Keesokan harinya terlihat renjun yang sudah berada di kamar pangeran jaemin, dan diapun membantu jaemin membersihkan luka di perutnya dan menutupi kembali dengan perban baru, lalu diapun langsung mengambil ramuan rahasia dari atas meja sedangkan jaemin memakai baju atasannya dan renjun pun kembali mendekat sembari memberikan ramuan itu.
"Ini pangeran." Ucap renjun dan jaeminpun menerimanya.
"Terimakasih." Ucap jaemin dan renjun hanya menganggukkan kepalanya lalu jaeminpun meminum habis ramuan itu dan memberikan gelas kosong itu pada renjun.
"Bagaimana keadaanmu?"
"Saya sudah jauh lebih baik pangeran."
"Sampai kapan saya harus beristirahat seperti ini?"
"Setidaknya sampai luka pangeran benar-benar sembuh."
"Apa saya tidak boleh jalan-jalan walaupun disekitar istana ini?"
Baru saja renjun akan menjawab, bomin yang menjaga diluar mengatakan kalau sang ratu akan masuk.
Ceklek.
Renjun membungkuk saat melihat Taeyong mendekat pada mereka berdua.
Jaemin setengah membungkuk melihat ibunya itu.
"Bagaimana keadaanmu puteraku?" Ucap taeyong tersenyum lalu duduk disebelah sang anak.
"Saya sudah lebih baik ibu." Ucap jaemin. Taeyong lantas memegang kedua tangan anaknya itu.
"Tolong jangan datang dalam keadaan seperti ini lagi nak, ibu benar-benar sangat takut." Ucap taeyong.
"Maafkan saya ibu." Ucap jaemin dan taeyong langsung tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.
"Kau harus cukup istirahat."
"Saya bosan berada didalam kamar terus ibu, tidak bisakah saya berjalan-jalan disekitar istana dan menghirup udara segar?" Ucap jaemin.
"Baiklah, saat sore pergilah menghirup udara segar. Pangeran Nakamoto bisa menemani puteraku bukan?" Ucap taeyong tersenyum sembari melihat renjun.
"Baik yang mulia." Ucap renjun mengerti.
"Ibu?" Taeyong lantas mengalihkan pandangannya pada puteranya.
"Dimana ayah?"
"Ayah sedang ada urusan ke negeri sakura." Renjun yang mendengar tempat asalnya benar-benar merasa deg-degan, dia takut raja Joseon itu akan tanpa sengaja mengatakan keberadaannya saat ini. Taeyong melihat ekspresi renjun yang sangat menggemaskan baginya tapi dia tetap mempertahankan wajah datarnya.
"Apa ada masalah ibu?" Ucap jaemin menatap sang ibu sembari melihat renjun yang sedikit kelihatan cemas.
"Tidak, hanya saja ada hal yang ingin dibicarakan oleh ayahmu pada kaisar Nakamoto."
"Pembicaraan apa yang mulia?" Ucap renjun tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya saat ini.
"Saya juga kurang tahu pangeran Nakamoto."
"Ayah tidak akan mengatakan kalau pangeran Nakamoto bersembunyi disini pada kaisar Nakamoto kan ibu?"
"Sepertinya bukan itu puteraku. Hanya saja ada janji yang ingin ditagih oleh ayahmu." Ucap taeyong dan jaemin hanya terdiam karena dia tak tahu apa perjanjian antara ayahnya dan kaisar dari negeri sakura itu. Dan renjun juga sama terdiam nya karena dia tak tahu mengenai perjanjian ini.
At. Istana kaisar Nakamoto.
Jaehyun dan rombongan sampai dan diapun langsung turun dari kudanya begitu pula para prajurit yang ikut dengannya, dan diapun berjalan mendekati sang kaisar yang telah menunggunya lalu membungkuk. Setelahnya yuta membawa jaehyun untuk masuk dan berbicara diruangan pribadinya bersama dengan sang adik, Yuto.
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
