Akan ada tangis sesudah tawa, dan akan ada tawa sesudah tangis.
Hidup memang tak sesederhana pengucapannya.💖💖💖
Kening Hivi berkerut saat dering ponsel memaksanya untuk bangun. Dirabanya nakas disampingnya dan membuka sedikit matanya untuk melihat siapa yang mengganggu tidur paginya.
Amy is calling.
Sebuah decakan sebal keluar, ia menggeser tombol hijau dan meletakkan benda pipih itu pada cupingnya.
"Hm, paan?"
"Baru bangun lo?"
"Menurut lo?"
"Ck, ah elah. Sini yuk rumah gue, nginep nungguin besok."
"Besok kok ditungguin?"
"Bacot lo! Cepetan aja sini!"
"Dih, maksa lo lampir!"
"Ck, cepetan gak lo! Gue jatuhin nuklir juga nih rumah lo!
"Jatuhin aja sana, gak ada orang dalemnya. Orang gue dirumah Maxi."
"Cepetan atau gue blok lo dari kehidupan."
"Iya, iya. Ah, lo mah. Gangguin gue mimpi indah aja."
"Satu jam, gak lebih. Bye!"
Pip..
Sambungan terputus. Hivi memejamkan mata sebentar lalu bangun dari tidurnya. Sekepal tangannya terangkat mengucek matanya. Ia berjalan kearah kamar mandi dan mulai melakukan ritual mandinya.
Setengah jam kemudian ia selesai, dengan kaos panjang warna pastel dan celana skinny hitam. Kakinya melangkan menuruni tangga.Netranya menangkap Maxi yang tengah duduk didepan tv dengan kaki yang ia letakkan diatas meja.
"Max, anterin gue yuk." Ucap
Maxi menoleh, "kemana?"
"Kerumah Amy. Tuh anak tadi heboh banget nyuruh gue kerumah. Gue tebak, tante Neta ama om Dedy ga dirumah." Jawab Hivi.
"Nginep?"
"Iya."
"Yahhh... gak ada yang kelonin kalo gitu."
Bukh!
"Lo ngomong begituan lagi gue gampar ya, Max!"
.
.
.Mobil Maxi berhenti didepan pagar rumah Amy. Setelah insiden dirinya digebuk bantal oleh Hivi, cepat-cepat pemuda keturunan Arab itu mengganti pakaian dan mengantar Hivi.
"Nanti mau buat brownis, mau disiain gak?" Tanya Hivi sembari melepas sealtbelt nya.
"Eummm.... iya deh. Nanti sore gue ambil ama Justin." Jawab Maxi.
"Lo mau kerumahnya?"
"Iya, bosen kalo sendiri dirumah."
Hivi mengangguk mengerti, ia turun dari mobil dan berdiri menunggu Maxi pergi. Dua buah kalkson Maxi bunyikan sebelum benar-benar pergi.
Saat Maxi sudah menghilang dari pandangannya, Hivi bergegas masuk kerumah Amy. Sesuai dugaanya, orang tua Amy tidak ada dirumah.
"YUHUUUU.... EVERYBODY HOMEE!!!! PRINCESS DATANG NIHH!!! PARA NOT HUMAN SEMUANYAAAA DIMANAKAH KALIAN BERADA???" Hivi berteriak saat ia sudah masuk kedalam rumah.
"DAPUR SAT!"
Hivi terkekeh sebentar mendengar sahutan Amy yang menggema. Kakinya lalu melangkah memasuki dapur rumah Amy.

KAMU SEDANG MEMBACA
(Don't) go
Teen FictionMereka mengira, Tuhan mempertemukan mereka hanya untuk menjalin cinta kemudian berakhir bahagia. Namun takdir tidak berkata demikian. Dengan yang telah digariskan, mereka tidak dipertemukan bukan untuk berkisah sebagaimana yang mereka fikirkan. 99...