Bab 71 : Si lugu

11 4 2
                                        

"good job!" Embun seolah tersihir, tanpa sadar ia membalas senyuman Scarlett yang masih menyimpan kebengisan.
Anehnya, dari awal dendamnya bukan untuk pelangi, tapi pada Sofia, saudari kembarnya sendiri.
Entah sejak kapan kemarahan itu membuat targetnya berubah.

Scarlett sendiri tidak paham, kenapa pelangi tiba-tiba membuatnya terobsesi.
Setiap kali melihat gadis itu, darahnya berdesir hebat, jauh lebih mendidih daripada ketika ia berhadapan dengan Sofia. Mungkin karena saudarinya itu tidak pernah benar-benar berusaha melawan kemauan nya, Sofia hanya mengulur-ulur waktu tanpa benar benar mencegah Scarlett dengan sungguh-sungguh.
Karena bagi Sofia, Scarlett masih adiknya.

Embun tidak banyak bicara. Hanya diam, menanti apapun yang akan Scarlett perintahkan. Beberapa saat lalu, dengan susah payah, embun merangkak mengikuti Scarlett yang meyeret pelangi ke sebuah gubug di pinggir tebing. Sekarang tubuh Embun sudah hampir mati rasa karena kedinginan. Gadis itu meringkuk di sudut ruangan, merapatkan tubuhnya pada perapian yang Scarlett letakkan di sudut meja reot, di sisi bufet tua yang menyimpan foto-foto lawasnya dengan sang kakek.

Scarlett melirik embun sekilas, lalu melangkah ke arah bufet tua itu kemudian mengambil sesuatu.

Buk

"Pake itu! Lalu ganti pakaian kamu dengan dress satin yang aku siapkan!" Titahnya melemparkan sebuah kaki palsu,sembari menunjuk ruang kecil di sisi kanan ia berdiri. Pintunya sudah hampir terlepas, dengan dinding yang penuh dengan celah celah kecil. Dari sana semilir angin menyeruak membawa hawa dingin yang nyaris mengalahkan perapian Scarlett.

Embun mengangguk. Dipakainya kaki palsu tersebut lalu berdiri dengan tegak, ia tersenyum tipis sebelum akhirnya masuk kedalam bilik kecil itu.
Setelah nya, ia kembali menemui Scarlett.
Gadis itu juga memakai gaun satin berwarna serupa, putih dengan renda bunga kecil di bagian dada.
Mereka terlihat cantik, seolah hendak menghadiri jamuan santap di sebuah pesta.

"Kamu siap?" Scarlett mengulurkan tangannya, melepas kaos yang biasa ia pakai untuk menutupi luka bakarnya.
Sekarang luka itu terlihat jelas, hampir separuh dari tubuh gadis itu memiliki luka bakar yang cukup parah, beruntung wajahnya tidak begitu parah, hanya terbakar di pelipis hingga dagu dan leher.

Embun menghela napas. Dadanya berdegup keras, seperti ada pergolakan di dalam sana.

"Gak usah ragu… ingat! dia sudah jahat sama kamu. Gak perlu dikasihani!"

Napas embun lagi-lagi memburu. Matanya menatap pelangi dengan sorot tajam.
Tapi… tangannya masih tidak terangkat.

"Kalau kamu masih ragu… dia pernah ninggalin kamu gitu aja disaat kamu lagi dirundung habis-habisan. Dia biarin kamu di hina selama sepuluh tahun terakhir… dia jahat embun…sangat jahat." Scarlett berujar dengan penuh semangat, ia ingin lihat sebengis apa embun bisa bertindak.

"Aku siap!"

*****

-
-
-

Mata pelangi bergulir berat, perlahan terbuka dengan rasa nyeri yang teramat sangat di kepalanya.
Hujan masih mengguyur tanpa ada tanda-tanda akan berhenti, bahkan untuk sedikit mereda pun tidak sama sekali.

Saat kesadarannya kembali pulih, yang ia lihat dengan jelas justru membuatnya sakit hati. Di depannya kini, embun dan Scarlett duduk bersama dengan gaun satin berwarna putih, mereka bersih sementara ia masih penuh dengan tanah dan lumpur.

"Embun?!" Pelangi setengah linglung. Apalagi ini? Katakan kalau ini hanya candaan. Bagaimana mungkin adiknya yang berusaha ia lindungi setengah mati, mampu duduk berdampingan dengan Scarlett? Gadis yang nyaris membunuh mereka semua di dalam permainan kotornya? Ini gila!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 16 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

sibling's Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang