Telah seminggu jeno menggantikan jaemin dalam mengerjakan beberapa pekerjaan yang memang di tangani langsung oleh jaemin. Dan karena itu pula jeno jadi tidak punya waktu untuk bertemu dengan Haechan dan membahas mengenai surat dari Samuel mengenai rencana pangeran negeri sakura itu.
Sementara itu kondisi jaemin masih sama belum menunjukkan tanda dia akan sadar, tapi mengenai luka nya sudah berangsur membaik apalagi luka dalam pada perutnya, renjun juga selalu menjaga dan merawat dengan setia, Doyoung hanya sesekali melihat keadaan jaemin.
Seperti saat ini, renjun tengah berada didalam kamar sang pangeran negeri Joseon itu dan tengah menulis sesuatu di dalam diarynya selama seminggu terakhir ini. Tanpa menyadari tangan jaemin yang bergerak dan mata sang pangeran yang terbuka secara perlahan.
Jaemin yang baru saja sadar pun melihat sekeliling kamarnya hingga dia melihat renjun yang asyik dengan buku yang ntah berisi apa itu.
"Akh!" Renjun lantas meletakkan buku itu diatas meja dan diapun memelototkan matanya melihat jaemin telah sadar, dia langsung mendekat dan duduk disebelah jaemin.
"Pangeran? Apa yang kau rasakan saat ini? Beritahu saya." Ucap renjun.
"Hanya nyeri pada perut sedikit. Terimakasih karena sudah merawat saya." Ucap jaemin menatap renjun. Renjun lantas berdiri dari duduknya dan menatap datar pangeran itu.
"Saya akan memberitahu pada yang mulia, putera mahkota dan pangeran." Ucap renjun lalu diapun membungkuk dan keluar tanpa bisa dicegah oleh Jaemin. Jaemin hanya memaklumi sifat renjun karena dia yakin renjun pasti kecewa padanya karena dia datang dalam keadaan yang jauh dari kata baik.
Beberapa menit kemudian, jaehyun, taeyong, Mark, Jung woo, jeno, sungchan, sion dan Yushi telah berada didalam kamar jaemin bahkan renjun juga masih berada disana begitu pula dengan doyoung yang harus memeriksa kondisi pangeran lebih lanjut setelah sadar.
"Nak? Kau sudah baik-baik saja bukan? Jangan membuat ibu takut lagi nak." Ucap taeyong yang duduk disebelah jaemin.
"Maafkan aku ibu." Ucap jaemin merasa bersalah pada semua keluarganya.
"Aku tidak akan memberikan perintah perang padamu lagi pangeran jaemin." Datar Mark. Jaemin hanya menatap sang kakak sulung tanpa menjawab sama sekali karena dia jelas mengerti perasaan kakaknya itu.
"Sudah berapa lama aku tak sadarkan diri?"
"Sudah seminggu, kau benar-benar membuat kami was-was setiap waktu Jung jaemin." Ucap jeno ketus.
"Mianhe "
"Kami hampir setiap hari menyiapkan pemakaman mu Hyung." Ucap sungchan santai membuat semuanya menatap sungchan dengan tatapan kesal bahkan renjun sampai mengepalkan kedua tangannya saking kesalnya pada salah satu pangeran biru.
"Maaf yang mulia, tapi pangeran jaemin harus istirahat, jadi saya harap yang mulia juga kalian semua bisa meninggalkan kamar pangeran."
"Kami mengerti pangeran Nakamoto." Ucap jaehyun.
"Aku tetap sangat berterimakasih karena kau memberikan ramuan rahasia keluarga Huang untuk menyelamatkan anakku."
"Sama-sama yang mulia, karena ini adalah tugas saya sebagai perawat. Saya tidak mau membuat nama sekolah saya jelek."
"Hmm"
"Kau memang perawat berbakat pangeran Nakamoto. Kau pasti akan menjadi tabib yang hebat." Ucap Mark dan renjun hanya bisa mengangguk dengan canggung pada putera mahkota itu. Lalu semuanya keluar dan meninggalkan renjun yang masih berdiri sedikit jauh.
"Pangeran Nakamoto?"
"Pangeran lebih baik istirahat saja. Saya juga harus istirahat dengan baik karena seminggu ini saya benar-benar kelelahan. Saya akan menyuruh pengawal Choi tetap ditempat dan tak meninggalkan kamar pangeran." Ucap renjun lalu membungkuk dan pergi dari kamar itu. Jaemin tersenyum kecil melihat betapa menggemaskannya pangeran negeri sakura yang sedang merajuk itu. Ntah kenapa dadanya berdebar menyenangkan saat ini.
"Pengawal Choi!"
Ceklek.
Bomin pun masuk kedalam kamar pangerannya itu, lalu diapun membungkuk pada jaemin.
"Apa semua rakyat di desa sudah mendapatkan kembali rumah mereka dengan kondisi layak?"
"Sudah pangeran. Kondisi pangeran saat ini bagaimana?"
"Saya sudah lebih baik."
"Syukurlah pangeran. Tapi"
"Tapi apa? Apa ada yang terjadi saat aku belum sadarkan diri?" Bomin pun membuka salah satu laci dinakas sebelah tempat tidur sang pangeran dan mengeluarkan gulungan surat yang dia terima langsung untuk jaemin seminggu yang lalu.
"Surat dari siapa itu?"
"Kalau melihat cap kecil di ujungnya, ini adalah cap dari kaisar Nakamoto."
"Kemarikan." Bomin pun memberikan surat itu pada jaemin dan jaemin pun langsung membukanya segera.
At. Kediaman bangsawan Seo.
Haechan sedang melihat ikan yang berada didalam kolam ikan kecil milik keluarganya itu, ntah kenapa dia benar-benar sangat bosan, dan juga dia masih memikirkan tentang surat yang dia terima dari sepupu renjun itu. Dia bingung ingin mengatur pertemuan kapan dengan calon suaminya itu, karena calon suaminya sangat sibuk sejak pangeran jaemin kembali dalam keadaan tidak baik-baik saja. Ingin bicara dengan sang sahabat tak bisa bertemu dehgannya karena fokus dengan kesembuhan pangeran jaemin.
Disaat bersamaan kakak dari Haechan pun mendekat pada sang adik.
"Chan?" Sang empu hanya berdehem tanpa melihat kakak sulungnya itu.
"Pangeran jeno ada didepan." Haechan langsung berlari begitu saja untuk menemui jeno dan itu membuat hendery benar-benar kesal pada adiknya itu.
Haechan yang hampir dekat dengan halaman depan rumahnya lantas memelankan langkah kakinya dan melihat calon suaminya menunggu dengan membelakanginya karena dia merasakan sangat rindu maka diapun berlari kembali dan memeluk jeno dari belakang.
"Jeno hyung." Jeno lantas melepaskan pelukan calon istrinya itu dan berbalik lalu diapun merapikan anakan rambut Haechan.
"Aku sangat merindukanmu." Ucap jeno tersenyum manis.
"Aku juga merindukan Hyung." Ucap Haechan sembari tersenyum lebar membuat jeno lantas memeluk sang calon istri yang dengan senang hati membalas pelukan calon suaminya itu.
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
