Ketika kamu berbuat salah, aku selalu memberi kesempatan kedua untukmu.
Dan sebaliknya, ketika aku yang berbuat salah terhadapmu. Kenapa langsung kau sudahi? Tidak ada kesempatan apapun untukku.
Benar katamu. Sayang sama orang itu jangan terlalu. Sampai sekarang pun aku masih terngiang oleh kata-kata itu. Aku sayang sama dia saja hanya setengah, aku jadi takut untuk sayang yang terlalu. Yang ku takut malah kejadian yang sama seperti mu.
Jika kamu masih terbayang kenangan kita, cara satu-satunya. Aku membuat mu benci, benar-benar benci terhadapku. Meski itu sulit untukku.
Percayalah, aku melakukan itu hanya untuk melihatmu bahagia. Lupakan kenangan kita, lukis kebahagiaan mu bersamanya.
Jika aku pergi selama-lamanya dari dunia ini. Percayalah, aku akan selalu berdoa dari atas sana. Semoga kau kelak menemukan seseorang yang membuat mu lebih bahagia saat bersamaku, yang membuatmu sampai lupa cara bersedih, yang melukiskan tawamu setiap hari.
Jika aku lebih dulu pergi, kumohon. Jangan tangisi kepergian ku. Seharusnya aku yang menangis, sebab aku gagal menua Bersamamu. :)
-aku menulis tulisan ini penuh luka, dan air mata. Kuharap kau membacanya. Jangan tanyakan keadaan ku, apalagi penyakit ku. Jika kau menanyakan itu, aku akan selalu jawab. "Aku baik-baik saja."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bangkit Dari Keterpurukan
PoesíaBangkit dari masa lalu yang menghantui pikiran, dan kenangan. Fase dimana dari awal saya terpuruk menjadi bahagia seperti sekarang. Semua tergantung masing-masing orang. Ingin bertahan tetapi disakiti atau melepaskan Demi kebahagiannya. Tuhan tidak...
