Apakah hujan akan menjanjikan pelangi muncul setelah reda?
Atau adakah siang hidup dalam abadi tanpa terganti malam?
Barangkali iya, mungkin saja tidak. Semesta tak pernah menjanjikan apapun, badai pasti akan menuju kepada siapapun. Tuhan menjawab atas segala tanya yang muncul, menjadikan waktu sebagai pintu keluar bagi masalah yang timbul.
Lalu mengapa kau masih mencintai abadi?
Dan bagaimana kalau semua tetap tak pernah berganti?
Berbahagialah bagi yang bersedih sebab waktu akan mengubah segala, bersedihlah mungkin bagi yang sedang berbahagia sebab segera berbuah lara. Tapi, bukankah atas, bawah, kiri dan kanan ialah ketentuan? Marah dan ramah, sayang dan kenang, kecup dan ketus adalah penyebab berwarna nya kehidupan?
Jingga langit yang indah akan datang setelah terik hari, malam yang gelap tiba selepas jingga langit tenggelam, lalu semerbuk aroma embun yang sejuk hidup setelah gelapnya malam, kembali setelah itu terik hari datang. Ya, begitu Tuhan mengajari bahwa hidup penuh dengan patah tumbuh, jatuh bangun, datang hilang.
***
Tak pernah ada sesuatu yang abadi, maka berbahagialah pada sedihmu dan bersyukurlah saat Bahagiamu.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Bangkit Dari Keterpurukan
PoetryBangkit dari masa lalu yang menghantui pikiran, dan kenangan. Fase dimana dari awal saya terpuruk menjadi bahagia seperti sekarang. Semua tergantung masing-masing orang. Ingin bertahan tetapi disakiti atau melepaskan Demi kebahagiannya. Tuhan tidak...
