Part 70 (beneran)

1.1K 117 24
                                        

Flashback~

"Eomma..."

Dara menolehkan kepalanya ke asal suara itu. Namun nihil. Hanya ada ia sendiri di ruang itu. Terduduk sendiri disofa empuk rumah mewahnya. Terduduk sendiri di ruangan megah yang ia ingat itu lantai ke tiga rumahnya tempat biasa ia bersantai dengan Jiyong.

"Eomma.."

Suara itu lagi..
Dara sangat mengenali suara itu..
Itu anaknya..
Itu putrinya yang ia hindari akhir-akhir ini..

"Eomma.."

"Jisoo... Kau.. Kau dimana sayang?." Dara mengeluarkan suaranya yang bergetar.

"Kyyaaakkk..."

Suara Jisoo kembali terdengar. Namun kali ini yang terdengar adalah suara pekikan senang dari putrinya itu.

"Jisoo.."

Dara beranjak dan akan melangkah untuk menuju ke kamar Jisoo.

Namun langkahnya tertahan. Ia melihat Jisoo disana. Jisoo mencoba untuk berdiri dikaca.

Anaknya sudah mulai bisa berdiri?. Apa benar itu anaknya?.

"Jisoo.."

Jisoo menoleh ke aras Dara.

"Eomma.." Panggil Jisoo dengan senyuman lebarnya. Dara kembali akan melangkah. Namun...

Pyyyaaarrr

Kaca yang dibuat tumpuan Jisoo hancur....

Dan Jisoo...

"EOMMAA.."

"JISSSOOOOOO"

.
.
.
.

"Heii... Sayang.. Kau kenapa?. Bangun Dara.. Dara.."

Jiyong mencoba membangunkan Dara yang berteriak memanggil Jisoo namun dengan tetap dalam keadaan tidur.

"Dara.. Sayang.. Hei.. Bangun baby.."

Jiyong mulai khawatir. Wajah mulus istrinya memucat dan berkeringat dingin.

"Dara.."

"JISOOO.."

Dara berteriak hingga terduduk.

"Sayang, kau baik-baik saja?."

"Jisoo.." Gumam Dara dengan mengedarkan pandangannya.

"Jisoo.." Dara beranjak.. berlari keluar dari kamarnya.

"Dara.." Jiyong mengikuti istrinya itu dan didapatinya sang istri di kamar putrinya.

Jiyong melihat istrinya menangis sambil memeluk putrinya yang tengah menangis pula. Mungkin putrinya merasa terganggu saat ia tertidur pulas tiba tiba digendong paksa oleh ibunya.

"Dara.."

"Hiks.. Jisoo.. Jangan ambil Jisoo.. Hiks.."

"Hey.. Siapa yang mau mengambil sayang?. Lihat baby Jisoo ketakutan melihatmu seperti ini." Tegur Jiyong.

"Andwe.. Aku tidak mau Jisoo terluka Ji.. Aku tidak mau.. Hiks.."

"Jisoo tidak akan terluka sayang kalau kita bersama sama menjaga putri kecil kita ini dengan baik. Tadi itu hanya mimpi.. Hanya bunga tidur.. Jangan takut ne.." Hibur Jiyong dengan menarik Dara di pelukannya.

The Best Choice EverTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang