77

2.7K 97 4
                                    

Terkadang, sejauh apapun seseorang pergi, dia akan kembali ketempat yang telah disediakan oleh Tuhan. Karna, seseorang perlu dilatih untuk menjadi lebih kuat untuk dititipkan sesuatu yang besar.

💖💖💖


"Jadi Anna selama ini tinggal sama om Gerald?" Cassandra bertanya saat Hivi menghentikan ceritanya.

Ya, pagi tadi saat Hivi dan Amy saling melepas rindu Alfa menghubungi semua sahabatnya. Awalnya mereka bingung mengapa Alfa mendadak menghubungi mereka setelah tiga minggu tanpa kabar di Australia.

Namun dengan jaminan tidak akan menyesal sepanjang hidup, mereka semua akhirnya mau. Dan respon yang mereka berikan sama dengan yang Amy dan Justin berikan. Cassandra dan Meila memeluk Hivi erat dan mengucapkan beribu maaf dengan lelehan air mata.

Maxi yang datang paling akhir bersama Mitha awalnya terdiam kaku. Hivi bahkan merasa Maxi marah kepadanya karena membohongi dirinya, namun Maxi langsung menubruknya dengan pelukan paling erat dan memberikan kecupan-kecupan hangat di pelipis juga puncak kepalanya membuat Alfa memekik cemburu.

Tidak dengan Mitha, malah ia lega dan mengucap terima kasih karna telah mengembalikan kehangatan Maxi. Karna saat ia pergi, Maxi dan Alfa sama saja datar dan dinginnya.

Lalu disinilah mereka, tepat diruang keluarga rumah Amy mereka berkumpul dengan Hivi yang menceritakan semua yang terjadi pada dirinya lima tahun belakangan ini.

"Iya, dan dia ketemu sama abang kandungnya." Angguk Hivi. Tangan kanannya sibuk mengelus kepala Amy yang terbaring dipahanya. Wanita yang tengah mengandung anak pertamanya itu tidak bisa lepas barang sedikitpun dari Hivi, ia juga makan dengan disuapi Hivi tadi seolah Hivi adalah ayah dari anak yang ia kandung. Membuat Justin disudut sana merasa terbuang.

"Hm? Maksudnya?" Meila tak paham.

"Kalian tau sendiri nanti." Jawab Hivi seraya tersenyum. Selanjutnya raut wajahnya berubah murung. "Maaf gue gak bisa dateng keacara pernikahan kalian, padahal itu janji kita diawal."

"Bukan salah lo, itu akibat kami sendiri." Tukas Cassandra.

"Kan masih ada gue ama Maxi, It's okay." Sahut Meila.

"Vi," Panggil Amy.

"Hm?"

"Jangan tinggalin kita lagi ya."

Hivi tersenyum. "Gak akan."

"Eh iya, Fa! Lo belum cerita kenapa bibir lo lebam gitu!" Celetuk Justin.

"Hehe, pas ketemu ama om Fedrick gue dibogem." Jawabnya sambil meringis.

"Loh, kok bisa?!" Tanya Mitha.

"Ya katanya sih, karna buat anak gadisnya sakit. Tapi sebagai cowok yang gentel, gue terima dong!" Ucapnya bangga yang dibalas cibiran oleh teman-temannya.

"Rada geli gue liat dia yang dulu dingin jadi alay kek gitu." Sahut Vio.

"Eh, tapi...." Amy tiba-tiba bangun dari posisi tidurnya dan membuat semua orang menatap pada wanita hamil tersebut.

"Kok gue tiba-tiba pengin liat gimana Alfa dipukul ya?" Ucapnya dengan wajah polos.

"Wah, bini gue ngidam!" Sambar Justin cepat dan langsung berdiri dari duduknya. Ini adalah pertama kali Amy merasakannya setelah lima bulan mengandung. Justin sebagai suami yang baik tentu tidak melewatkan kesempatan ini karna ia juga ingin memenuhinya sebagai seorang ayah.

"Yaudah cepet, kalo nggak nanti debay-nya ileran." Meila menyahut antusias.

"Loh, kok gue?!" Pekik Alfa tak terima.

(Don't) goTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang