Di halaman depan kediaman Duke itu, terlihat yushi yang menikmati keindahan dari beberapa bunga yang tumbuh dengan indahnya. Bahkan ada beberapa yang baru bermekaran.
"Kediaman pangeran Jaemin terasa lebih hidup dari pada di istana ge." ucap yushi.
"Kenapa begitu puteri? Di istana bahkan tamannya jauh lebih indah." ucap renjun.
"Memang benar, tapi rasanya tidak berada di surga ge. Bahkan semuanya terasa sangat menyesakkan." ucap yushi.
"Apa ada yang terjadi?" ucap renjun menatap istri dari pangeran bungsu itu. Yushi menatap renjun dan sedang menimbang apakah akan memberi tahu renjun atau tidak saat ini?
"Puteri yushi?" sang empu sedikit tersentak lalu diapun menghela nafas beratnya.
"Pangeran Nakamoto Shotaro berkunjung ke istana dengan alasan ingin berlibur, tapi siapapun akan tahu kalau maksud dari kedatangan pangeran Nakamoto Shotaro adalah untuk pendekatan dengan pangeran sungchan. Sementara pangeran sungchan tidak sebaik itu ge. Dan lagi, tak ada hukum yang memperbolehkan dua menantu dari satu keluarga yang sama. Kalau yang mulia raja dan ratu menjodohkan pangeran sungchan dan adikmu, bagaimana denganmu dan pangeran jaemin?" ucap Yushi menatap renjun. Renjun hanya terdiam, walaupun ini bukan hal pertama yang dia dengar hari ini karena dia sudah mendengar semuanya dari puteri mahkota. Tetap saja rasanya dia tak bisa jika tak memikirkannya. Tapi, kalau dia egois, dia juga tidak bisa. Mengingat ikatannya dengan jaemin saat ini. Tapi, semua ini akan membuat sang adik menderita. Walaupun begitu, lebih baik adiknya menderita karena putus cinta dari pada karena disakiti oleh pangeran sungchan itu.
"Ge?" ucap yushi menyadarkan renjun dari lamunannya dan renjun lantas melihatnya lalu tersenyum.
"Aku yakin adikku kesana hanya untuk liburan puteri. Kau percaya saja padaku." ucap renjun tersenyum dan yushi hanya menganggukkan kepalanya, biarlah renjun meyakini hal itu, dan dia juga mengurungkan niatnya untuk mengatakan apa yang dia lihat tadi malam.
Sementara itu di balkon, Sion menatap kaget kakaknya yang terlihat santai bahkan mengatakan semuanya tanpa beban sama sekali.
"Hyung? Kau serius?" ucap Sion yang masih sangat kaget, untung saja dia tak punya riwayat penyakit jantung.
"Ya, karena saya tak ingin kehilangannya. Dan hanya kau yang tahu soal ini, jadi jangan sampai mengatakan pada siapapun. Hanya saya yang akan mengatakan pada semuanya. Dan mengenai pangeran sungchan dan pangeran Nakamoto Shotaro, saya tak perduli. Tapi yang pasti, saya tak akan menyerah. Karena ikatan kami sudah kuat, bahkan di hadapan Tuhan." ucap jaemin yang masih tetap melihat kearah renjun. Sion hanya menganggukkan kepalanya, dia sangat mengerti kalau sang kakak takut kehilangan, dia akan ikut bahagia dengan kebahagiaan kakaknya.
"Aku pasti tak akan membuaka mulut sama sekali. Tapi, bisakah aku memberitahu istriku?" jaemin lantas menatap datar pada adik bungsunya itu dan itu sudah cukup menjadi kode bahwa jaemin tak mau siapapun selain dia tahu, termasuk istrinya sendiri.
"Baiklah. Aku mengerti hyung." ucap Sion sembari menganggukkan kepalanya.
At. Istana Joseon.
Terlihat kereta kuda milik keluarga Seo datang lagi, dan bisa dilihat kalau tuan muda Seo yang sebentar lagi akan menjadi menantu istana dan istri dari pangeran Jung Jeno kembali berkunjung.
Beberapa pelayan yang berpapasan dengannya membungkuk, hingga akhirnya haechan melihat pengawal setia dari calon suaminya. Hyunjin, diapun langsung mendekat. Sontak saja hyunjin langsung membungkuk pada calon istri pangerannya itu.
"Apa pangeran Jeno ada?"
"Ada tuan muda."
"Dimana dia?"
"Di ruangan membaca." ucap hyunjin dan haechan pun langsung pergi menuju ruangan membaca di dalam istana itu.
Tak lama haechan sampai di depan ruangan membaca itu dan mengetuk pintunya.
"Ya? Masuk?"
Ceklek!
Haechan menyembulkan kepalanya disela-sela pintu dan itu membuat Jeno tersenyum karena calon istrinya sangat menggemaskan.
"Masuklah" ucap Jeno dan haechan pun masuk lalu menutup pintu kembali.
Didalam ruangan membaca.
"Ada apa datang kemari? Aku dengar kemarin kau kemari mencariku?' ucap Jeno lembut.
"Kak? Aku pensaran dengan apa yang kakak katakan sebelumnya. Makanya aku kemari kemarin untuk membuktikannya." ucap haechan. Jeno lantas meletakkan buku yang sedang dia baca diatas meja lalu beranjak dari duduknya dan mendekat pada haechan, saat sudah dekat, jeno pun memeluk pinggang calon istrinya dan menariknya mendekat membuat haechan kaget hingga tangannya berada di dada bidang sang pangeran.
"Kak?!" kesalnya karena kaget.
"Jadi kamu menggunakan alasan ingin bertemu denganku untuk menuntaskan rasa penasaran mu?" ucap jeno menatap dalam haechan. Dan haechan hanya mengangguk dengan wajah merahnya karena malu. Dan itu membuat jeno tertawa karena sangat menggemaskan. Haechan yang malu dan sedikit kesal lantas mendorong pangeran itu hingga pelukan sang pangeran terlepas.
"Dasar kau sangat menyebalkan pangeran." kesalnya lalu diapun keluar dari ruangan membaca itu dikejar oleh jeno yang masih tertawa. Pelayan yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya. Melihat adanya romansa muda seperti ini di istana lebih membuat istana itu berwarna.
Dan semua itu tak lepas dari tatapan seseorang yang memang kebetulan ada disekitar tempat membaca itu.
"Aku harap, aku bisa seperti pangeran jeno dan kak haechan. Aku harap pangeran sungchan dan aku berjodoh." batinnya.
😘😘😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
Fiksi PenggemarNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
