D E L A P A N
❄❄❄
Nico terus menjambak rambut kepalanya sehabis mendengar telpon dari Bunda Tari. Sangat bingung pada posisi ini, Rendy yang sangat membencinya mungkin tidak menginginkan kehadiran Nico di rumah papa. Apalagi menampakan wajahnya dihadapan Rendy, bisa bisa Nico pulang dengan banyak lebam biru.
Ponsel Nico mengeluarkan lantunan lagu mind dari jack u sebagai nada dering yang bertandakan panggilan masuk. Nico mencari letak ponselnya yang tadi di buang ke sembarang arah. Ponsel itu di temukan di pojok kasur Nico.
Alfi G is calling...
Nico mendengus.
"Kenapa?" Nico masih dengan nada kesal.
Jawaban dari sebrang telfon sana, "santai koh. Lo dapet undangan dari kemal kan?"
"Iyaa." Jawabnya datar.
"Sekarang udah tanggal berapa? Lo gak ke acaranya kemal?"
Nico malas kalau kemana mana yang menurut dia tidak terlalu penting. Apa lagi hanya datang ke acara ulang tahun, yang ada dia bosan dan dapat tatapan tajam dari cowo yang menjadi hatersnya.
Btw, apa sih salah Nico sampai setiap di sekolah di tatap sinis dengan semua cowo? Karna mereka semua kesal dengan Nico, yang nyakitin cewe seenak jidat? Ohya, bukan Nico yang deketin, cewenya aja yang terlalu menyukai Nico. Sampai rela dirinya tersakiti. Sekarang yang kena batunya siapa? Nico kah?
"Lo ke acaranya kan? Nitip ucapan aja dari gue."
"Lo gi---" percakapan itu terhenti ketika Nico langsung menggeser tombol merah pada lookscreen ponselnya
"Lo aja. Gua capek." Balas Nico dan langsung menutup telpon dari Alfi.
❄❄❄
Hari ini papa pergi ke kalimantan untuk mengurus bisnisnya disana. Tassia hanya mau hari libur seperti ini orang tuanya tetap berada di rumah ataupun pergi bersama dengannya. Namun berbeda, ayah hanya memikirkan bisnis dan ibu sibuk dengan urusannya sendiri.
"Yah, mau kemana sih?" Teriak acha yang berada di lantai dua. Dan ayahnya yang berada di ruang ramu.
"Mau kekalimantan, kamu mau oleh oleh apa?" Jawab ayah yang masih sibuk dengan sepatunya.
"Tassia mau ayah tetep disini. Kita liburan sehari aja bareng bareng." Tassia membalas dengan harapan ayahnya dapat mengabulkan permintaannya.
Ayah hanya menengok ke atas dan menatap wajah Tassia yang mengharapkan ayahnya tetap berada di rumah. "Ayah berangkat yah."
Apa boleh buat. Tassia disini hanya bisa berkata hati hati dijalan dalam hati yang sebenarnya tidak ingin ayah pergi.
Tassia sedang asik menghias kamarnya yang sudah menjadi kebiasaan Tassia setiap minggu. Tertata rapih novel novel di rak yang menyatu dengan beton. Terlihat serasi dengan beberapa post it yang tertempel ikut menghias kamar cantiknya. Kalau di pikir pikir, Tassia seharian menghabiskan waktunya hanya untuk menghias kamar, bosan juga. Lebih enak dia main kerumah hani.
Tassia : han? Gue kerumah lo ya
Hani : kebetulan, nyokap bokap gue lagi pada kerumah nenek
Tassia : yaudah gue prepare dulu
Hani : buruan!
KAMU SEDANG MEMBACA
Coldest Senior✔
Novela Juvenil[Completed] Kalian tahu rasanya memperjuangkan seseorang tapi yang diperjuangkan sama sekali tidak mengerti artinya perjuangan? Dua orang yang selalu bertolak belakang. Tassia menyukai keramaian, heboh dengan dirinya sendiri, selalu punya teman bany...
