap haechan tersenyum kecil lalu diapun segera pergi tanpa membungkuk karena menurutnya tak penting juga. Apalagi sebentar lagi dia juga akan menjadi bagian keluarga kerajaan jung jadi posisinya sama dengan shotaro. Sementara shotaro hanya menatap kepergian haechan.








At. Kediaman Duke bagian barat.

Jaemin menuju kamar renjun, saat berada didepan pintu kamar perawat atau sekarang adalah istrinya yang tidak diketahui oleh semua orang kecuali para orang-orang nya itu.

Ceklek!

Jaemin masuk dan menutup pintu kamar itu lalu melihat renjun yang berada di balkon. Jaemin lantas mendekat dan memeluk dari belakang istrinya itu.

"Kak?" kagetnya 

"Maaf kalau aku mengagetkanmu." ucap jaemin.

"Hmm." angguk renjun.

"Apa ada yang mengganggu pikiranmu sayang?" renjun terdiam seketika.

"Sayang?"

"Aku hanya memikirkan adikku yang datang berkunjung ke Joseon kak. Sepertinya ini bukan hanya kunjungan untuk liburan semata."

"Jadi maksudmu?"

"Kalau ternyata memang seperti yang aku pikirkan. Mungkin salah satu dari kita harus mengalah kan kak?" jaemin yang mendengarnya lantas melepaskan pelukannya dan itu membuat renjun berbalik dan menatap suaminya yang diam saja.

"Kak?"

"Lalu jika memang seperti itu, apa yang akan kau pilih?"

"Mungkin aku akan mencoba untuk mengalah demi kebahagiaan adikku"

"Dan mengorbankan hubungan kita? Jung Renjun! Kita sudah menikah! Bagaimana mungkin kau tidak mempertimbangkan hal ini sama sekali? Kenapa harus kita yang mengalah?" marah jaemin.

"Kak, tapi kebahagiaan adikku itu penting kak."

"Kebahagiaan kita juga penting renjun. Kalau kau memilih mengalah maka aku tidak akan mengalah. Tidak untuk kebahagiaan ku sendiri. Aku tak akan melakukannya, mau kau suka ataupun tidak." datar jaemin.

"Kak?" ucap renjun yang akan memegang tangan suaminya itu tapi jaemin menepis nya dan menatap penuh kecewa padanya.

Di lantai bawah.

Terlihat Sion dan yushi yang baru saja datang, bomin langsung menyambut keduanya yang datang tanpa mengatakan apapun, lalu menyuruh mereka untuk menunggu di ruang tamu kediaman itu.

"Kak jaemin tidak sibuk kan bomin?"

"Tidak pangeran. Sebentar saya panggilkan Duke. Pelayan bawakan minum dan cemilan." ucap bomin sebelum akhirnya pergi menuju lantai dua dimana kamar jaemin dan renjun berada.

Bomin sampai di depan kamar renjun, dan dia pun mendengar renjun dan jaemin yang sepertinya sedang bertengkar saat ini, tapi dia tak mungkin untuk tidak memanggil jaemin apalagi adik bungsu sang Duke ada dibawah saat ini.

Tok... Tok... Tok...

"Maaf Duke, ducchess. Dibawah ada pangeran Sion dan puteri yushi."

Ceklek!

Bomin membungkuk seketika melihat jaemin yang membuka pintu dengan wajah datar dan aura gelap itu. Jaemin hanya melihatnya lalu pergi menuju lantai satu meninggalkan renjun begitu saja. Bomin lantas juga mengikuti sang Duke untuk turun ke lantai satu.

Jaemin melihat adik dan adik iparnya yang berkunjung lalu dia pun mendekat pada keduanya.

"Tumben kau berkunjung, ada masalah?"

"Tidak kak. Hanya ingin melihat kediaman kakak saja. Apa kakak keberatan? Atau kami datang di waktu yang tidak tepat?" ucap Sion sedangkan shotaro hanya menunduk karena takut dengan aura yang dikeluarkan kakak iparnya itu.

"Tidak. Aku hanya mengira ada masalah karena pagi tadi putera mahkota dan puteri mahkota juga sempat berkunjung."

"Aaa pantas saja putra mahkota dan puteri mahkota belum kembali." ucap Sion.

"Jika ingin berkeliling, bomin akan mengantarkan kalian." datar jaemin.

"Sebenarnya aku kesini ingin bicara sesuatu yang penting kak."

"Mengenai apa?"

"Pangeran sungchan." seketika aura jaemin semakin gelap dan dingin bahkan bisa membuat semua pengawal merasakan dinginnya aura Duke mereka itu.























😘😘😘

"Prince J" (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang