.
.
.
Saat ini jam menunjukkan pukul 9 pagi. Dara saat ini sedang ada di dapur apartemen jiyong membuat susu hamil untuknya. Sedangkan Jiyong, ia masih terlelap pulas di kamar mereka.
"Oh, omo.. kau menendang?. Kau menyapa eomma?. Annyeong baby-ah. Hari ini appa mau mengajak kita jalan jalan. Tapi sampai jam segini appamu masih belum bangun juga. Setelah ini kita bangunkan ne.." Ucap dara mengajak bicara pada bayinya yang ada di rahimnya saat ia merasakan bayinya itu menendangnya sambil mengelus lembut perut buncitnya itu.
Setelah menghabiskan susunya, dara beranjak dari dapur kemudian menuju ke kamarnya dan jiyong. Dara menghela nafas pelan saat melihat sang suami masih tertidur pulas sambil terkurap.
"Lihat appamu. Benar benar tidak bisa bangun pagi jika tidak ada jadwal kerja."
"Ji.. bangun.."
Jiyong tidak bergeming.
"Kwon.." Panggil dara sambil menepuk pelan bahu jiyong. Namun tetap. Tidak bangun juga.
"Kwon Jiyong.." Panggil dara lagi sambil menaikkan suaranya dan agak mengeraskan tepukannya pada bahu jiyong.
Dara merasa kesal. Kemudian ia memiliki ide agar jiyong terbangun. Ia menaiki ranjang dan kemudian menduduki punggung jiyong dan bergerak seperti menaiki kuda dengan menarik narik kaos jiyong.
"Jiyong bangun... Jiyong appa..Uri appa banggguunnn...." Ucap dara sambil tetap melakukan aksinya.
Jiyong terbangun. Tapi mungkin hanya 10% karena ia hanya bergumam.
Ceplllaass....
"Akkkkhhh..." Teriak dara.
Kenapa dara yang teriak?. Karena saat dara memukul punggung jiyong dengan keras, jiyong langsung bangun terduduk yang otomatis membuat dara terbating ke sebelah jiyong.
"KWON JIYOOOOOOOONGGGG"
.
.
.
"Sayang, kau marah?."
Tak ada tanggapan dari Dara. Dara hanya diam sambil memakan sarapan yang di ia pesan sebelum membangunkan jiyong tadi.
"Sayang, aku reflek. Aku sangat kaget saat kau memukulku sangat keras tadi. Mianhae.." Ucap jiyong melas dengan terus meminta maaf pada istrinya yang sedang merajuk itu.
"Sayang.. jangan marah.." Pinta jiyong lagi sambil meraih tangan dara namun di tepis oleh dara.
"Hah.. Baby-ah.. Eomma marah pada appa. Padahal appa tidak sengaja." Ucap jiyong sambil mengelus perut dara.
"Jangan pegang - pegang anakku." Ucap dara ketus.
"Baby juga anakku dee."
"Aniyo. Baby anakku."
"Aku juga ikut andil membuatnya dee."
"Kwon jiyong. Aku sedang kesal denganmu. Jangan ajak aku bicara." Ucap dara sedikit keras.
"Hah.. jangan mengajakmu bicara ya. Berarti ke amusement park dan disney sea batal ya. Padahal aku sangat ingin berkencan bertiga dengan mu dan baby." Ucap jiyong seolah acuh tapi menyangkan.
Dara menoleh ke arah jiyong sambil menatap jiyong yang sedang seolah menikmati makanannya.
"Jangan batal." Rengek dara sambil menarik narik lengan kaos jiyong.
"Oh, kau mengajakku berbicara. Tadi siapa yang bilang untuk tidak mengajakmu biacara." Goda jiyong.
"Jiyooooongg..." Rengek dara.
