'Malam ini akan jadi malam yang indah buatku dan Nathan. Kami bisa melepas dahaga kami selama beberapa bulan ini, dalam masa nifasku. Semoga aku bisa memberikan pelayanan terbaikku untuknya.' batin Navia saat menyaksikan tubuhnya sendiri di depan cermin yang besar.
"Hai sayang, sedang apa kamu di sana?" tanya Nathan.
Nathan mendekat ke arah Navia. Diamati tubuh istrinya dari atas sampai bawah. Navia yang hanya mengenakan lingerie, membuat tatapan Nathan tak bisa lepas darinya.
"Navia...." panggil Nathan.
"Hmmm..." kata Navia sambil merapikan penampilannya yang tentu saja sudah rapi.
"Apa kau serius? Ingat, kau telah membangunkan harimau yang lapar. Kau tau, aku tak bisa menahannya lagi. Apa bisa sekarang?" bisik Nathan di telinga Navia.
"Tentu saja. Tapi..."
"Tapi apa? Apa belum waktunya? Berapa lama lagi? Aku sudah tak sabar menunggu." kata Nathan pelan.
"Baiklah ayo! Tapi aku ke toilet bentar yah. Kamu siap-siap dulu aja." kata Navia yang berlalu ke toilet.
Nathan mulai mempersiapkan dirinya, sebagaimana seorang laki-laki yang hendak bercinta dengan istrinya.
Tiba-tiba ponselnya bergetar. Ada sebuah pesan masuk berasal dari nomor yang tak dikenal.
'TEMUI AKU DI GALERI MILIKMU SEKARANG JUGA. KALO TIDAK, AKU AKAN LENYAPKAN SELURUH KELUARGAMU! TERUTAMA KEVIN DAN NAVIA.'
Kemudian muncul pesan lain.
'SEKARANG ATAU KAU AKAN MENYESAL!!!!'
Nathan mengepal tangannya. Amarahnya pun menyeruak. Nafsu birahinya atas Navia sirna sudah, telah berganti menjadi emosi jiwa. Nathan benar-benar marah.
"Nathan sayang, apa sudah siap? Ayo kita mulai!" ajak Navia dengan rayuan mininya.
Nathan menjauhkan tangan Navia dari tubuhnya. Nathan sudah tak berniat lagi untuk bercinta dengan Navia. Pikirannya tertuju pada ancaman seseorang yang membuatnya marah.
"Tidak sekarang! Aku ada urusan. Tidurlah sekarang, aku mungkin akan kembali larut malam. Maafkan aku!" kata Nathan datar, mengecup kening Navia, lalu pergi tanpa sepatah katapun.
Navia masih melongo. Tak percaya dengan apa yang dihadapinya. Sikap Nathan padanya tak seperti biasanya. Navia seperti melihat sosok lain dalam diri Nathan.
***
Nathan mengemudikan mobilnya secepat yang dia bisa. Jalanan yang agak sepi, memudahkannya untuk segera sampai tujuan. Tak menunggu waktu yang lama, Nathan sudah sampai di parkiran galeri miliknya. Diamati sekeliling parkiran. Tak ada yang mencurigakan. Di sana terdapat dua mobil operasional miliknya dan beberapa motor milik karyawannya. Di sana juga terdapat dua petugas penjaga keamanan yang berada di pos satpam.
Dengan emosi yang belum stabil, Nathan memasuki galerinya. Suasana cukup sepi. Nathan bertemu dengan beberapa karyawan yang tengah berpapasan dengannya di koridor. Bagi Nathan, tak ada sesuatu yang mencurigakan. Hampir semua ruangan dicek secara detail. Tapi Nathan tak menemukan sesuatu yang bisa menjawab rasa penasarannya. Oleh sebab itu, Nathan memutuskan untuk pergi. Kembali menemui istri kesayangannya yang sudah menunggunya di ranjang mereka."Sial!!! Ternyata aku tertipu. Awas saja! Aku akan mencari tau siapa peneror murahan itu!" umpat Nathan.
Nathan berjalan menuju mobil yang diparkirnya. Nathan shock melihat mobilnya yang penuh dengan tempelan kertas bertuliskan ancaman yang bertahap pasal demi pasal. Nathan lalu menemui para penjaga keamanan. Tapi semuanya mengaku tak tau apa-apa.

KAMU SEDANG MEMBACA
SEXY MAID & SEXY BOSS
Romance"Lo nangis? Sshhhtt, gue nggak mau lo nangis lagi. Gue mau lo bayar semua kerugian yang gue derita!" Dia mendekatiku dengan wajah sok iba. Aku kesal. Masalahnya dia hampir mengambil ciuman pertamaku. Ikh, ngeselin! PLAAAKKKK Sebuah tamparan ku tuju...