Kita mungkin mempunyai kenangan dimasa lalu
Kau yang mengkhianati waktu,
Dan menyia-nyiakan panjangnya penantian.
Mungkin saja kau bertanya, apa
Perdulinya aku pada sebuah penantian, Kujawab bukan penantian yang aku salahkan
Namun kepergianmu yang membuat aku Merasa sendiri yang menjadi awal Kekecewaan sebelum akhirnya menjadi kehancuran.
Kita yang semesta pertemukan untuk Saling menguatkan, namun ditakdirkan harus melupakan
Yang aku bicarakan tentang
rasa, Tentang cinta yang gugur tanpa
Kebahagiaan, kita hanyalah dedaunan Yang gugur yang patah terbawa angina Tanpa tau kemana tujuannya
Percayalah kala kita tidak temu, aku
Menyebut namamu dalam setiap doaku.
Hanya saja yang salah, aku yang
Memintamu untuk selalu bahagia,
Bukan untuk terus menjadi milikku.
Sebab itu mungkin rencana tuhan
Akan mempertemukanmu dengan
Kebahagiaanmu, yang tidak Dimiliki olehku.
Masa lalu adalah milik kita yang
Masih sama-sama ingin berjuang
Demi kebahagiaan.
Terkesan egois bukan? Jika
Menggunakan kata KITA pada
Sepasang yang ingin saling melupa?
Karena sejatinya kata kita digunakan
Untuk sepasang orang yang ingin bersama.
Aku berada di titik terlemahku
tepatnya setelah jatuh air mataku,
setiap saat aku memikirkanmu sama saja aku menggores hatiku dan
Perasaanku sendiri.
Menunggu seseorang yang pergi dan Tak kembali mungkin sama halnya
Dengan membuang-buang waktu.
Biarkanlah air mata ini, menjadi akhir tangisanku untukmu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bangkit Dari Keterpurukan
PoetryBangkit dari masa lalu yang menghantui pikiran, dan kenangan. Fase dimana dari awal saya terpuruk menjadi bahagia seperti sekarang. Semua tergantung masing-masing orang. Ingin bertahan tetapi disakiti atau melepaskan Demi kebahagiannya. Tuhan tidak...
