Tepat dua bulan lalu sebelum kita berpisah, aku lebih dulu tau kau sudah bersamanya, kau berbohong terhadapku. Dan bodohnya aku tidak mau melabrak kalian berdua.
Aku melihat kalian berdua hampir setiap hari pulang bersama, aku tepat berada di gerbang itu. Kau tak melihatku kan? Tentu saja tidak. Aku yang berpakaian seperti ojek online mana kau bisa tau itu aku. Setiap bel sekolah aku selalu bertanya terhadap mu. "Mau dijemput ga?." Jawabmu selalu tidak, dengan alasan ntah itu orang tuamu yang jemput atau temanmu. Aku hanya pura-pura percaya terhadap mu.
Aku menunggu digerbang sekolahmu, kau selalu bersamanya. Bodoh sekali aku, dia ini pacarku kenapa bersama orang lain. Jika ingin bersamanya, menua bersamanya, dimilikinya bilang kepada ku tanpa harus membuat janji-janji manis mu. Hai puan berbahagialah, kuterima sakit yang kau berikan.
Aku tidak dendam denganmu, jika suatu saat kau lihat tulisan ini. Percayalah aku tak kuat untuk menulisnya. Semoga kau sadar, sekecil apapun kamu berbohong, kau akan keterusan untuk melakukannya.
Kuharap dia bisa membahagiakan mu, tidak memberikan tangis terhadapmu, selalu menanamkan rasa tawa terhadapmu.
Berbahagialah, meski yang sekarang disamping mu tak selucu aku
Bekasi, 12 Agustus
16:12
KAMU SEDANG MEMBACA
Bangkit Dari Keterpurukan
PuisiBangkit dari masa lalu yang menghantui pikiran, dan kenangan. Fase dimana dari awal saya terpuruk menjadi bahagia seperti sekarang. Semua tergantung masing-masing orang. Ingin bertahan tetapi disakiti atau melepaskan Demi kebahagiannya. Tuhan tidak...
