Part 8 ( Our Wedding 👰 )

1.6K 134 11
                                        

Hari yang ditunggu tunggu oleh semua orang telah tiba. Yeah.. Daragon Wedding.

Tampak di salah satu ruang tunggu seorang pria bergerak gelisah karena kegugupannya. Terkadang ia mondar mandir tidak jelas, bicara tidak jelas, bertingkah tak jelas, semua yang dilakukannya serba tak jelas akibat dari betapa gugupnya pria itu di hari pernikahannya hari ini.

"Hah.. Aku sangat gugup. Aku boleh minum bir?. Aku sungguh sangat gugup." Ucap jiyong ngelantur.

Member bigbang yang disana geleng geleng mendengarnya.

"ck, Kwon. Kau jangan bodoh. Kau mau mabuk saat mengucapkan janji suci pernikahan kalian?. Benar benar kau ini." Omel member tertua di bigbang, TOP.

"Tapi hyung aku gugup. Sungguh."

"Kalau kau gugup, cukup diam. Duduk, tarik dan hembuskan nafasmu perlahan." Nasehat yongbae.

"Tapi aku sedang gugup yongbae. Bukan sedang ingin melahirkan. Untuk apa menarik dan menghembuskan nafasku? ".

See?. Ngelantur.

Yongbae merasa cengok dengan jawaban sahabatnya itu. Ingin rasanya dia dan semua member bigbang mengetok kepala leadernya itu.

"Hah, yongbae. Apa dulu saat kau menikah dengan Hyorin noona kau juga gugup seperti aku ini?." Tanya jiyong dengan duduk di sebelah yongbae dan menghadapkan badannya ke arah yongbae.

"Tentu saja ji. Tapi aku tidak segila, sebodoh, dan sekonyol dirimu saat gugup Kwon Ji-yong." Ucap yongbae dengan menekan nama jiyong.

"Hah.. tapi yongbae, ini pertama kalinya untukku. Aku benar benar sangat gugup." Ucap jiyong lagi.

"Yak!. Memangnya waktu aku menikah dengan hyorin itu bukan pertama kalinya untukku?. Apa aku pernah menikah sebelum dengan hyorin?. Kau konyol kwon." Yongbae benar benar mengomel sekarang.

"Ah iya. Aku lupa. Maaf yongbae, aku hanya gugup."

"Lupa?. Eish."

"Sudahlah hyung. Kau duduk tenang dan diam saja. Tidak perlu gugup. Kalau kau gugup, bagaimana jika kau salah mengucap janji sucimu?. itu akan memalukan hyung." Sahut daesung.

"Ne, benar kata daesung hyung. Bagaimana hanya karena kau gugup lalu kau salah mengucapkan janji suci?. Misalnya salah mengucapkan nama dara noona dengan nama mantanmu maybe?." Kata Seungri dengan sangat santainya.

"YAK RAT !!!." Pekik Jiyong.

Semua yang ada disitu tertawa keras saat mendengar candaan Seungri yang berhasil mambuat darah jiyong naik.

.
.
.

Bel gereja berdenting. Pria tampan Kwon jiyong kini tengah berada di atas altar menunggu sang wanitanya. Pintu gerejapun terbuka. Terlihatlah sosok yang sangat cantik yang tentu membuat semua orang sangat terpanah saat melihatnya. Apalagi orang yang bernama Kwon jiyong. Mata jiyong tak beranjak kemanapun karena sudah terpaku dengan satu pemandangan, satu objek yang sangat indah di depannya saat ini.

Ia mengulurkan tangannya saat tuan Park mengulurkan tangannya yang memegang tangan dara padanya.

"Aku serahkan tanggung jawabku atas anakku Sandara Park padamu Kwon jiyong." Ucap Appa dara dengan tegas pada jiyong.

"Tentu aboenim. Terima Kasih" Ucap jiyong.

Janji suci mereka dimulai. Dara dan jiyong berhadapan.

"Silahkan ucap janji suci kalian dengan sepenuh hati kalian." Ucap pendeta yang tengah berada di tengah tengah mereka.

"Aku, Kwon Jiyong,  mengambil engkau, Sandara Park, sebagai istriku yang sah, untuk memiliki dan menjaga dari hari ini hingga seterusnya, baik dalam keadaan kaya maupun miskin, dalam kondisi susah maupun senang, saat sakit ataupun sehat, untuk bergantung kepada engkau dan hanya engkau, selama hanya engkau hingga maut memisahkan kita. Aku mencintaimu, Sandara Park." Ucap jiyong mantap dan lancar dengan menatap iris mata dara yang sudah berkaca kaca dengan lembut dan menggenggam kedua tangan dara dengan kedua tanggannya dengan lembut pula. Entah kemana jiyong yang bertingkah konyol saat gugup di ruang pengantin pria tadi. Kini hanya tinggal kwon jiyong yang sangat ingin merubah Sandara Park menjadi Sandara KWON.

"Aku, Sandara Park,  mengambil engkau, Kwon Jiyong, sebagai suamiku yang sah, untuk memiliki dan menjaga dari hari ini hingga seterusnya, baik dalam keadaan kaya maupun miskin, dalam kondisi susah maupun senang, saat sakit ataupun sehat, untuk bergantung kepada engkau dan hanya engkau, selama hanya engkau hingga maut memisahkan kita. Aku juga sangat mencintaimu, Kwon Jiyong." Ucap dara dengan senyuman dan air mata yang sudah mulai mengalir.

Jiyong reflek mengahapus air mata dara yang mengalir dan ikut tersenyum.

"Baiklah, kini pasangkan cincin pernikahan kalian."

Bom yang bagian membawa cincin maju. Jiyong yang pertama mengambil itu dan memasang di jari manis dara. Semua orang bertepuk tangan. Kini giliran dara yang memasangkan cincin ke jari jiyong. Dara tersenyum bahagia, sangat bahagia. Terdengar kembali tepuk tangan dari semua tamu.

"Dengan ini, kalian resmi menjadi suami istri. Dan kini anda tuan kwon jiyong, buka tutup tudung kepala Istri anda dan kalian diperbolehkan berciuman sekarang."

Jiyong membuka tudung kepala dara dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibir manisnya itu.

"Ini saat saat yang sangat aku tunggu."

Bibir jiyong meraup bibir dara dengan ciuman dalam dan menahan tengkuk dara.

Suara riuh dari tamu menggema. Apalagi YG family. Mereka berseru seperti team sepak bola favorit mereka mencetak gol.

Setelah hampir 3 menit jiyong melepaskan ciumannya dan mengusap bibir bengkak dara yang sudah benar benar sah menjadi istrinya.

"I love you my wife, KWON SANDARA. Forever."

"Love you too my husband, KWON JIYONG."

Mereka berpelukan erat.

"Aku sungguh sangat bahagia." Bisik jiyong.

"Nado.."

.
.
.
.
.
.

Tbc~ 🎀

Hello hello... siapa lagi nunggu the next "joke" dari otp daragon nih?. Angkat tangaaan.... 😁

Chapter ini story waktu upacaranya aja. Next, bakal story setelah upacara weddingnya sama resepsinya.

Maaf bila typo bertebaran. Hehe..

Thanks for Reading..
Jangan lupa Vote sama comment. Oke??.
Love youuuu 😘

The Best Choice EverTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang