"Aku ingin bicara mengenai pangeran sungchan hyung." ucap Sion dan jaemin hanya menatap adik bungsunya itu datar lalu melihat adik iparnya.
"Bomin. Panggilkan perawat huang. Biar perawat huang menemani puteri yushi berkeliling kediaman ini." ucap jaemin datar dan bomin pun membungkuk lalu segera menuju kamar renjun.
"Ayo." ucap jaemin datar dan berjalan lebih dulu. Sion lantas mengkode istrinya dan mengejar kakaknya itu. Sedangkan yushi hanya diam saja setidaknya untuk saat ini pilihan dia dan suaminya tepat dengan datang ke kediaman jaemin.
Beberapa menit kemudian, yushi melihat renjun yang mendekat lalu tersenyum untuk membalas senyuman renjun.
"Gege?"
"Tumben datang berkunjung puteri? Ada masalah di istana?" ucap renjun yang memang tak bisa memanggil yushi hanya dipanggil nama apalagi banyak pelayan yang berada di sekitar mereka.
"Hanya ada sedikit masalah ge. Bukan hal yang besar." ucap yushi. Dia bimbang apakah akan memberitahu mengenai keberadaan adik dari renjun itu atau tidak.
"Aaa, mari saya antar berjalan-jalan puteri." ucap renjun dan yushi pun menganggukkan kepalanya lalu mereka berjalan mengelilingi kediaman Duke yang benar-benar sangat nyaman itu.
Sementara itu, Sion menelan ludahnya dengan susah paya saat berada di sebelah kakaknya itu.
"Katakan."
"Kau pasti sudah tahu mengenai pangeran Nakamoto Shotaro yang tiba-tiba datang dengan alasan liburan tapi yang jelas kami lihat sepertinya ayah dan ibu berniat menjodohkan keduanya. Aku hanya tak mau terjadi hal buruk hyung. Apalagi aku tahu hyung dan pangeran renjun sudah memiliki hubungan lebih." ucap Sion. Jaemin hanya diam tanpa mengatakan apapun, membiarkan Sion mengatakan semuanya. Karena dia yakin Sion masih akan mengatakan sesuatu yang lainnya.
"Hyung tahu sendiri kalau tidak ada dua menantu dari keluarga yang sama. Aku hanya takut salah satu dari hyung harus memilih untuk mundur. Dan tadi malam, aku menemukan istriku terdiam di depan kamar yang digunakan pangeran Nakamoto Shotaro dengan gelas pecah disisinya. Ntah apa yang istriku telah lihat sampai dia kaget." jaemin lantas melihat kearah adik bungsunya itu.
"Kau sudah bertanya pada istrimu? Apa yang dia lihat?" datar jaemin dengan tatapan menuntut.
"Sudah hyung. Hanya saja istriku masih syok dengan apa yang dia lihat. Dia hanya mengatakan apa yang dia lihat adalah hal yang sama dengan mendiang puteri mahkota. Sama persis. Tapi aku tidak tahu apa, aku hanya takut kalau hal ini bisa membuat kaisar Nakamoto murka dan berperang dengan kita." ucap Sion. Jaemin kembali melihat kearah depan dan dia pun melihat renjun yang sedang berada di kolam ikan dengan adik iparnya itu, Sion juga melihat kearah pandangan kakaknya itu.
"Kau cari tahu apa yang terjadi. Berusaha lah untuk bertanya pada istrimu, karena hubungan kerajaan ini tak boleh hancur hanya karena kelakuannya."
"Aku mengerti hyung."
"Kau juga awasilah pangeran sungchan. Putera mahkota juga mencurigainya."
"Putera mahkota curiga mengenai pangeran sungchan yang benar-benar berkaitan dengan kematian puteri mahkota hyung?"
"Ya. Walaupun kau sudah mengatakan hal yang sebenarnya karena saksi hidup adalah istrimu. Kita tetap butuh bukti yang nyata. Karena jika benar, putera mahkota sendiri yang akan menghukumnya. Dan kau pasti tahu siapa yang sangat aku khawatirkan." ucap jaemin.
"Ya. Ibu, ibu pasti akan kecewa hyung."
"Ya, dan juga aku tak ingin karena ini dia dibawa jauh dariku." ucap jaemin menatap renjun. Sion juga mengerti maksud dari kakaknya itu.
"Ternyata dugaanku benar kalau hyung dan pangeran renjun sudah menjadi sepasang kekasih." ucap Sion.
"Kami sudah menikah kemarin."
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
