Langkah yang malang serta harapan yang hadir untuk pulang. Ditatapnya penuh sadar jatuh pada jiwa yang menggebu kencang. Diluar senyum terpampang lebar, dalam hati tersirat gemuruh debar.
Bahkan sayup-sayup hasrat sembuh, digoresnya kembali garis rapuh. Seperti mudah tubuhku terjauh dalam angan serta bayangan, meninggal kan bekas luka yang perlahan habis dimakan ingatan.
Bahkan bulan kerap gagal menerang penuh saat kehilangan sinarnya. Angin malam yang syahdu menghempaskan ku pahit nya akan senyuman mu.
Sepertiga malam ku ucapkan semoga ku mengamini seraya merdu. Hanya doa lah sebaik-baiknya pelengkap dalam setiap kurang jua lebih harapan seseorang.
Pun kalau boleh pilih aku ingin pulih, entah akhir mana yang menjadi penyembuh kepada luka yang pernah perih.
Lekas pulih hati.
*note*
Gatel mau ngetik hehe
KAMU SEDANG MEMBACA
Bangkit Dari Keterpurukan
PoetryBangkit dari masa lalu yang menghantui pikiran, dan kenangan. Fase dimana dari awal saya terpuruk menjadi bahagia seperti sekarang. Semua tergantung masing-masing orang. Ingin bertahan tetapi disakiti atau melepaskan Demi kebahagiannya. Tuhan tidak...
