"Terima kasih dara, aku mencintaimu. Saranghae.. Baby kwon saranghae.."
.
.
.
Pagi menyapa. Di ruangan itu hanya ada jiyong disamping dara sambil menggenggam tangan dara dan sesekali mengusap wajah dara. Ia terjaga dari semalam untuk menjaga dara. Tak lama kemudian pintu kamar dara terbuka. Terlihat eomma dara dan dorami yang membawa buah buahan dan makanan untuk sang calon menantunya. Jiyong menyambutnya dengan senyuman di wajah lelahnya. Dan berjalan ke arah eomma dan dorami untuk mengambil alih bawaan mereka.
"Dara belum sadar nak?." Tanya eomma dara pada jiyong.
"Belum eommanim, mungkin sebentar lagi."
"Kau tidak ada jadwal?."
"Kebetulan aku free untuk 2 hari ke depan eommanim. Jadi aku bisa menjaga dara."
"Kau istirahatlah.. kau tampak lelah."
"Ne oppa, lihat kantung matamu. Kau bukan seperti seorang G dragon." Sahut dami.
Jiyong hanya terkekeh saat mendengarnya.
"Istirahatlah nak.. oh.. sebentar.. makanlah dulu. Setelah itu baru kau istirahat. Tidak baik tidur dengan perut kosong.". Eomma dara menyiapkan makanan untuk jiyong makan. Jiyong yang melihat itu merasa sungkan dengan sang calon mertua.
"Ayo makanlah.." Ucap eomma dara sambil menepuk pelan bahu jiyong.
"Ne eommanim.. Kamsahamnida.. Eommanim tidak makan?. Dorami tidak makan?."
"Aniyo oppa.. kita sudah makan. Makanlah.. biar dagingmu bertambah. Biar tidak kurus seperti itu... haha."
Jiyong dan eomma dara tertawa mendengar celetukan dorami.
Jiyongpun mulai makan, sesekali mereka bercanda dan mengobrol bersama.
.
.
Jiyong kini sudah terlelap di sofa empuk ruangan rawat VVIP dara itu. Awalnya ia ingin tetap menjaga dara. Namun sang mertua tidak ingin calon menantunya juga sakit. Pada akhirnya jiyong kalah dan tidur.
Dara melenguh tanda ia sudah mulai sadar.
"Kau sudah sadar nak?."
"eomma?."
Ibu dara langsung memeluk putrinya itu. Darapun membalasnya.
"Selamat sayang... eomma bahagia sekali."
"Selamat?."
Dara bingung dengan yang dikatakan eommanya. Kenapa dia diberi selamat?.
"Eomma, aku sedang sakit. Kenapa eomma malah memberi sela- .. oh jiyong?." omelan dara terhenti saat melihat jiyong yang terlelap di sofa.
Eomma dara ikut menoleh ke arah pandang putrinya kemudian tersenyum.
"Dia terjaga dari semalam. Eomma yakin dia tidak tidur sama sekali semalaman demi menjaga calon istrinya dan juga aeginya." Ucap eomma dara.
"Dia sangat protektif eomma. Padahal aku bisa jaga diri." Ucap dara tanpa sadar. Namun perkataan eomma nya tiba tiba terulang kembali di ingatannya.
"Eomma chankaman. Eomma bilang apa?. Aegi?. Aegi siapa eomma?."
"Aegi kalian. Siapa lagi?. Selamat sayang. Kau sedang hamil, 2 minggu."
"MWO?? HAMIL??" Pekik dara..
"Yak kau ini.. jiyong sedang tidur."
dara membungkam mulutnya dan melihat ke arah jiyong. Jiyong hanya melenguh dan merubah posisinya menjadi miring. Sepertinya dia benar benar kelelahan.
