Yuta mengeraskan rahangnya menerima surat dari raja Joseon karena di dalam surat itu mengatakan sang anak ketiga meminta untuk tinggal di istana Joseon karena menyukai pangeran Jung Sungchan dan ingin mengenalnya. Sebenarnya tak ada yang salah dari izin yang diberikan raja Joseon itu. Masalahnya dia bahkan tidak tahu dimana anak keduanya saat ini, dan ditambah janji jika sang raja Joseon yang menemukan sang anak lebih dulu maka anaknya itu akan dinikahkan dengan salah satu pangeran Joseon itu. Bagaimana mungkin sekarang anaknya malah mengatakan hal ini dibelakangnya? Belum pernah ada dalam sejarah dua orang anak dari sebuah keluarga menjadi menantu di keluarga yang sama.
Yuta masuk dan melihat semua anggota keluarganya sedang berkumpul. Lantas diapun melemparkan surat itu diatas meja dengan wajah datarnya.
"Ada apa ini otusan? Surat apa itu?" kaget dan bingung dejun melihat sang ayah yang menahan amarahnya.
"Apa ada masalah suamiku?" ucap winwin lembut.
"Katakan pada otusan apa maksudnya ini Nakamoto Shotaro?" datar yuta dan shotaro yang menatap bingung pada sang ayah lantas mengambil surat itu dan membacanya, di lain sisi dia senang dengan izin yang diberikan oleh raja Joseon itu, tapi di lain sisi dia juga takut dengan kemarahan ayahnya saat ini.
"Surat apa itu memangnya oniichan?" ucap yuto.
"Kau tanya pada keponakanmu." datar yuta.
"Shotaro? Ada apa?"
"Aku mengirimkan surat secara diam-diam pada raja Joseon karena aku menyukai salah satu pangeran. Dan meminta izin untuk tinggal disana sembari mengenal pangeran Joseon itu." ucap shotaro menunduk.
"Lalu apa yang salah oniichan? Ini adalah hal yang wajar mengingat anakmu sudah cukup umur jika akan menikah." ucap yuto menatap bingung kakaknya.
"Tidak pernah ada sejarah dua orang anak dari keluarga yang sama menjadi menantu di keluarga yang sama yuto. Kau tahu itu." datar yuta.
"Suamiku? Semuanya bisa saja terjadi pada masa ini."
"Kenapa harus keluarga itu lagi? Aku masih belum menerima jika sampai raja Joseon menemukan renjun kita, maka renjun kita akan menikah dengan pangeran jaemin istriku, aku belum bisa jika harus menyaksikan hal yang lainnya juga." ucap yuta.
"Otusan aku mohon, apa menurut otusan menyukai seseorang itu adalah kesalahan besar. Bagaimana kalau kebahagiaanku ada padanya otusan? Bukankah kau akan terlihat keterlaluan karena membuatku menderita? Sama seperti renjun ge, mungkin aku akan melakukan hal yang lebih gila lagi." ucap shotaro.
"Nakamoto shotaro!" marah yuta dan itu membuat winwin lantas mendekat lalu mengelus bahu suaminya untuk menenangkannya.
"Oniichan, jika takdir anak kita ada pada anak raja Joseon, bagaimanapun kita menghalangi semuanya akan sia-sia suamiku. Biarkan shotaro melakukan apa yang membuatnya bahagia ya? Aku tak mau kehilangan shotaro seperti renjun saat ini." ucap winwin menatap sang suami dengan berlinangan air mata.
Yuta tak menjawab dan dia pun beranjak dari duduknya lalu pergi begitu saja. Winwin akan mengejar suaminya tapi ditahan oleh yuto.
"Ge, biarkan oniichan menenangkan diri dulu. Kau tahu seperti apa dia kan?" ucap yuto dan winwin mengangguk menyetujui perkataan adik iparnya itu.
At. Kediaman Duke Jung.
Jaemin menemani renjun pergi berkeliling desa itu, bahkan keduanya hanya pergi tanpa pengawal juga bomin karena memang jaemin ingin menghabiskan waktu berdua dengan kekasih yang dia cintai itu. Renjun sendiri memperhatikan semua hal yang tampak menarik di desa itu sembari tersenyum lebar saat ini.
Sampai akhirnya kaki mungil itu pun berhenti di depan sebuah tempat makan kudapan yang terlihat lezat. Jaemin juga ikut berhenti dan menatap dengan rasa gemas pada kekasihnya itu. Renjun lantas berbalik karena jaemin emang berjalan dibelakangnya.
"Pangeran? Apa kita bisa makan kudapan dulu? Sepertinya terlihat sangat lezat?" ucap renjun dengan mata berbinar nya.
"Hmm, mari kita makan kudapan dulu." ucap jaemin dan renjun tersenyum lebar karenanya. Lalu jaemin pun berjalan lebih dulu diikuti oleh renjun dengan langkah bahagia.
Beberapa menit kemudian, kudapan yang mereka pesan datang diantarkan oleh pelayan tempat makan itu, renjun menatap penuh binar pada semuanya. Apalagi banyak kudapan yang belum sempat renjun makan saat di Joseon selama ini.
"Makanlah. Jika dilihat terus tak akan ada gunanya." ucap jaemin.
"Ne. Makasih pangeran jaemin." ucap renjun senang lalu memulai makan kudapan saat ini.
"Bagaimana?"
"Ini enak pangeran." senang renjun. Jaemin hanya tersenyum menatap renjun, sungguh keindahan yang diciptakan tuhan sangat indah dan jaemin bersyukur mendapatkannya. Renjun yang sadar ditatap sejak tadi oleh jaemin lantas menghentikan acara makannya dan menatap bingung pada sang pangeran.
"Ada apa pangeran? Apa kau tidak ingin makan juga? Kenapa menatapku sejak tadi?" ucap renjun bingung. Jaemin hanya tersenyum lalu dia pun mengulurkan tangannya dan menghapus sisa makanan disisi bibir renjun, membuat sang empu memerah seketika karena malu.
"Apa aku seperti anak kecil pangeran?" ucap renjun malu sedangkan jaemin dengan santainya mengemut jarinya yang tadi menghapus noda makanan di bibir renjun. Membuat renjun semakin seperti kepiting rebus.
"Kau sangat menggemaskan. Makanlah semuanya, ini semua untuk mu. Aku tidak terlalu suka kudapan yang manis. Dan rata-rata kudapan ini manis." ucap jaemin.
"Tapi aku tak akan mampu menghabiskannya sendirian pangeran." ucap renjun cemberut dan itu sangat menggemaskan. Jaemin bahkan menahan diri untuk tak mencium wajah kekasihnya itu.
"Kalau tidak habis nanti kita bungkus. Oke?" ucap jaemin dan renjun hanya mengangguk sembari memakan kudapan itu dengan wajah yang memerah karena pangeran Joseon yang tak dia sangka bisa clingy begitu.
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
