"sebenarnya apa yang kau sembunyikan kwon?." batin dara.
.
...
3 hari telah berlalu setelah Jiyong dan Dara berkunjung ke rumah besar Kwon. Entah hanya perasaan dara atau apa, ia merasa jiyong seperti menghindarinya. Mau tak mau itu menjadi beban pikirannya akhir - akhir ini.
Saat ini dara tengah berada di salah satu restouran masakan korea untuk mengisi perutnya yang dari pagi hanya terisi dengan segelas susu. Ia tak berselera makan rasanya. Hey, gadis mana yang akan berselera makan jika sedang kepikiran kekasihnya yang ia rasa menghindarinya akhir - akhir ini.
"Dara, kenapa kau hanya mengaduk - aduk makananmu. Cepat makan. Kita harus segera ke tempat pemotretan setelah ini." Tegur jangmae, sang manager.
"Aku tidak berselera makan jangmae." Ujar dara dengan nada dan juga wajah yang lesu.
"Kau harus makan dara. Tadi pagi perutmu hanya terisi segelas susu. Dan akhir - akhir ini pola makanmu tidak teratur dara. Ingat, jadwal kerjamu sangat padat minggu ini. Aku tau kau sedang memikirkan jiyong. Tapi tolong pikirkan kesehatanmu juga dara. Kau bisa sakit jika begini terus." Nasehat jangmae.
Tak kuasa menahan, air mata dara pun mulai turun satu persatu. Hingga tangisnya pecah. Jangmaepun berpindah ke kursi disamping dara. Ia memeluk sang artis yang memang sudah seperti keluarganya sendiri. Tangis dara semakin menjadi saat ia di peluk jangmae. Dara menangis seraya menggumamkan,
"Aku takut jiyong pergi dariku.. Aku takut jiyong mempunyai wanita lain.. Aku takut.. Aku sangat mencintainya jangmae."
.
.
Hari ini dara sedang berada di daerah gangnam. Ia tengah berjalan jalan dengam hyoni, sahabatnya. Saat melewati salah satu toko perhiasan, ia tak sengaja melihat siluet sang kekasih yang menggunakan samaran tengah di dalam toko perhiasan tersebut hingga membuatnya berhenti berjalan. Kekasihnya itu tengah memilih milih perhiasan, lebih tepatnya cincin. Karena sangat terlihat ia tengah memilih cincin. Tak lama seorang wanita yang ia lihat memang sudah ada disitu yang sebelumnya posisi wanita itu sedikit jauh dari jiyong mulai mendekat ke arah jiyong. Dara mengamati mereka. Mereka terlihat sangat akrab. Dara merasa hatinya sedikit teremas, hingga membuat dirinya merasa sedikit sesak. Saat ia meneliti siapa wanita itu ternyata ia adalah Lee jo-yeon, yang dulu pernah di gosipkan dengan Jiyong. Apa yang sedang mereka lakukan di toko perhiasan?. Itu lah yang ada di pikiran dara saat ini.
Hyoni menatap dara bingung karena ia tiba-tiba berhenti. Saat melihat ke arah pandang dara, ia langsung mengerti jawabannya kenapa dara tiba-tiba berhenti.
Dara mengeluarkan ponselnya dan mulai menguhubungi seseorang.
"Yeoboseyo?. Ada apa babe?." Dara melihat jiyong sedikit menjauh dan duduk di salah satu tempat duduk di toko perhiasan itu.
"Jiyong, kau ada dimana?."
"Aku.. Aku sedang di studio sekarang."
Deg~
Jiyong membohonginya.
"Di studio?. Geure. Aku hanya ingin tau. Jiyong, nanti malam aku ingin menginap di apartemenmu. Boleh ya?."
